Memahami Fisika, Menjawab Kebutuhan Manusia

Bukan perkara mudah untuk memahami satu ilmu, terutama fisika. Akrab di telinga, namun nyatanya butuh cara tersendiri untuk bisa beradaptasi dengan fisika itu sendiri. Program Studi (Prodi) Fisika Universitas Katolik Parahyangan (UNPAR) hadir untuk menyelaraskan fisika dengan kebutuhan manusia. 

Didirikan pada tahun 1993 silam, Fisika UNPAR sejak 2015 lalu menjadi Prodi Fisika swasta pertama yang memiliki status Akreditasi A. Dengan titel demikian, menjadi tantangan tentunya bagi Fisika UNPAR untuk terus berkontribusi dalam perkembangan teknologi di Indonesia. 

Memahami fisika, tentunya harus dimulai pula dengan cara mencintai sains dan fisika. Mengubah cara pandang bahwa fisika itu sulit dan menakutkan menjadi hal mutlak yang perlu dilakukan agar generasi muda, sebagai penerus bangsa, turut berkontribusi memenuhi kebutuhan zaman dan adaptif terhadap perubahan melalui aplikasi dari ilmu-ilmu fisika.

Ragam Pilihan

Menjawab tantangan akan perubahan dan perkembangan teknologi era kini, Prodi Fisika UNPAR menawarkan materi perkuliahan yang fleksibel dan mencakup berbagai bidang sehingga mahasiswa memiliki pilihan untuk berkarier dalam dunia penelitian, pengajaran maupun industri kesehatan. 

Sejumlah konsentrasi mata kuliah pun ditawarkan untuk menjawab kebutuhan. Mulai dari fisika teori, fisika material, fisika medis, dan fisika instrumentasi. Kurikulum yang dilengkapi dengan ‘transferable skills’ juga disiapkan demi terwujudnya lulusan Fisika UNPAR yang tak hanya dilengkapi pengetahuan mendalam, tetapi siap bersaing dengan modal kemampuan untuk beradaptasi terhadap perubahan. 

Fisika Teori hadir untuk mengarahkan mahasiswa agar mengerti batas-batas ekstrem dari alam semesta. Setidaknya ada tiga topik penelitian yang dilakukan dalam konsentrasi ini, yaitu lubang hitam, fisika partikel, dan teori medan kuantum. Lebih lanjut, Fisika Instrumentasi di Prodi Fisika UNPAR diadakan untuk mempelajari proses pengukuran menggunakan sensor, mengolahnya dengan filter dan sebagainya, serta secara elektronis atau menggunakan komputer. Hasil pengukuran nantinya dapat digunakan untuk berbagai keperluan secara langsung, dapat disimpan atau digunakan sebagai umpan balik membentuk sistem kendali tertutup (otomatis). 

Berbeda dengan bidang teknik, lulusan bidang instrumentasi menekankan pada pemecahan masalah dan konsep dasar. Hal ini berguna sebagai modal awal pada berbagai bidang pekerjaan seperti di lembaga penelitian, industri peralatan, sistem kendali, robotika, akuisisi data, dan berbagai peralatan terutama elektronika atau berbasis komputer. 

Konsentrasi atau program peminatan teranyar yang baru diresmikan pada 2020 lalu, Fisika Medis UNPAR, jadi pendatang baru yang rasanya tak berlebihan jadi pilihan seiring dengan perkembangan teknologi kesehatan. Risiko dari penggunaan alat medis terutama pada peralatan yang menggunakan radiasi tak pernah bisa dipastikan. Secara paralel risiko radiasi sejalan dengan manfaat yang diberikan. Lulusan Fisika Medis berpotensi untuk berprofesi sebagai Fisikawan Medik yang mengoptimalkan manfaat dari paparan radiasi sekaligus meminimalisir risiko radiasinya.

Sementara itu, Fisika Material akan mengarahkan mahasiswa untuk memahami lebih dalam beberapa sifat fisika material, seperti sifat mekanik, termal, listrik, magnet, optik, dan aplikasinya secara teori maupun eksperimen. Pemahaman ini berguna untuk mengembangkan berbagai segi dalam bidang fisika material.

Meniti Karier

Berdasarkan hasil studi pelacakan pengguna lulusan Prodi Fisika, setidaknya 80 persen lulusan hanya membutuhkan waktu kurang dari 3 bulan untuk memperoleh pekerjaan pertama, sedangkan sisanya membutuhkan waktu kurang dari 6 bulan.

Hal itu sejalan dengan visi Prodi Fisika UNPAR, yaitu “menjadi lembaga pendidikan bidang ilmu fisika yang terkemuka dan bermutu tinggi hingga pada tataran internasional, yang lulusannya mampu berkiprah dalam pembangunan masa depan bangsa Indonesia”.

Prodi Fisika UNPAR mempersiapkan mahasiswanya dalam berbagai jenis pekerjaan baik masih dalam tataran fisika maupun dalam lingkup yang lebih besar. Hal ini tercermin dalam bidang-bidang yang digeluti oleh para alumni Fisika Unpar. Bidang-bidang tersebut adalah bidang pendidikan (dosen, melanjutkan studi S2 dan S3, guru, dll) sebanyak 45 persen , bidang produksi dan manufaktur (engineer, dll) 20 persen, jasa dan perdagangan (software tester, wirausaha, dll) 30 persen , dan berbagai bidang lainnya 5 persen.

Eksistensi Prodi FIsika UNPAR nyatanya tak perlu diragukan, meski tak dimungkiri hal itu harus seirama dengan kontribusi perkembangan teknologi di Indonesia. Melalui beragam kegiatan pembelajaran, sudah barang tentu lulusan Prodi FIsika UNPAR siap mengambil peran menjawab kebutuhan dan tantangan zaman. (Ira Veratika SN-Humkoler UNPAR)