Home / Berita Terkini / Melanjutkan Kuliah di Magister Teknik Sipil Unpar

Melanjutkan Kuliah di Magister Teknik Sipil Unpar

Sebagai salah satu universitas swasta di Indonesia, Universitas Katolik Parahyangan (Unpar) memahami kebutuhan masyarakat akan pendidikan pascasarjana yang berkualitas dan sesuai dengan kondisi kontemporer. Sejak 1995, Unpar telah mengadakan program magister, dan saat ini mempunyai sepuluh program magister di berbagai bidang ilmu.

Program magister tersebut yaitu magister manajemen, magister ilmu hukum, magister teknik sipil, magister arsitektur, magister hubungan internasional, magister ilmu sosial, magister ilmu teologi, magister teknik kimia, magister teknik industri, serta yang terbaru magister administrasi bisnis.

Saat ini, program Pascasarjana Unpar telah diintegrasikan dengan fakultas-fakultas yang ada di Unpar, tepatnya sejak 6 Juni 2018. Program Pascasarjana Unpar telah diakui kualitasnya, dengan mayoritas terakreditasi “A” oleh BAN-PT.

Program MTS Unpar

Program Magister Teknik Sipil (MTS) Unpar memiliki sejumlah konsentrasi bidang ilmu, yakni Teknik Sumber Daya Air, Teknik Struktur, Geoteknik, Manajemen Konstruksi, Teknik Transportasi, Teknik Pengelolaan Prasarana Umum, serta Manajemen Proyek Konstruksi. Selain itu, juga ada beberapa mata kuliah pilihan diantaranya Sistem Pengelolaan Irigasi, Analisis dan Desain Sistem Teknik Sipil, Air Tanah dan Rembesan, Interaksi Tanah Struktur, Geoteknik Lingkungan, Teknik Terowongan, Rekayasa Gempa Lanjut, dan lainnya.

Penyelenggaraan program  MTS Unpar didukung oleh dosen-dosen yang memiliki kompetensi yang baik di bidang keilmuannya, dengan rekam jejak akademis yang mumpuni. Dengan pengalaman, sumber daya, jaringan, dan pengetahuan yang dimiliki, Prodi MTS menawarkan cakrawala baru dalam persoalan pembangunan di Indonesia.

Salah satunya, terkait dengan penyediaan infrastruktur seperti prasarana umum merupakan salah satu langkah yang diyakini menjadi suatu kebutuhan penting saat ini. Keberadaan infrastruktur fisik seperti jalan, jembatan, bendungan dan irigasi, perumahan, serta infrastruktur lainnya berupa layanan angkutan publik, listrik, dan air minum merupakan kebutuhan dasar guna mencapai perkembangan-perkembangan lainnya.

Kerja sama penelitian

Baik program MTS dan Doktor Teknik Sipil (DTS) Unpar  terlibat langsung dalam mendidik para tenaga ahli dari Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (KPUPR) Republik Indonesia yang menunjukkan kontribusi nyata dalam mempersiapkan pelaku pembangunan infastruktur dengan keilmuan terbaru.

Kerja sama ini dilakukan dalam bentuk penyelenggaraan pendidikan program magister bagi karyasiswa (mahasiswa staf Kementerian Pekerjaan Umum) dengan materi yang sesuai dengan kompetensi yang diperlukan bagi KPUPR dengan masa studi maksimal 24 bulan. Adapun periode kerja sama berlangsung sejak 1 Juli 2007 hingga 30 Juni 2016 lalu.

Kerja sama penelitian tersebut menawarkan wawasan baru dalam meneliti dan mengembangkan keilmuan dengan berbagai lembaga di luar negeri. Keterlibatan tenaga pengajar dengan berbagai lembaga kunci di penyediaan dan pengelolaan infrastruktur mendekatkan persoalan nyata di lapangan dengan pengembangan keilmuan. Selain itu, keterlibatan staf pengajar dalam berbagai kegiatan profesional di lapangan memberikan kontribusi nyata dalam membantu menyelesaikan persoalan masyarakat.

Berbagai fasilitas program Pascasarjana Unpar, seperti studio dan laboratorium, suasana kampus yang nyaman di pusat Kota Bandung, perpustakaan digital serta layanan data, dan lain sebagainya juga mendukung keberlangsungan proses pembelajaran yang optimal. Tentu saja Unpar memberikan fasilitas beasiswa bagi peserta didiknya yang berprestasi.

Kuliah pascasarjana akan memperdalam dan memperluas keilmuan dari pengetahuan pada program sarjana. Oleh karena itu, kualitas pembelajaran yang telah dimiliki oleh program sarjana diharapkan dapat meningkatkan kualitas pembelajaran program Pascasarjana Unpar. Adanya integrasi pengelolaan Pascasarjana, termasuk secara keilmuan diharapkan pula dapat semakin memperjelas pembedaan dan penjenjangan keilmuan antara program sarjana dan pascasarjana.