Home / Berita Terkini / Melalui Darmasiswa, Unpar Dukung Pemerintah Kenalkan Budaya Indonesia

Melalui Darmasiswa, Unpar Dukung Pemerintah Kenalkan Budaya Indonesia

Sejak 1974, pemerintah Indonesia memulai program Darmasiswa yang merupakan salah satu inisiatif Association of South East Asian Nations (ASEAN), organisasi kawasan Asia Tenggara. Pada mulanya, program ini diperuntukkan bagi para pelajar yang berasal dari seluruh negara anggota ASEAN. Namun, program tersebut mengalami perkembangan di tahun 1976.

Para pelajar dari sejumlah negara seperti Australia, Kanada, Perancis, Jerman, Hungaria, Jepang, Meksiko, Belanda, Norwegia, Polandia, Swedia, dan Amerika Serikat dapat berpartisipasi dalam program Darmasiswa. Terlebih, di awal 1990-an, pemerintah Indonesia menawarkan beasiswa Darmasiswa kepada mahasiswa asing dari negara-negara yang mempunyai hubungan diplomatik dengan Indonesia. Mereka diwajibkan untuk belajar bahasa Indonesia, seni, dan budaya di universitas yang mereka pilih.

Tujuan utama program Darmasiswa yakni memperkenalkan dan meningkatkan ketertarikan akan bahasa dan budaya Indonesia di dunia internasional. Program ini dibentuk sebagai jembatan untuk memperkuat relasi dan pemahaman budaya diantara negara-negara yang berpartisipasi.

Pemerintah memprioritaskan pelajar asing yang ingin belajar bahasa Indonesia di tingkat institusi pendidikan tinggi serta universitas yang memiliki kurikulum bahasa Indonesia dalam rencana studi mereka. Program ini terdiri atas pembelajaran bahasa Indonesia (60 persen) serta eksplorasi seni dan budaya Indonesia (40 persen).

Selain itu, pemerintah Indonesia merancang program khusus bagi orang asing untuk mempelajari bahasa Indonesia. Program yang dikenal sebagai Bahasa Indonesia untuk Penutur Asing (BIPA) dikoordinasi oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud), secara spesifik oleh Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa.

Program Darmasiswa menawarkan beasiswa bagi pelajar asing untuk mengenal dan mempelajari seni, budaya, serta bahasa Indonesia melalui lembaga BIPA.

Darmasiswa Unpar

Pusat Pengembangan Karir Universitas Katolik Parahyangan (PPK Unpar) mencanangkan pendirian lembaga BIPA Unpar pada tahun 2017. Dalam prosesnya, PPK melalui Kantor Internasional dan Kerjasama (KIK) Unpar mengajukan proposal untuk menjadi provider program Darmasiswa kepada Kemendikbud. Kemudian, pada Oktober 2017 lalu, Kemendikbud melakukan visitasi ke Unpar untuk melakukan uji kelayakan. Hasil visitasi tersebut menyatakan Unpar layak untuk menyelenggarakan program Darmasiswa.

Darmasiswa adalah program yang diselenggarakan oleh Kemendikbud bekerja sama dengan Kementerian Luar Negeri. Beasiswa Darmasiswa ini ditawarkan ke lebih dari 111 negara di seluruh dunia, yang difasilitasi oleh lebih dari 70 universitas di Indonesia.

Program BIPA di Unpar dinilai efektif pada saat penelitian visitasi tersebut. Tahun ini, pada periode ajaran 2018/2019, Unpar membuka penerimaan bagi mahasiswa asing melalui penyelenggaraan program Darmasiswa BIPA Unpar. Selain itu, program BIPA Unpar ditawarkan kepada universitas-universitas rekanan Unpar, seperti International Network of Universities (INU).

Keunggulan BIPA Unpar

BIPA Unpar menawarkan kelas bahasa Indonesia dengan beragam program dan topik pembelajaran di setiap pertemuannya seperti kelas kewirausahaan sosial; industri kreatif; kelas memasak; sesi sharing bersama komunitas lokal (2 pertemuan); juga sesi kelas reguler selama 3 jam dalam satu kali pertemuan (4 pertemuan dalam seminggu). Tentunya, mahasiswa asing juga akan mempelajari mengenai struktur penulisan bahasa: vocabularies, structures, grammars, reading, dan writing.

Selain itu, BIPA Unpar bekerja sama dengan unit kegiatan mahasiswa (UKM) Unpar yaitu Lingkung Seni Tradisional (Listra) untuk memberikan pelatihan berupa kelas tarian atau alat musik tradisional, yang nantinya akan ditampilkan oleh mahasiswa asing di akhir studi mereka di Unpar. Pada akhir pekan, peserta BIPA Unpar dapat mengikuti lokakarya Batik dan Angklung juga tur kota menggunakan Bandros (double dekker bus in town). Lebih jauh, mahasiswa asing juga akan mendapat kesempatan tinggal bersama dengan sivitas akademika Unpar (weekend homestay at local family) di setiap semesternya untuk mengembangkan kemampuan berbahasa.

Registrasi online

Pendaftaran secara daring (online) telah dibuka sejak 18 Desember 2017 dan akan berakhir pada 18 Februari 2018 mendatang melalui laman http://apply.darmasiswa.kemdikbud.go.id/. Pengumuman seleksi penerimaan mahasiswa asing untuk program Darmasiswa akan dilakukan pada 16 April 2018. Informasi lebih lanjut mengenai program BIPA Unpar, dapat diakses di http://bipa.unpar.ac.id.

Adapun, peserta program Darmasiswa Unpar akan mendapatkan fasilitas berupa buku BIPA, student kit, juga sesi konsultasi. Mahasiswa Unpar yang tergabung dalam student buddy juga akan membantu mengurus keperluan para peserta selama tinggal di Bandung.

 

Sumber: KOMPAS – Griya Ilmu (Selasa, 13 Februari 2018)