Home / Berita Terkini / Media Parahyangan Raih Juara Pertama Dalam Perfection 2019

Media Parahyangan Raih Juara Pertama Dalam Perfection 2019

Majalah Media Parahyangan (MP) Edisi Oktober 2019 dengan judul “Merampas dan Membangun” terpilih sebagai Juara 1 dalam ajang Perfection 2019: #Crosscheck yang diselenggarakan oleh AKSARA, organisasi pers mahasiswa Telkom University pada 26 Oktober 2019. Prestasi ini menandai kali kedua Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) pers mahasiswa Universitas Katolik Parahyangan (Unpar) menjuarai ajang tersebut. Selain itu, dalam kesempatan yang sama anggota redaksi Media Parahyangan, Alfonsus Ganendra, berhasil mendapat juara kedua lomba desain poster infografis.

Dalam wawancara dengan Tim Publikasi, Redaksi MP yang diwakili Ranessa Nainggolan dan Hagai Batara mengaku tidak menyangka akan mendapatkan juara pertama. “Pertamanya bingung, tapi mungkin karena mengangkat isu-isu yang orang ga peka terhadap isunya dan kemudian dikemas dengan hal yang serius juga, (MP) majalah yang kelihatannya memang ada isinya juga mungkin seperti itu,” tutur Hagai, staf redaksi MP selaku desainer majalah tersebut.

Sama seperti Hagai, Ranessa yang dalam pengerjaan majalah menjabat kepala redaksi juga tidak menyangka akan mendapatkan juara pertama. “Kenapa menang, sebenarnya isu ini sudah lama dan biasanya diangkat di media-media mainstream,” ujar Ranessa. “Karena kita posisinya bukan media mainstream, yaitu pers mahasiswa, dan ngambil isu yang media mainstream juga bawa dan kita bawanya dalam bentuk majalah jadi orang yang baca majalahnya jadi mengerti isu tersebut.”

Ranessa menjelaskan bahwa pembangunan seharusnya dilakukan dengan basis Hak Asasi Manusia (HAM). “Karena pembangunan itu meliputi aspek kehidupan banyak orang, banyak orang yang terlibat, tinggal, mencari nafkah, dan mencari ruang hidup. Spesifiknya tentang implementasi pembangunan berbasis HAM. Lingkupnya ga spesifik, tapi di majalah awalnya memang tentang Bandung karena kita di Bandung jadi pengen juga khususnya mahasiswa Unpar untuk aware bahwa ada masalah ini,” jelasnya.

Pers Mahasiswa

Sebagai lembaga pers mahasiswa, MP sudah berdiri sejak tahun 1991. MP yang saat ini beranggotakan 60 mahasiswa kedalam tiga divisi, yaitu divisi redaksi yang bertugas untuk mencari dan menulis berita; divisi penelitian dan pengembangan yang membuat berbagai diskusi, klub menulis dan mencari data; serta divisi hubungan masyarakat yang bertugas untuk merancang poster dan bekerjasama dengan pihak eksternal.

Sebuah UKM tentu saja menghasilkan dampak positif dalam pengembangan diri mahasiswa, hal tersebutlah yang dirasakan oleh Hagai dan Ranessa saat bergabung kedalam MP.” MP itu penting untuk perkembangan mahasiswa karena disini informasi berputar sangat cepat, kalau nongkrong di sekretariat MP tau info, isu, dan diskusi di MP sangat bagus untuk perkembangan mahasiswa, tahu tentang isu-isu nasional.”ungkap Hagai. “Kita jadi peka dengan lingkungan kalau masuk MP.” 

Berbeda dengan Hagai, Ranessa mencoba bergabung dengan MP karena keinginannya untuk mendapatkan banyak informasi. “Karena menurut aku jurnalis itu otomatis dia yang mencari info jadi tau banyak. Keuntungan juga karena MP itu UKM jadi lingkungan mainnya itu ga satu jurusan, jadi banyak perspektif dan serunya itu waktu wawancara bikin pertanyaan atau cari cara menulis itu gimana dan itu kepake banget untuk kuliah jadi membangun argumen, melatih mental dan softskill. MP itu UKM yang fleksibel dan sangat terbuka untuk diskusi,” jawabnya.

Menulis merupakan bagian dari kekuatan juga untuk menyalurkan pendapat, itulah pesan yang ingin disampaikan oleh MP kepada kawan-kawan mahasiswa. “Ketika berpendapat akan ada konsekuensi untuk dikritik dan itu nggak apa-apa sebenarnya karena itu prosesnya dan jangan takut, kritik itu diterima untuk membangun. Harus berani berpendapat karena sudah mahasiswa, karena di Indonesia cuma 30% orang yang bisa kuliah dan kamu itu beruntung untuk bisa kuliah jadi maksimalkan diri kamu dan eksplorasi diri,” pesan Ranessa.