Home / Alumni / MAKMA 2018 Magnivercus: Pererat Keakraban dalam Keberagaman

MAKMA 2018 Magnivercus: Pererat Keakraban dalam Keberagaman

Mahasiswa Universitas Katolik Parahyangan (Unpar) memang tidak pernah kehabisan ruang untuk mengekspresikan dirinya. Kegiatan Malam Keakraban Manajemen (MAKMA), misalnya, menjadi ajang unjuk diri sekaligus pembelajaran bagi mahasiswa baru Program Studi Sarjana Manajemen. Lebih dari itu, MAKMA juga menjadi ajang mempererat keakraban di antara komunitas mahasiswa manajemen Unpar.

Tahun ini, MAKMA mengusung tajuk ‘Magnivercus’, atau Management Unify Diversity Through A Mesmerize Circus. Tema ‘Sirkus’ ini dipilih bukan tanpa alasan. Sirkus diumpamakan sebagai wadah yang mampu mengembangkan keunikan yang ada. Mahasiswa Manajemen sendiri sangat beragam dan penuh keunikan. “Kita punya banyak keunikan, punya banyak perbedaan,” jelas Ketua Pelaksana MAKMA 2018 Danke Putra dalam wawancara dengan Tim Publikasi pada Selasa (19/2).

Karya mahasiswa baru

Acara MAKMA 2018 yang diselenggarakan pada 9 Februari 2019 mendapat sambutan baik dari para pengunjung yang mayoritas mahasiswa Unpar. Jumlah pengunjung, kata Danke, “Kurang lebih 500 sampai 600 orang.” Pengunjung MAKMA dihibur dengan penampilan dari band mahasiswa, drama musikal, modern dance, fashion show, dan pom pom boys. Acara ditutup dengan penampilan dari bintang tamu, Reality Club. Suguhan acara dilengkapi dengan hadirnya tenant-tenant yang menarik.

Danke mengakui jika tujuan utama MAKMA bukan saja output yang dihasilkan. “Acara MAKMA ini kita fokusnya ke proses yang dilakukan mahasiswa baru,” ujarnya. Bagi mahasiswa baru, MAKMA menjadi tantangan manajerial. Apalagi, seluruh proses mulai dari ide hingga realisasi murni dijalani oleh mahasiswa angkatan 2018, didukung oleh mentor dari kakak angkatan serta himpunan. “Ini karya mereka,” kata Danke.

Seiring dengan perkembangan zaman, MAKMA juga harus berubah dan menyesuaikan dengan selera mahasiswa. Danke sendiri berharap agar MAKMA bisa terus berkembang dan, yang terpenting, “Bisa membuat MAKMA ini menjadi proses (mahasiswa baru) agar bisa menyatu sebagai satu angkatan.”