Mahasiswi UNPAR Delegasi Indonesia ke Amerika Program YSEALI Academic Fellowship

UNPAR.AC.ID, Bandung – Mahasiswi Universitas Katolik Parahyangan kembali menorehkan prestasi membanggakan berskala internasional. Kali ini, Fany Fernita dari Program Studi Administrasi Publik terpilih sebagai salah satu dari 7 delegasi Indonesia dalam program Young Southeast Asian Leader Initiative (YSEALI) Academic Fellowship tahun 2022 di Portland State University dalam Cohort Civic Engagement. Dalam kegiatan ini, Fany menyoroti isu pernikahan dini melalui TRIAD KRR dan organisasi yang ia pimpin.

YSEALI sendiri merupakan kegiatan yang dirancang untuk memperkuat pengembangan kepemimpinan di seluruh Asia Tenggara, memperdalam keterlibatan dengan para pemimpin muda di bidang kunci tantangan regional dan global, serta memperkuat hubungan orang-ke-orang antara Amerika Serikat dan Asia Tenggara. Kegiatan ini berlangsung selama 5 minggu dengan sistem pembelajaran intensif terkait “Civic Engagement” dan kelas visit ke beberapa NGO dan observasi keterlibatan pemerintah melalui City Council Meeting di Portland City dan Hillsboro.

Selain menjadi seorang mahasiswi Administrasi Publik UNPAR, Fany juga merupakan seorang advokator isu sosial bersama organisasi yang ia pimpin di tempat asalnya yakni Generasi Berencana (Genre) Kabupaten Malinau. Ia juga mengaku sangat gemar mempelajari kebijakan publik dan ingin selalu belajar serta menemukan inspirasi melalui semua kesempatan yang ada di depan dirinya. 

“Mengikuti kegiatan fellowship dalam cohort “Civic Engagement” sangatlah sempurna dan cocok dengan 2 tanggung jawab saya sebagai mahasiswi Administrasi Publik maupun aktivis sosial untuk terus belajar,” ucapnya dalam wawancara tertulis yang dikutip pada Selasa (6/12/2022).

Fany mengakui bahwa motivasi mengikuti kegiatan ini ialah dirinya ingin terus belajar dan bertanggung jawab atas masalah sosial yang ada di sekitarnya serta bagaimana dirinya selaku penggiat bisa melibatkan masyarakat di dalamnya.. 

“Saya ingin bertumbuh secara lebih profesional dalam mengembangkan kepemimpinan dan keterlibatan saya, menemukan peluang jaringan, dan mempelajari keterampilan, dan cara pengambilan keputusan baru, mempersiapkan saya untuk menghadapi tantangan yang saya hadapi baik di komunitas sosial saya maupun ketika nanti saya menjadi seorang pembuat kebijakan dalam karir panjang saya berikutnya,” ucapnya. 

Fany bercerita bahwa ia mengetahui program ini melalui Instagram serta tawaran dari kerabatnya yang juga merupakan seorang aktivis pemuda di Malinau. Setelahnya, ia pun mendaftarkan diri dan berhasil melalui 2 tahap yakni seleksi berkas dan wawancara yang berlangsung selama hampir 2 bulan. 

Fany mengungkap, seleksi wawancara merupakan tahap yang menurutnya sulit. Hal tersebut dikarenakan wawancara tersebut merupakan pengalaman pertama dirinya mengikuti wawancara Bahasa Inggris di depan seorang native speaker.

“Tahap tersebut merupakan pengalaman pertama saya mengikuti wawancara Bahasa Inggris di depan native speaker dari US Embassy Jakarta tapi saya bersyukur saya melalui semuanya dengan baik,” ujarnya. 

Fany pun mengungkap beberapa pihak yang mendukung dan memberikan semangat selama program ini. Pihak tersebut ialah orang tua dan teman-temannya.

“Saya sangat bersyukur orang tua saya selalu memberi dukungan dan semangat atas apapun kegiatan positif yang saya ikuti. Teman-teman dan keluarga saya pun demikian,” katanya.

Setelah mengikuti rangkaian kegiatan ini, Fany berharap bahwa pembelajaran yang telah diperoleh dapat memberi bekal kompetensi dalam keterampilan kepemimpinan di organisasi yang dirinya pimpin yang berfokus pada konsep keterlibatan sipil sebagai bagian dari pemimpin muda ASEAN dan juga manfaat lainnya. 

“Saya berharap melalui pembelajaran yang telah saya peroleh melalui kegiatan ini saya dapat mengembangkan organisasi sosial, menerapkan konsep dan prinsip keterlibatan masyarakat dalam rencana aksi dan aktivitas sektor publik, memberi bekal kompetensi dalam keterampilan kepemimpinan di organisasi yang saya pimpin yang berfokus pada konsep keterlibatan sipil sebagai bagian dari pemimpin muda ASEAN melalui kepemimpinan saya di organisasi GenRe Indonesia Kab. Malinau,” ucapnya.

Fany juga berharap hal ini dapat menjadi inspirasi untuk rekan-rekan mahasiswa lainnya untuk memiliki semangat belajar yang kuat di luar kampus yang berelasi dengan jurusan maupun minat yang digeluti. Maka dari itu, ia juga berharap UNPAR terus mendukung mahasiswa/i untuk dapat berkontribusi positif dalam berbagai ajang agar dapat menjadi insan profesional dan melaluinya dapat terus mengharumkan nama UNPAR. (KTH-Humkoler UNPAR)

Berita Terkini

Menilik Ihwal Ekonomi Kesejahteraan dari Perspektif Amartya Sen

Menilik Ihwal Ekonomi Kesejahteraan dari Perspektif Amartya Sen

UNPAR.AC.ID, Bandung – Dewasa ini, kesejahteraan ekonomi merupakan hal yang masih sulit untuk dicapai. Faktor utama dari kesejahteraan bukan lagi berbicara mengenai ekonomi semata, lebih jauh lagi berbicara mengenai kemanusiaan dan hal tersebut harus dapat diukur. ...

Panitia Seleksi Umumkan 6 Bakal Calon Rektor UNPAR Masa Bakti 2023-2027

Panitia Seleksi Umumkan 6 Bakal Calon Rektor UNPAR Masa Bakti 2023-2027

UNPAR.AC.ID, Bandung – Panitia Proses Seleksi Rektor Universitas Katolik Parahyangan mengumumkan 6 nama Bakal Calon Rektor UNPAR masa bakti 2023-2027 di Selasar Multifungsi Pusat Pembelajaran Arntz-Geise UNPAR, Kamis (26/1/2023). Dari 10 Pelamar Bakal Calon Rektor, 6...

Kontak Media

Divisi Humas & Protokoler

Kantor Pemasaran dan Admisi, Universitas Katolik Parahyangan

Jln. Ciumbuleuit No. 94 Bandung
40141 Jawa Barat

Dec 6, 2022

X