Mahasiswa Perlu Persiapkan Diri Berkompetisi di Dunia Kerja

UNPAR.AC.ID, Bandung – Saat penggunaan teknologi sekarang yang berkembang semakin pesat dan beragam, maka bagaimana cara untuk berbisnis pun ikut berubah. Berdasarkan itu, karier yang muncul pun akan ikut berbeda dari masa sebelumnya.

Teknologi yang banyak bermunculan ini menyebabkan adanya otomasi tenaga kerja dimana akan muncul 85 juta pekerjaan yang digantikan oleh mesin atau robot. Namun, dengan revolusi robot yang ada juga, akan terciptanya 97 juta pekerjaan baru.

Hal tersebut disampaikan Anggita Dian Karista, M.Psi, Psi selaku Senior Vice President of People Operations Shipper dalam Virtual Job Fair Webinar Week yang diselenggarakan Lembaga Pengembangan Pemelajaran dan Karier Universitas Katolik Parahyangan (LPPK UNPAR) bersama Shipper pada Jumat, (11/3/2022) yang bertajuk “The Secret to be Ready for Endless Career Opportunities”.

Anggita mengatakan, terdapat beberapa keahlian yang membantu untuk mengatasi perkembangan tenaga kerja yang serba otomatis, yaitu berpikir analitis, kreativitas, dan fleksibilitas.

“Dengan era yang workforce-nya juga automation, kemudian ada robot revolution, ada hal-hal yang memang jadi lebih dicari di dunia pekerjaan,” kata Anggita.  

Dia menuturkan, persiapan awal yang dapat dilakukan untuk menghadapi dunia karier yang revolusinya sangat cepat adalah dengan mulai mengetahui diri sendiri. Hal tersebut disampaikan Anggita, supaya nantinya kita tidak gamang dalam memulai sebuah karier.  

 “Jadi di awal-awal tuh kita harus tau dulu, kita kerja buat apa sih,” tutur Anggita.

Anggita juga mengatakan, mengetahui nilai apa yang akan diambil dari suatu pekerjaan, mengetahui keahlian diri, dan mengetahui hal apa yang akan didapat dari suatu karier menjadi langkah awal untuk mengetahui diri sendiri.

Selain itu, menurutnya, di pasar sekarang yang selalu persaingannya keras dengan kompetisi yang harus dihadapi ratusan orang, kita harus mempersiapkan diri agar dapat memenangkan kompetisi dalam dunia karier.

“Supaya kita udah prepare dulu setidaknya modal kita udah lebih lumayan nih ketika nanti mau apply-apply ke perusahaan,” ucap Anggita. 

Anggita menjelaskan, untuk mahasiswa yang belum lulus, modal yang harus dikantongi yaitu mendapatkan nilai yang bagus, aktif dalam pengalaman organisasi, investasi di bidang pendidikan seperti magang, dan memiliki jejaring pertemanan yang baik.

“Pada awalnya, ketika rekruter ngereview CV (Curriculum Vitae) orang tuh, mereka akan screening dari minimum requirement dulu,” kata Anggita.

Sedangkan untuk yang setelah lulus, dia menjelaskan membuat CV yang menarik, membuat akun Linkedin, ikut program karier perusahaan, dan investasi waktu untuk mengembangkan hal baru menjadi jalan untuk memenangkan kompetisi dalam karier. (RBF-Humkoler UNPAR)

Berita Terkini

Mengendalikan A.I. di Era A.I.

Mengendalikan A.I. di Era A.I.

UNPAR.AC.ID, Bandung - Hampir semua orang di dunia sudah familiar dengan teknologi Artificial Intelligence (A.I.) pun menggunakannya. Artificial Intelligence atau Kecerdasan Artifisial adalah mesin (komputer) yang memiliki kemampuan untuk berpikir dan bertindak...

Prodi Studi Humanitas UNPAR Terakreditasi Baik BAN PT

Prodi Studi Humanitas UNPAR Terakreditasi Baik BAN PT

https://www.youtube.com/watch?v=tPoNEuVdlLc UNPAR.AC.ID, Bandung – Program Studi Studi Humanitas Universitas Katolik Parahyangan telah memenuhi peringkat akreditasi “Baik” dari Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi (BAN-PT) tertanggal 23 Januari 2024. Peringkat...

Kontak Media

Divisi Humas & Protokoler

Kantor Pemasaran dan Admisi, Universitas Katolik Parahyangan

Jln. Ciumbuleuit No. 94 Bandung 40141 Jawa Barat

Mar 15, 2022

X