Mahasiswa Hukum UNPAR Ciptakan Legal Plus, Layanan Hukum Berbasis Digital

Foto: Dok. Hukumonline

UNPAR.AC.ID, Bandung – Mahasiswa Fakultas Hukum Universitas Katolik Parahyangan (FH UNPAR) James Ardy bersama rekan-rekannya, Chrisostomus Paudra, Jesslyne, dan Jordan Yudhistira, serta dua mahasiswa dari NTUST Taiwan, yaitu Junior Tanaya dan Bryan Constantine, menciptakan sebuah terobosan baru, yaitu Legal Plus, layanan hukum berbasis digital.

Sebagaimana dikutip dari Hukumonline, Selasa (6/2/2024), Inovasi tersebut bertujuan untuk memudahkan pekerjaan para advokat di berbagai firma hukum dengan menghadirkan sebuah konsep digital. Mereka menamakan inovasi digital tersebut dengan nama Legal Plus, sebuah layanan yang dirancang khusus untuk memenuhi kebutuhan advokat di Indonesia dengan menyediakan berbagai alat bantu dalam satu platform digital.

James Ardy, dalam menjelaskan konsep di balik Legal Plus, menegaskan, “Tidak ada sebuah teknologi yang dikhususkan untuk mengubah cara pengacara ini berpraktis.” 

Melalui Legal Plus, James dan timnya berharap dapat menciptakan sebuah ekosistem yang lengkap untuk advokat, yang mencakup berbagai fitur mulai dari kalender, manajemen data kontak, pengelolaan kasus, keuangan, hingga pembuatan kuitansi yang semuanya terintegrasi dalam satu sistem.

Sebelum inisiatif Legal Plus diwujudkan, James dan timnya melakukan kajian mendalam mengenai kebutuhan manajemen kantor hukum dan bagaimana layanan digital di luar negeri dapat membantu memenuhi kebutuhan tersebut. Dengan mempertimbangkan perbedaan cara penggunaan dan kebutuhan spesifik advokat di Indonesia, mereka mengadaptasi dan mengembangkan fitur-fitur layanan tersebut sehingga lebih mudah digunakan.

Dalam proses pengembangan Legal Plus, James mengakui adanya tantangan, khususnya dalam hal manajemen waktu antara proyek dan kegiatan akademis. 

“Mungkin mereka kesulitannya pada time management dan mungkin sering burnout, ya,” ujarnya, menggambarkan tantangan yang dihadapi oleh timnya.

Inisiatif serupa juga terlihat di lingkungan akademis lain, seperti di Universitas Indonesia, di mana Eka Qadri Nuranti dari Program Studi Magister Ilmu Komputer Fakultas Ilmu Komputer berhasil menciptakan sebuah solusi AI untuk memprediksi kategori dan masa hukuman pidana, yang berpotensi menjadi alat bantu dalam proses litigasi perkara pidana. Sebelumnya, tiga mahasiswa dari Fakultas Ilmu Komputer UI, Bryan Tjandra, Nyoo Steven Christopher Handoko, dan Oey Joshua Jodrian yang tergabung dalam tim Three Neuron V2, juga menciptakan solusi AI yang dapat menguji keharmonisan peraturan perundang-undangan, sebuah inovasi yang diakui melalui prestasi mereka sebagai juara pertama dalam kompetisi Statistika Ria dan Festival Sains Data (Satria Data) 2023 yang diselenggarakan oleh Pusat Prestasi Nasional, Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi. (NAT-Humas UNPAR)

Berita Terkini

Mengendalikan A.I. di Era A.I.

Mengendalikan A.I. di Era A.I.

UNPAR.AC.ID, Bandung - Hampir semua orang di dunia sudah familiar dengan teknologi Artificial Intelligence (A.I.) pun menggunakannya. Artificial Intelligence atau Kecerdasan Artifisial adalah mesin (komputer) yang memiliki kemampuan untuk berpikir dan bertindak...

Prodi Studi Humanitas UNPAR Terakreditasi Baik BAN PT

Prodi Studi Humanitas UNPAR Terakreditasi Baik BAN PT

https://www.youtube.com/watch?v=tPoNEuVdlLc UNPAR.AC.ID, Bandung – Program Studi Studi Humanitas Universitas Katolik Parahyangan telah memenuhi peringkat akreditasi “Baik” dari Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi (BAN-PT) tertanggal 23 Januari 2024. Peringkat...

Kontak Media

Divisi Humas & Protokoler

Kantor Pemasaran dan Admisi, Universitas Katolik Parahyangan

Jln. Ciumbuleuit No. 94 Bandung 40141 Jawa Barat

Feb 6, 2024

X