LPSK Bentuk Program Perlindungan Saksi dan Korban Berbasis Komunitas Jawa Barat

UNPAR.AC.ID, Bandung – Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban (LPSK) tengah mengembangkan dan menjalankan kegiatan prioritas nasional “Perlindungan Saksi dan Korban Berbasis Komunitas” di Jawa Barat. Dalam acara bertajuk “Sarasehan Budaya Program Perlindungan Saksi dan Korban Berbasis Komunitas Wilayah Jawa Barat” yang berlangsung di Auditorium PPAG Universitas Katolik Parahyangan (UNPAR) itu, LPSK berharap seluruh komponen pemerintah dan masyarakat di Jabar dapat menjadi mitra strategis LPSK.

Ketua LPSK Hasto Atmojo Suroyo mengatakan bahwa program Perlindungan Saksi dan Korban Berbasis Komunitas ini merupakan sebuah model perlindungan kolaboratif yang di dalamnya membuka ruang luas bagi individu, lembaga, maupun kelompok masyarakat sipil untuk terlibat dalam kerja-kerja LPSK. 

“Program ini diharapkan dapat menjadi pemandu bagi kelompok masyarakat miskin, rentan, dan marginal khususnya yang menjadi saksi dan/atau korban menuju akses keadilan. Program ini dijalankan serentak di 8 provinsi, dimana Jabar termasuk dalam wilayah pelaksanaan,” tuturnya, sebagaimana dikutip dalam surat edaran sosialisasi, pada Senin (1/11/2022).

Dijelaskan bahwa sector penegakan hukum saat ini masih menghadapi sejumlah tantangan seperti masih adanya masyarakat yang tidak dapat mengakses sistem hukum formal dikarenakan biaya, kurangnya mekanisme yang ramah dalam melaporkan keluhan, adanya ancaman terhadap saksi dan korban, maupun pemberian layanan perlindungan yang berkualitas. Atas tantangan itu, diperlukan sinergi bersama untuk mampu mendorong adanya partisipasi berbagai pihak termasuk sumber daya masyarakat sipil dalam menjalankan dukungan yang positif di bidang hukum dan HAM, khususnya terkait perlindungan saksi dan korban di Indonesia. 

“Program perlindungan berbasis komunitas ini juga diharapkan mampu menumbuhkan dan dapat meningkatkan kepedulian serta kesadaran masyarakat untuk memahami hak-haknya atas akibat tindak pidana yang dialaminya dalam proses peradilan,” demikian dijelaskan lebih lanjut.

Sementara itu, Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan dan Alumni UNPAR C. Harimanto Suryanugraha, OSC, Drs., SLL. Menyampaikan apresiasinya karena LPSK menggandeng UNPAR dalam penyelenggaraan kegiatan tersebut. UNPAR, lanjutnya, tentu saja bukan sekadar institusi yang hanya peduli pada pendidikan, namun juga pengabdian kepada masyarakat. 

“Saya rasa acara ini merupakan perwujudan dari apa yang mestinya UNPAR lakukan kepada masyarakat, kepada negara dan secara signifikan diwakili oleh LPSK. Semoga peristiwa ini menyadarkan kita bahwa tidak hanya negara yang bertanggung jawab pada masyarakatnya, tapi kita sendiri juga mau membantu sesama masyarakatnya. Semoga program ini berjalan dengan sangat baik dan kami UNPAR, akan selalu terbuka untuk menjadi partner,” tuturnya. (KTH-Humkoler UNPAR)

Berita Terkini

Selami Seni dan Komunitas dalam Kuliah Umum Estetika UNPAR

Selami Seni dan Komunitas dalam Kuliah Umum Estetika UNPAR

UNPAR.AC.ID, Bandung – Di tengah perkembangan abad ke-21 yang membawa perubahan cepat dan mendasar, Universitas Katolik Parahyangan (UNPAR) menggelar Kuliah Umum Estetika bertajuk “Seni, Komunitas, dan Penghayatan Pengetahuan” pada Kamis (13/06/2024). Acara ini...

Kontak Media

Humas UNPAR

Kantor Sekretariat Rektorat (KSR), Universitas Katolik Parahyangan

Jln. Ciumbuleuit No. 94 Bandung 40141 Jawa Barat

Nov 1, 2022

X