Home / Berita Terkini / LPII Unpar Siap Menjawab Tantangan Hilirisasi dan Inovasi

LPII Unpar Siap Menjawab Tantangan Hilirisasi dan Inovasi

Salah satu perubahan yang terjadi dalam pembaharuan organisasi dan tata kelola di Universitas Katolik Parahyangan (Unpar) pada akhir 2019 lalu adalah pembentukan lembaga baru. Lembaga Pengembangan Institusi dan Inovasi (LPII) merupakan lembaga yang didirikan secara strategis untuk menjawab tantangan hilirisasi karya dan inovasi akademisi Unpar.

Kepala LPII Catharina Badra Nawangpalupi, Ph.D. menjelaskan bahwa pendirian LPII didasari kebutuhan akan perencanaan strategis dalam mengembangkan kinerja serta hasil penelitian dan pengabdian kepada masyarakat. “LPII merupakan unit strategis dalam pengembangan institusi serta penguatan layanan ilmu pengetahuan dan teknologi bagi masyarakat,” jelasnya. 

Tanggung jawab LPII meliputi perencanaan dan implementasi strategis pengembangan Universitas serta menjalankan fungsi pendukung dan komersialisasi kompetensi akademik institusi. Selain itu, LPII juga melaksanakan perencanaan strategis untuk pengembangan Universitas, pengelolaan layanan inovasi dan inkubasi, serta layanan profesional.

Program

Catharina mengungkapkan beberapa program strategis LPII pada 2020, yaitu mendukung dosen dalam kepemilikan kompetensi akademik dan praktis di bidang ilmunya, melalui hilirisasi hasil penelitian dan pendirian Pusat Unggulan Iptek (PUI) Universitas; mempersiapkan pengembangan Program Vokasi, penguatan konsentrasi/peminatan pada Prodi-prodi yang sudah ada maupun pendirian Prodi baru sesuai dengan ketentuan yang berlaku; dan melakukan revitalisasi Pusat-pusat Studi yang lintas-disiplin dan memfasilitasi penelitian institusional terkait dengan masalah spesifik bersama Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM).

LPII juga akan berperan dalam mengefektifkan, menguatkan dan memperluas kerjasama dengan dunia usaha dan dunia industri; serta mengidentifikasi potensi sumber pendanaan yang berasal dari penerimaan bukan mahasiswa dan pengaturan kebijakan universitas terkait dengan penggalangan pendanaan tersebut. “Dalam pelaksanaan program strategis tersebut, LPII memiliki 3 divisi,” lanjut Catharina. Ketiga divisi tersebut adalah Divisi Perencanaan, Divisi Layanan lnovasi dan Inkubasi, serta Divisi Layanan Profesional. 

LPII turut melaksanakan aktivitas yang berkaitan dengan mahasiswa, seperti layanan pengembangan kemampuan bahasa yang saat ini berupa penyelenggaraan kursus dan Local Test Equivalent to TOEFL, layanan pengembangan kemampuan wirausaha melalui inkubator bisnis dan teknologi yang dijalankan bersama CoE SMED serta Biro Kemahasiswaan dan Alumni (BKA), juga membuat program ide inovatif bagi mahasiswa melalui kompetisi gagasan dan ide. Kedepan LPII akan mengembangkan aktivitas tersebut, misalnya dengan pengembangan layanan bahasa asing selain Inggris seperti Jepang dan Korea.

Sejalan dengan pengembangan universitas yang mengarah kepada pembelajaran digital, LPII Unpar memiliki peran support dalam mendukung implementasi proses pembelajaran akademik menggunakan metode digital. Hal ini lebih kentara bila layanan tersebut perlu didukung kerjasama dengan pihak eksternal seperti peningkatan skill bersertifikat. “LPII akan memfasilitasi dengan melakukan kerja sama dengan pihak yang kompeten atau mengembangkan layanan berdasarkan kompetensi yang dimiliki civitas akademika Unpar,” jelas Catharina.

Proyeksi

“LPII merupakan unit yang membutuhkan gerak cepat dan luwes.” tutur Catharina. Selain itu, LPII membutuhkan akses data untuk pengambilan keputusan yang sistematis serta komprehensif. Kemampuan analitis, fleksibilitas dan kelincahan staf dalam merespons peluang, memetakan kebutuhan dan menyediakan layanan merupakan kunci capaian kinerja LPII. Oleh karenanya, lanjut Catharina, selain kebutuhan SDM yang cerdas dan tangkas, LPII juga perlu mendapat dukungan dari seluruh unit kerja yang relevan untuk kecepatan geraknya.

Tentu sebagai sebuah inovasi organisasi di Unpar, LPII perlu melakukan pemetaan dan penataan kerja secara optimal. “Mungkin saat ini LPII belum menunjukkan banyak hasil dan, apalagi, dampak,” kata Catharina. “Namun, dalam tahun-tahun mendatang, kami berharap LPII dapat mencapai target dari program-program strategis secara optimal,” pungkasnya. (DAN – Divisi Publikasi. Sumber: Wawancara dengan LPII Unpar)