Lewat Kerjasama Riset, Fisika UNPAR Siap Berintegrasi Dalam Komunitas Global

Kian hari, kerjasama internasional di bidang akademik dan ilmiah makin terasa penting bagi perguruan tinggi. Tidak terkecuali bagi komunitas akademik di Universitas Katolik Parahyangan (UNPAR) yang terus meningkatkan jejaring global dan kolaborasi bersama institusi pendidikan tinggi di luar negeri.

Kerjasama internasional dapat diimplementasikan dalam berbagai aktivitas. Salah satunya adalah kolaborasi riset. Melalui riset, UNPAR bersama mitra internasional mengembangkan berbagai bidang keilmuan, dari sains hingga ilmu sosial. Kerjasama ini membawa wawasan komunitas akademik UNPAR dan kearifan lokal masyarakat menuju tataran global.

Program Fisika UNPAR pun turut terlibat aktif dalam meningkatkan internasionalisasi ini. Fisikawan UNPAR dalam beberapa kesempatan ikut berpartisipasi dalam penelitian bersama peneliti dari berbagai negara dunia. Penelitian di bidang fisika teori dan terapan yang melibatkan anggota komunitas Fisika UNPAR telah diakui kualitasnya oleh komunitas ilmiah internasional.

Menilik Misteri Fisika Teori

Dalam beberapa tahun terakhir, para pendidik di Fisika UNPAR semakin aktif melakukan riset di tingkat internasional. Salah satunya adalah Reinard Primulando, Ph.D. yang telah berkolaborasi dengan rekan-rekan ilmuwan dalam dan luar negeri dalam memecahkan masalah fisika teori, khususnya di bidang kosmologi. Setidaknya tiga hasil riset kolaborasi yang ditulis oleh Reinard telah dipublikasikan di jurnal ilmiah internasional dengan kategori Q1 pada 2020 lalu. 

Pertama adalah artikel berjudul “Collider Constraints on A Dark Matter Interpretation of The XENON1T Excess” karya Reinard bersama Patipan Uttayarat dari Srinakharinwirot University, Thailand dan Dr. J. Julio dari LIPI. Artikel jurnal yang dipublikasikan dalam European Physical Journal (EPJ) C ini membahas skenario fisika berkaitan batasan dari penumbuk partikel dari interpretasi materi gelap dari eksperimen XENON1T. . 

Selain dalam riset tersebut, ketiganya juga melakukan riset terkait fenomena Lepton Flavor Violation. Hasil riset ini telah masuk dalam jurnal Physical Review D dengan judul “Collider Constraints on Lepton Flavor Violation in The 2HDM” yang diterbitkan pada Maret 2020.

Adapun karya Reinard lain yang dipublikasikan dalam EPJ C merupakan hasil kolaborasi dengan Ting Cheng dari Max-Planck-Institut für Kernphysik, Jerman bersama akademisi National Tsing Hua University Martin Spinrath dari Taiwan. Dalam tulisan berjudul “Dark Matter Induced Brownian Motion,” ketiganya menawarkan pendekatan baru dalam mendeteksi keberadaan Dark Matter.

Terlihat dalam berbagai riset yang dikembangkan oleh anggota komunitas Fisika UNPAR bahwa wawasan keilmuan yang dimiliki mampu mengimbangi pengetahuan serupa di kancah global. Keterlibatan ini membawa UNPAR semakin dikenal di dunia akademik internasional, sekaligus menjadi sumbangsih ilmiah UNPAR bagi kemajuan ilmu pengetahuan dunia. (Divisi Publikasi UNPAR)