Home / Berita Terkini / LANGKAH

LANGKAH

17 Januari 2017 mendatang Universitas Katolik Parahyangan (Unpar) menginjak 62 tahun langkah pengabdiannya dalam mencerdaskan kehidupan bangsa. Banyak lulusan yang telah dihasilkan serta berpartisipasi dalam memajukan Indonesia. Satu tahun bagaikan satu langkah perjalanan. Langkah itu tentu saja bisa maju juga bisa mundur. Dewasa ini banyak yang melangkah tanpa menyadari bahwa dirinya melangkah. Buletin edisi Kaleidoskop ini juga dimaksudkan untuk menyadari seperti apa Unpar melangkah.

Usia 62 tahun bagi sebagian orang mungkin masa dimana tenaga tak lagi sama dengan sewaktu mereka masih muda. Waktu di mana kita bisa memilih bersantai menuai apa yang kita tanam. Namun Unpar yang termasuk ke dalam jajaran universitas tertua ini tetap merasa muda dan memiliki langkah tegap dengan selalu berbenah membangun dirinya demi kemajuan bangsa dan kemuliaan Tuhan.

Beragam upaya maksimal dilakukan dalam mewujudkan “The Great Unpar”. Tahun 2015, kita ingat Unpar mendirikan sebuah program studi baru yaitu Program Studi Elektro Konsentrasi Mekatronika. Saat itu mahasiswa angkatan pertama berjumlah 29 orang. Di tahun 2016 ini, sebuah program magister didirikan. Magister Ilmu Hubungan Internasional (MHI) merupakan jawaban Unpar dalam menghadapi tantangan global. Pada tahun 2017, sekolah pascasarjana Unpar juga akan membuka Magister Administrasi Bisnis. Tentu saja Unpar memiliki harapan untuk terus berkembang di bidang akademik khususnya dalam pendirian program studi.

Sejak saat pendiriannya pada tahun 1955 sampai dengan tahun 2016 ini, Unpar telah meluluskan sejumlah 56,513 lulusan. Mahasiswa Unpar memiliki banyak pilihan untuk berkarya setelah selesai mengenyam pendidikan tinggi. Sebagian orang merasa dunia akademik menarik untuk dikembangkan. Mereka ingin menjadi seorang peneliti dan pendidik. Sebagian yang lain ingin bekerja di perusahaan ternama sesuai dengan bidang ilmu mereka masing-masing. Beberapa sudah memulai karirnya sebagai seniman saat mahasiswa, sehingga saat lulus mereka berfokus melanjutkannya. Tidak sedikit mahasiswa Unpar yang memutuskan untuk mendirikan lapangan pekerjaan dan peluang bisnis. Bermacam-macam bidang wirausaha digeluti lulusan Unpar.

Salah satu alumni Unpar, wirausahawan muda yang sempat menjadi bahan pembicaraan netizen adalah Eldwin Viriya. Eldwin yang merupakan alumnus Program Studi (Prodi) Teknik Informatika, mendirikan pengembang permainan daring bernama “Own Games”. Setelah menggarap “Somemon”, Eldwin memanfaatkan topik yang sedang hangat dibicarakan di dunia maya. Tahu Bulat adalah permainan simulasi bisnis yang menjadi motor kesuksesannya. Permainan tersebut sempat memuncaki Top Games. Beberapa TV Nasional juga mengundangnya di sejumlah acara talkshow. Di ulang tahun Teknik Informatika ke-20 lalu, perusahaan miliknya menandatangani nota kesepakatan dengan Prodi Teknik Informatika. Tentu saja hal tersebut dimaksudkan untuk mengembangkan perusahaannya serta turut berbagi ilmu kepada adik-adik satu almamater. Kini Lab Komputer Teknik Informatika menjadi tempat belajar sekaligus mengembangkan permainan daring.

Unpar bisa dibilang cukup aktif dalam meningkatkan pengetahuan dan kemampuan mahasiswa dalam bidang enterpreneurship. Kegiatan akademik yang digabungkan dengan praktik bisnis dilakukan di beberapa program studi.  Salah satu kegiatan andalan yang dilakukan oleh mahasiswa Unpar adalah Menefesto yang diselenggarakan oleh mahasiswa Prodi Manajemen, Fakultas Ekonomi Unpar. Tidak hanya Prodi Manajemen, Program D3 Manajemen Perusahaan (D3MP) Unpar juga memiliki kegiatan serupa. Sedikit berbeda dengan kegiatan Menefesto, D3MP menggandeng beberapa wirausahawan muda dan sentra Usaha Kecil Menengah khususnya di kota Bandung, untuk memperlihatkan keunggulan produknya pada masyarakat. Prodi Ilmu Administrasi Bisnis (IAB) Unpar juga memiliki perhatian khusus pada kegiatan kewirausahaan. Setiap tahunnya, rutin diadakan kegiatan pameran Simulasi Bisnis yang merupakan bagian dari aktualisasi kewirausahaan mahasiswa IAB. Acara ini terdiri dari expo bisnis, workshop, dan pagelaran seni. Selain sebagai aktualisasi kewirausahaan mahasiswa, kegiatan-kegiatan tersebut diharapkan dapat  bermanfaat bagi mahasiswa ketika menghadapi dunia wirausaha kelak. Selain itu, Center of Excelence Small and Medium Enterprises (CoE SME) semakin memantapkan perannya dengan pendirian inkubator teknologi-bisnis.

Selain mendorong mahasiswa untuk terjun di dunia wirausaha, Unpar juga tak henti-hentinya mengajak mahasiswa untuk aktif dalam dunia akademik. Beragam konferensi telah rutin digelar. Di samping itu, ada juga konferensi yang baru pertama kali digelar namun telah sukses menghasilkan sumbangan-sumbangan pemikiran untuk mengembangkan ilmu. Konferensi tersebut salah satunya International Conference on International Relations (ICON-IR) dengan tajuk Human Security: Safeguarding and Empowering People. Konferensi ini diadakan oleh Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Unpar, Parahyangan Centre for International Studies (PACIS) bersama Prodi Ilmu Hubungan Internasional (HI), dalam rangka memperingati ulang tahun ke-55 FISIP Unpar.

Tercatat beberapa dosen memasukkan tulisannya ke dalam jurnal internasional. Salah satu yang sempat jadi sorotan media adalah tulisan dosen Fisika mengenai Black Hole (Lubang Hitam). Lebih luar biasa lagi ketika dalam pelatihan guru fisika yang diadakan oleh Prodi Fisika, dibahas lubang hitam sebagai sumber energi. Jika mengacu publikasi yang diindex SCOPUS, Arenst Andreas Arie menjadi penulis terbanyak dari Unpar yang mencapai 19 makalah ilmiah. Dunia keilmuan serasa menjadi lebih berwarna dengan pemikiran-pemikiran para peneliti Unpar. Sebagai seorang pendidik, dosen memiliki masing-masing cara pengajarannya. Janto Sulung Budi, dosen Fisika lainnya mendapatkan inspirasi dari pesulap ketika menyuguhkan pembelajaran fisika agar mudah diterima. Sejalan dalam pemahaman ilmu yang seakan susah menjadi mudah diterima, Fakultas Filsafat secara rutin mengadakan Extension Course Filsafat (ECF) dan Extension Course of Culture and Religion (ECCR).

Sederet prestasi juga berhasil ditorehkan oleh insan Unpar dalam berbagai kompetisi di bidang akademis maupun non-akademis, sebagai bukti nyata akan kualitas pengajaran Unpar yang senantiasa dipertahankan dan terus ditingkatkan. International Council for Small Business (ICSB) Indonesia memberikan penghargaan “ICSB Indonesia Presidential Award 2016” pada Unpar untuk pilar Academician khususnya dalam bidang penelitian. Penghargaan ICSB tersebut diberikan atas dedikasi serta komitmen Unpar dalam mendukung kemajuan Usaha Kecil dan Menengah (UKM) di Indonesia.

Ragam pengabdian terus dilakukan sebagai perwujudan sesanti Unpar Bakuning Hyang Mrih Guna Santyaya Bhakti yang mengandung arti Berdasarkan Ketuhanan Menuntut Ilmu Untuk Dibaktikan kepada Masyarakat. Pengabdian ini tanpa disadari telah menjadi bagian dari nafas Unpar, tercermin dari banyaknya kegiatan pengabdian yang dilakukan oleh mahasiswa, dosen, fakultas/program studi, maupun unit lainnya di Unpar. Program Pendidikan Pengabdian kepada Masyarakat (P3M) sebagai contoh, yang berupaya untuk meningkatkan kepekaan mahasiswa akan bermacam permasalahan sosial di tengah masyarakat.

Dinamika kemahasiswaan dengan segala ekspresi dan kreativitasnya terus diasah sebagai modal kelak untuk terjun di tengah masyarakat. Layaknya mata pisau yang terus ditempa, mahasiswa sebagai calon pemimpin bangsa diharapkan dapat menjadi pribadi yang tidak hanya pandai namun juga memiliki kecakapan atau kemampuan dalam berbagai hal. Peringatan Sumpah Pemuda (Persada) yang diadakan oleh Lembaga Kepresidenan Mahasiswa (LKM) pada Oktober lalu, merupakan salah satu acara yang diadakan untuk meningkatkan kepedulian dan membangkitkan kembali semangat kepemudaan.

Pada November lalu, Ikatan Alumni (IKA) Unpar menggelar Kongres V. Acara ini berisi laporan pertanggungjawaban sekaligus penetapan ketua baru dan pengurus IKA Unpar masa bakti 2016-2019. Dari keempat calon tersebut, Antonius Rainier Haryanto terpilih menjadi Ketua IKA masa bakti 2016-2019. Salah satu program yang dilakukan IKA Unpar adalah mencari dana beasiswa bagi mahasiswa berprestasi. Selain itu, ditawarkan juga beragam lapangan pekerjaan bagi mahasiswa Unpar yang baru lulus.

Tantangan bagi institusi pendidikan tinggi saat ini tidak semata-mata bagaimana mencetak mahasiswa yang berilmu, melainkan pula bagaimana bersaing dan berperan dalam dunia internasional tanpa menanggalkan nilai-nilai lokal luhur yang dimilikinya. Setelah berhasil menyelenggarakan ACUCA (Association of Christian Universities and Colleges in Asia) Student Camp, Unpar kembali menggelar event dwi tahunan ACUCA, The 2016 Biennial Conference and the 21st General Assembly di Bali, Indonesia. Konferensi ACUCA dwi tahunan ini juga menandakan berakhirnya periode kepengurusan Unpar sebagai Sekretariat ACUCA selama dua tahun terakhir. Acara tersebut ditutup dengan agenda serah terima jabatan sekretariat ACUCA secara presidium, dari Unpar kepada Payap University, Thailand, sebagai sekretariat baru ACUCA untuk periode 2016-2018.

Unpar menyadari pentingnya internasionalisasi yang diproyeksikan ke dalam suatu kolaborasi edukatif di berbagai bidang, salah satunya terkait isu kebudayaan. Kantor Internasional dan Kerjasama (KIK) Unpar menyelenggarakan program Community Immersion bagi mahasiswa asing untuk meningkatkan kemampuan akademisnya sekaligus mengenalkan kepada mereka bahasa, budaya, serta kearifan lokal masyarakat Jawa Barat. Sejak awal tahun ini, KIK juga menyediakan berbagai kesempatan internasional bagi seluruh mahasiswa Unpar. Hal ini diwujudkan melalui Be Unpar’s Delegation (BUD) yang menjadi salah satu program untuk mendukung internasionalisasi di lingkungan Unpar.

Edisi MidUp bulan ini akan mengajak untuk melihat kembali jejak langkah Unpar selama tahun 2016 yang terekam melalui pemberitaan. Hanya beberapa dari sekian banyak langkah yang telah Unpar tempuh di tahun 2016.

 

Selamat membaca,

Redaksi MidUp Bulletin