Home / Berita Terkini / Kuliah Lapangan Program Magister Ilmu Sosial

Kuliah Lapangan Program Magister Ilmu Sosial

Pada tanggal 31 Januari-5 Februari 2015, para mahasiswa Magister Ilmu Sosial (MIS) mengadakan kuliah lapangan ke Uni Republik Myanmar. Kuliah lapangan ini merupakan bagian dari studi Hubungan Internasional di Asia Tenggara, mata kuliah wajib pada konsentrasi Ilmu Hubungan Internasional.

Myanmar menjadi tujuan karena keunikannya dan sejarah demokratisasinya yang panjang. Selain itu, Negara ini juga relatif baru membuka diri dari dunia luar, setelah tertutup selama pemerintahan junta militer sejak tahun 1962 sampai 2011. Melalui kunjungan ini para mahasiswa diharapkan dapat mempelajari lebih baik upaya-upaya pemerintah dalam menata kembali negara, termasuk implementasi dari kebijakan-kebijakan pemerintah dan luar negeri. Selain itu, sebagai sesama anggota ASEAN, Indonesia dan Myanmar perlu lebih meningkatkan saling pengertian yang hanya dapat tercapai apabila terjadi kontak yang lebih sering antar warga negara. Apalagi mengingat tahun ini ASEAN menjadi Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA).

Kulap MIS - Myanmar

Pada kunjungan ke Universitas Yangon (UY), didepan civitas academica Fakultas Ilmu Sosial, Dr. Sukawarsini Djelantik mempresentasikan kegiatan-kegiatan penelitian dan pengabdian kepada masyarakat yang dilakukan oleh program studi MIS. Mengingat kedua Negara merupakan Negara ASEAN dan masih dalam tahap membangun, diperkenalkan juga potensi-potensi penelitian yang dapat dilakukan dan dikembangkan bersama. Keberadaan program Kemitraan Negara Berkembang (KNB) juga mendapat perhatian yang besar dari para mahasiswa UY. Rombongan juga berkunjung dan berdiskusi dengan para pimpinan National League for Democracy (NLD), partai Politik yang dipimpin oleh pemenang hadiah Nobel Perdamaian tahun Aung San Suu Kyi. Kunjungan Selanjutnya adalah berdiskusi dengan Kepala Sekolah dan para pengajar di Sekolah Internasional Indonesia di Yangon.

Kulap MIS - Myanmar (2)Kulap MIS - Myanmar (3)

Sebagai negara yang memiliki sejarah peradaban yang panjang, Myanmar memiliki banyak situs –situs warisan budaya, berupa istana emas Kambawzathardi dan museum di Kota Bago, dan yang paling spektakuler adalah Shwedagon Pagoda di Yangon. Rombongan juga berkesempatan ke Nay Phi Taw, ibukota Myanmar yang baru, dengan menempuh 10 jam perjalanan pulang-pergi dari Yangon. Program kuliah lapangan berjalan lancar dan sukses berkat dukungan penuh dari KBRI Yangon, dan bantuan penuh Dubes Dr. Ito Sumardi yang memberikan berbagai fasilitas dan kemudahan.