Home / Berita Terkini / Kreativitas, Kunci Penting Pemimpin Masa Depan

Kreativitas, Kunci Penting Pemimpin Masa Depan

Sebagai seorang pemimpin, individu harus memiliki nilai dan kualitas, kedisiplinan, kejujuran, rasa empati, memiliki keahlian berkomunikasi, mampu menjadi agen perubahan, serta menginspirasi orang lain. Namun, satu hal yang tidak kalah penting adalah pemimpin harus memiliki kreativitas dan daya inovasi yang tinggi.

Ada alasan yang mendasari orang kreatif berpotensi menjadi pemimpin berkualitas. Perkembangan zaman yang cepat membawa berbagai perubahan dalam segala aspek kehidupan. Untuk mengejar perubahan-perubahan tersebut, seseorang tidak hanya harus mampu beradaptasi, tetapi juga bergerak dan berkontribusi menciptakan perubahan. Daya kreasi menjadi penting dalam berinovasi sebagai agen perubahan.

Pemimpin yang kreatif memiliki beberapa nilai khas. Mereka akan menjadi penggerak inovasi bagi diri sendiri dan komunitas yang ia pimpin. Mereka akan terbuka kepada hal-hal baru dan mampu mengambil nilai positif perubahan untuk kemajuan bersama. Sesuai dengan dinamika dunia, karakter ini makin diminati dan sangat tepat untuk dikembangkan dalam diri setiap orang apalagi bagi kaum muda.

Tentu saja mengembangkan karakter kepemimpinan bukan hal yang bisa dicapai secara instan. Tetapi hal-hal tersebut tidak mustahil untuk dilatih dan dipelajari, terutama di usia belia. Oleh karena itu, pendidikan karakter sangatlah penting untuk dilakukan baik melalui sistem pendidikan formal maupun di dalam kehidupan sosial masyarakat. Dan, sebaiknya, pendidikan karakter tetap berlanjut hingga di jenjang pendidikan tinggi.

Mencetak pemimpin

Peran perguruan tinggi sebagai ruang belajar menjadi penting bagi pengembangan pemimpin muda yang kreatif dan inovatif. Salah satunya, melalui kegiatan perkuliahan, tempat mahasiswa dapat memperluas wawasan yang dimiliki sembari berdiskusi mengenai perubahan dan inovasi terbaru dalam bidang ilmunya.

Hal yang tidak kalah penting adalah aktivitas kemahasiswaan di luar ruang kuliah. Dalam berbagai wadah yang disediakan dalam kampus ini, mahasiswa bisa belajar menjadi pemimpin yang baik sekaligus mengasah kreativitas dan kepekaan.

Aktivitas perkuliahan dan kemahasiswaan seperti inilah yang didukung oleh Universitas Katolik Parahyangan (Unpar). Unpar memberikan ruang bagi mahasiswa untuk mengembangkan karakter diri baik di dalam maupun di luar ruang akademik. Secara khusus, mahasiswa yang tertarik untuk menyalurkan kepemimpinan dapat mengikuti organisasi di tingkat program studi atau di tingkat universitas dalam wadah Persatuan Mahasiswa (PM) Unpar.

Untuk mendukung pengembangan kepemimpinan mahasiswa, Lembaga Kepresidenan Mahasiswa (LKM) Unpar telah menyelenggarakan kegiatan pengembangan kepemimpinan di kalangan mahasiswa sejak tahun 2016. Kegiatan bertajuk Parahyangan Future Leader atau PFL ini menyaring calon-calon pemimpin muda Parahyangan melalui serangkaian kegiatan selama beberapa bulan. Kegiatan tersebut terdiri dari latihan dasar kepemimpinan yang diadakan pada 24-25 November 2018 di Lembang, dilanjutkan dengan seminar dan eliminasi pada Februari 2019, serta realisasi rencana program kerja kelompok.

Dalam meningkatkan kepemimpinannya, peserta PFL ditantang untuk berkreasi merancang program kerja dalam kelompok. Di sini, para mahasiswa mendapat kebebasan untuk menunjukkan kreativitas dan inovasinya dalam menghasilkan suatu rancangan yang berkualitas. Melalui proses seleksi, tiga rencana program yang terbaik akan dipilih untuk direalisasikan.

Bahkan bagi yang program kerjanya belum berkesempatan untuk terealisasi, PFL menjadi ajang yang sangat bermanfaat.

Melalui tiga orang pembicara yaitu Aqua Dwipayana (motivator muda), Founder Upnormal Rex Marindo, dan Co-founder Proud Media Group Trivet Sembel, para peserta mendapat ilmu berharga berkaitan dengan kepemimpinan, mulai dari cara berkomunikasi yang efektif, manajemen waktu, hingga membangun kepercayaan diri. Acara PFL juga menjadi wadah berinteraksi antarmahasiswa lintas program studi di Unpar.

 

Sumber: Kompas Griya Ilmu (Selasa, 11 Desember 2018)