Konflik Rusia-Ukraina, Dosen UNPAR Paparkan 2 Indikator Perang Dingin

UNPAR.AC.ID, Bandung – Dosen Hubungan Internasional Universitas Katolik Parahyangan (HI UNPAR) Idil Syawfi, S.IP, M.Si berasumsi bahwa saat ini dunia tengah berada dalam ‘The New Cold War’. Menurutnya, ada 2 indikator utama yang berkaitan dengan perang dingin. 

Hal tersebut mengemuka dalam Webinar “War In Ukraine, Indonesian and German/European Perspectives yang diselenggarakan oleh Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP UNPAR) bersama dengan Technische Universitat Dortmund membahas perspektif akademik terhadap perang Rusia dan Ukraina, Rabu (6/7/2022) lalu. 

Indikator pertama yang dimaksud olehnya ialah The Rise of Great Power Rivalry  yang diprakarsai oleh beberapa peristiwa di dunia. Peristiwa tersebut meliputi perang dagang antara Amerika Serikat dan Cina, Russia Crimea Annexation Sanction, Sengketa Laut Cina Selatan, Kompetisi 5G antar negara, Cyber Security,  bahkan Covid-19.

“Semua negara, semua kekuatan besar mencoba menyalahkan kekuatan lain sebagai sumber virus ini,” tuturnya. 

Di sisi lain, indikator kedua adalah The Strengthening Polarity dalam dunia politik. Hal ini dapat dibuktikan dari dialog ataupun organisasi dengan peran penting dalam dunia. Beberapa contohnya ialah The Quad, Australia, United Kingdom, dan United States (AUKUS), penguatan Brasil, Rusia, India, Tiongkok, dan Afrika Selatan (BRICS), perluasan NATO, dan ‘No Limit Friendship’ antara Rusia dan China.

Lebih lanjut, dia membahas invasi Rusia ke Ukraina sebagai perang dingin yang baru. Menurutnya, Ukraine merupakan korban dari kekuatan politik. Ia mengutip pernyataan Mearsheimer yang menyatakan bahwa penyebab utama invasi tersebut adalah perluasan NATO dan Eropa.

“Alasan utama yang menyebabkan invasi Rusia ke Ukraina adalah tentang perluasan NATO dan EU yang membuat Rusia dalam posisi terancam dalam kasus ini,” tuturnya

Ia juga menyatakan bahwa perang dingin ini terjadi dengan peran yang terbalik dalam konteks revisionist power. Xi Jinping memainkan peran dari Stalin dan Putin memainkan peran sebagai Mao dengan mengirimkan tentaranya ke wilayah Ukraina. 

Terdapat beberapa perspektif ketika berbicara mengenai invasi Rusia-Ukraina sebagai perang dingin, menurut Idil, yaitu : 

  1. US sebagai kekuatan status Quo 
  2. Perluasan NATO and EU
  3. Penukaran peran dalam kekuatan revisionis dalam hal ini Xi Jinping memainkan peran Stalin, Putih memainkan peran Mao
  4. Ukraina sebagai korban politik kekuatan besar

Sementara itu, Indonesia berada dalam keadaan sulit karena statusnya sebagai presidensi G20. Hal ini dikarenakan agenda utama Indonesia untuk pemulihan dan penguatan bersama, kebutuhan untuk mengkolaborasikan semua kekuatan ekonomi, dan bersikap netral terkait krisis Rusia-Ukraina. 

“Hal ini berarti G20 harus memberikan kewajiban untuk membawa dunia kepada pemulihan ekonomi setelah pandemi dan untuk menyadari agenda semua anggota G20 harus ada di sana untuk komitmen, pulih, dan lebih kuat bersama,” tutur Idil.

Selain itu, Idil juga menyampaikan tentang maksud kedatangan Presiden Republik Indonesia (RI) Joko Widodo ke Jerman, Ukraina, dan Asia. berdasarkan dari banyaknya pendapat ahli, Idil mengatakan bahwa hal tersebut merupakan upaya Indonesia menjadi jembatan antara Rusia dan Ukraina. (KTH/JES-Humkoler UNPAR)

Berita Terkini

UNPAR dan Bank BJB Bersinergi Dorong Pertumbuhan UMKM melalui BJBPreneur

UNPAR dan Bank BJB Bersinergi Dorong Pertumbuhan UMKM melalui BJBPreneur

UNPAR.AC.ID, Bandung – Pada Selasa (20/02/2024), Ruang Multifungsi PPAG Universitas Katolik Parahyangan (UNPAR) menjadi arena yang ramai oleh kehadiran para pemangku kepentingan dari berbagai sektor dalam acara “BJBPreneur: Future for Sustainability on Campus”. Acara...

UNPAR Raih 3 Gold Winner Anugerah LLDIKTI IV Tahun 2024

UNPAR Raih 3 Gold Winner Anugerah LLDIKTI IV Tahun 2024

UNPAR.AC.ID, Bandung – Universitas Katolik Parahyangan meraih tiga Gold Winner Anugerah Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLDIKTI) Wilayah IV Tahun 2024, yang bertempat di The Grand Krakatau Ballroom pada Senin (19/2/2024) malam. Dalam malam penganugerahan tersebut,...

Kontak Media

Divisi Humas & Protokoler

Kantor Pemasaran dan Admisi, Universitas Katolik Parahyangan

Jln. Ciumbuleuit No. 94 Bandung 40141 Jawa Barat

Jul 18, 2022

X