Home / Berita Terkini / Komat 2018, Jelajahi Matematika

Komat 2018, Jelajahi Matematika

Samudra menjadi tempat bagi para pelaut untuk berlayar, menemukan bagian-bagian bumi yang belum terjamah oleh manusia. Begitupun dengan ilmu matematika, bagaikan sebuah samudra yang memiliki kekayaan ilmu yang luas.

Penggunaan matematika sebagai ilmu dasar sangat beragam dalam kehidupan sehari-hari. Setiap bidang keilmuan menggunakan ilmu matematika dalam penerapannya. Dalam dunia pekerjaan, matematika pun memiliki peranan penting. Misalnya, ilmu dosimetry, yang berhubungan dengan penggunaan sinar-X, menjadi salah satu aplikasi matematika dalam dunia kedokteran.

Contoh lain bidang astronomi, ilmu trigonometri dalam matematika digunakan dalam perhitungan permodelan alam semesta. Ilmu trigonometri juga dapat digunakan oleh para lulusan teknik sipil dalam pengukuran permukaan bumi.

Contoh lainnya, yakni ilmu aktuaria (tentang peluang) dalam matematika yang dibutuhkan oleh para aktuaris di bidang asuransi. Berbagai ilmu matematika yakni probabilitas, algoritma, kalkulus, serta logika matematika juga diterapkan di bidang informatika. Hal tersebut berkaitan dengan aplikasi dan pemrograman komputer. Bidang-bidang seperti arsitektur, teknik mesin, manajemen, dan lainnya juga menggunakan ilmu matematika dalam aplikasinya.

Komat

Mengangkat tema “Ocean” yang berarti samudra, Program Studi Matematika Universitas Katolik Parahyangan (Unpar) kembali menyelenggarakan Kompetisi Matematika (Komat) tingkat nasional. Acara ini berlangsung selama dua hari, dimulai pada 9 November dan berakhir dengan babak final pada 10 November 2018.

Kompetisi tahunan yang telah rutin diselenggarakan sejak tahun 1995 ini ingin melahirkan para pemberani yang menemukan hal-hal menarik dalam ilmu matematika yang mungkin belum diketahui banyak orang. Diharapkan ilmu tersebut dapat menjadikan masyarakat yang lebih berani dan benar dalam menyelesaikan masalah.

Ditujukan bagi pelajar sekolah menengah pertama (SMP) untuk kategori grup/tim dan sekolah menengah atas (SMA) untuk kategori perorangan, Komat diselenggarakan untuk menumbuhkan kecintaan dan semangat dalam menggeluti bidang matematika. Adapun peserta yang lolos seleksi Komat tahun ini berasal dari Surabaya, Palembang, dan sekolah-sekolah lainnya di Pulau Jawa, termasuk Bandung dan Jakarta.

Dalam rangkaian Komat 2018 juga diadakan workshop bertema “Generating Function: Application to Counting Problems and Recurrence Problems”, yang disampaikan oleh dosen Matematika Unpar Iwan Sugiarto SSi MSi. Workshop ini diperuntukkan bagi para pendamping lomba maupun pencinta matematika yang bukan pelajar SMP-SMA.

Rektor Unpar Mangadar Situmorang PhD turut hadir menyampaikan kata sambutan serta secara resmi membuka acara Komat 2018.

Pada kesempatan yang sama, Dekan Fakultas Teknologi Informasi dan Sains (FTIS) Unpar Dr Ferry Jaya Permana Drs MSi ASAI menyampaikan, saat ini, ilmu Matematika Aktuaria tengah digeluti banyak orang. Matematika menjadi sebuah profesi yang progresif. Tidak berapa lama lagi, teknologi big data akan muncul. Hal tersebut tentu saja memberikan peluang yang baik bagi ahli matematika.

Bagai sebuah samudra

“Jadi, kenapa kita mengusung tema ‘Ocean’? Ocean itu artinya samudra. samudra itu luas. Jadi, kita mengandaikan matematika itu sangat luas. Khususnya di dunia kerja, itu sangat luas. Jadi, bukan hanya seperti jadi dosen, jadi guru, ternyata di matematika bisa jadi bagian-bagian dari teknik-teknik lain. Karena kan matematika itu ilmu dasar, jadi prodi lain pun pasti belajar matematika,” terang Rudi Ketua Panitia Komat 2018.

Rudi mengungkapkan, tujuan Komat adalah memperkenalkan bidang matematika dan prodi Matematika ke khalayak. Lewat Komat, panitia penyelenggara ingin memperkenalkan bahwa belajar matematika itu menyenangkan.

Adapun para pemenang Komat 2018 yakni untuk tingkat SMA: Juara 1 Ubaidillah Ariq Prathama (SMAN 8 Jakarta), Juara 2 Grace Kurniawan (SMA Tarakanita 2 Jakarta), dan Juara 3 La Ode Rajuh Emoko (SMA Pribadi Bandung). Sedangkan untuk tingkat SMP: Juara 1 Sandy Kristian Waluyo dan Micky Valentino (SMPK Penabur Cirebon), Jonathan Sugiharto dan Vanya Priscillia Bendatu (SMP Petra 3 Surabaya), serta Servian Husada dan Jonathan Edrik Tanoto (SMP Santa Maria Cirebon).

 

Sumber: Kompas Griya Ilmu (Selasa, 21 November 2018)