Home / Berita Terkini / KIK Unpar: Upaya Optimalkan Layanan dan Kesempatan

KIK Unpar: Upaya Optimalkan Layanan dan Kesempatan

Kantor Internasional dan Kerja Sama Universitas Katolik Parahyangan (KIK Unpar) atau yang dikenal sebagai International Office Unpar (IO Unpar) merupakan salah satu unit di Unpar yang melayani aspek internasionalisasi sekaligus kerja sama dari dalam maupun luar Unpar. KIK memiliki tiga layanan utama dalam mendukung internasionalisasi Unpar, yaitu inisiasi, fasilitasi, serta monitoring dan evaluasi. 

Layanan inisiasi menempatkan KIK sebagai jembatan antara fakultas, program studi maupun biro dan unit di dalam Unpar dengan pihak luar untuk memulai kerja sama. Selanjutnya, fasilitasi, yang mana KIK menyediakan bantuan bagi unit-unit Unpar dalam mengurus hal-hal yang bersifat administratif. Sementara layanan monitoring dan evaluasi (monev) adalah bentuk pemantauan berbagai kerja sama dan realisasi dari rencana-rencana kegiatan yang telah ada. Ketiga layanan tersebut merupakan wujud dari dua aspek utama KIK yakni mendukung kebutuhan kerja sama dan internasionalisasi.

KIK sendiri memiliki berbagai program yang ditawarkan kepada mahasiswa maupun pegawai Unpar. Beberapa kegiatan yang telah dilakukan pada tahun ini termasuk International Student Conference (ISC) yang dilaksanakan pada bulan Januari lalu yang mengangkat tema “The Role of Industrial Revolution 4.0 on Global Citizenship”, penerimaan mahasiswa ACICIS, serta pembukaan aplikasi pendaftaran mahasiswa Unpar untuk mengikuti program internasional.

Tetap Eksis Selama WFH

Mengacu pada himbauan pemerintah dan edaran universitas untuk melakukan work from home (WFH) serta penerapan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) di tengah pandemik COVID-19, KIK berupaya untuk senantiasa mempertahankan kinerja dan eksistensinya.

Terkait kerja sama antarnegara, KIK berupaya untuk memberikan pelayanan terhadap mahasiswa asing yang masih menetap di Indonesia. Pelayanan tersebut yakni dalam bentuk pendataan mengenai pemantauan lokasi dan kondisi kesehatan mahasiswa asing yang dilakukan frekuentif setiap minggunya maupun penyediaan bantuan informasi lainnya.

Beberapa waktu lalu, KIK mengadakan info session bagi mahasiswa asing yang membahas mengenai COVID-19, khususnya bagaimana menjaga stamina dan kesehatan tubuh dalam kondisi saat ini.

Selain itu, upaya KIK dalam optimalisasi pelayanannya termasuk juga memastikan keamanan mahasiswa Unpar yang mengikuti program study abroad di beberapa negara. Saat ini, seluruh mahasiswa tersebut telah ditarik kembali ke Indonesia mengingat adanya kekhawatiran akan pandemi yang terjadi.

Menghadapi situasi saat ini, pun KIK harus menunda berbagai kegiatan serta penjajakan kerja sama dengan beberapa institusi terkait. Hal tersebut tentunya, dengan mengikuti arahan universitas dan pemerintah. Begitu pun dengan sejumlah program study abroad harus ditunda mengingat keadaan di negara-negara penerima juga belum stabil.

“Kita terbiasa melihat the silver lining. Di tengah keadaan dan kondisi yang seperti ini, kita tetap harus melihat sisi positifnya,” tutur Sylvia Yazid, Kepala KIK, ketika berbicara mengenai rencana KIK ke depannya di tengah pandemi COVID-19.

Menurutnya, tantangan terbesar saat ini adalah mempertahankan eksistensi Unpar tanpa adanya kegiatan fisik. KIK menyiasati tantangan tersebut dengan membuat kegiatan-kegiatan secara daring melalui media sosial.

Salah satu bentuk upaya KIK yakni mengadakan kompetisi atau challenge yang bisa dilakukan di rumah oleh Unparian.  #DoFunAtHome merupakan tagar yang digunakan dalam unggahan kompetisi. #DoFunAtHome mengambil tiga tema: (1) How to survive social distancing, (2) What I miss about UNPAR, dan (3) My plan(s) after the pandemic is over.

Melalui berbagai upaya yang dilakukan KIK, harapan kedepan, yakni terciptanya konsolidasi serta kesiapan KIK dalam melaksanakan kerja sama dan internasionalisasi Unpar. (AKA/DAN – Divisi Publikasi. Sumber: Wawancara dengan KIK Unpar)