Dok. NRC Fellowship

Kembangkan Garam Dendritik, Mahasiswa UNPAR Raih Pendanaan Riset NRC Fellowship

UNPAR.AC.ID, Bandung – Prestasi membanggakan kembali ditorehkan mahasiswa Universitas Katolik Parahyangan (UNPAR) dalam penelitian Indonesia. Mahasiswa Program Studi Magister Teknik Kimia UNPAR, Putu Padmareka Deandra, S.T., berhasil meraih pendanaan riset dalam program Nutrifood Research Center (NRC) Fellowship 2021.

Bersama 4 (empat) finalis lainnya dari berbagai kampus negeri dan swasta, Putu meraih pendanaan riset dengan maksimal Rp 50 juta. Mengangkat topik penelitian “Pengembangan Garam Dendritik untuk Mereduksi Penggunaan Garam dalam Produksi Pangan”. selama melakukan penelitian ini, Putu akan dibimbing oleh dua dosen Teknik Kimia UNPAR, yaitu Prof. Ir. Judy Retti B. Witono dan Herry Santoso, S.T., M.T.M., Ph.D. Penelitian juga turut melibatkan mahasiswa Prodi Sarjana Teknik Kimia Anthony Tiensun sebagai anggota peneliti. NRC Fellowship diperuntukan bagi peneliti muda dari kampus negeri maupun swasta agar dapat bersaing secara global.

Adapun tujuan dari penelitian ini yaitu mengurangi jumlah garam yang dikonsumsi oleh manusia, khususnya masyarakat Indonesia. Hal ini mengingat banyak penyakit yang muncul pada masyarakat Indonesia saat ini akibat konsumsi garam rata-rata sebesar 15 gram/hari, jauh melebihi standar kesehatan, yaitu di atas 5 gram/hari berdasarkan standar World Health Organization (WHO). Namun pengurangan jumlah garam yang dikonsumsi ini sebaiknya tidak menghilangkan cita rasa yang diinginkan dari indra manusia.

Tujuan penelitian yang diajukan adalah mengembangkan dendritik (garam dengan bentuk kristal yang berbeda dari garam konsumsi pada umumnya yaitu kristal halite) yang dapat memenuhi kriteria yang diharapkan.

Target dari pendanaan yang diterima tentunya menyelesaikan penelitian pembuatan garam dendritik yang diharapkan bisa menggantikan garam konvensional, baik bagi konsumsi masyarakat maupun industri. 

Sekadar informasi, NRC Fellowship merupakan program pelatihan dan bimbingan serta pendanaan riset untuk bekal kemampuan perencanaan dan eksekusi riset yang berkualitas. Adapun tema program ini yaitu “Membangun Indonesia yang Lebih Sehat melalui Inovasi Produk Pangan yang Dapat Membatasi Konsumsi Gula, Garam dan Lemak”.

Program ini bersifat kompetitif dan melibatkan para peserta (peneliti muda S1 dan S2) dari seluruh Indonesia. Peneliti yang terpilih akan mendapatkan dana untuk merealisasikan proposal penelitian yang diajukan sebesar maksimal Rp 50 juta per proposal. Penelitian ini juga bisa dilakukan bersamaan dengan skripsi ataupun tesis yang dilakukan di universitas.

NRC Fellowship sendiri terdiri dari 4 (empat) tahap seleksi yaitu pembuatan esai, pra-proposal, proposal, dan presentasi di depan dewan juri. Selain itu, terdapat coaching weeks bagi peserta yang lolos dari tahap esai yang merupakan pelatihan yang telah disiapkan oleh ahli yang relevan secara online dengan jangka waktu tertentu. Hal itu meliputi berbagai topik terkait pengetahuan maupun tips praktis yang relevan untuk meningkatkan kapabilitas para peserta dalam melakukan penelitian.

Dewan juri dalam seleksi ini yaitu Prof. Dr. Antonius Suwanto; Prof. Dr. Made Astawan; dan Prof. Dr. Maggy T. Suhartono dari Institut Pertanian Bogor. Seleksi sampai tahap presentasi dilakukan dari bulan Februari 2021 sampai dengan 20 Oktober 2021. Dari ratusan esai yang diterima pada tahap awal, dewan juri dan Nutrifood memutuskan untuk memberikan pendanaan kepada 5 peneliti pada tahap akhir presentasi dengan dana yang diberikan maksimal sebesar Rp 50 juta,(Ira Veratika SN-Humkoler UNPAR)