Home / Berita Terkini / Kampus Diharapkan Atasi Masalah Jabar

Kampus Diharapkan Atasi Masalah Jabar

Bandung, (PR) – Wakil Gubernur Jawa Barat Uu Ruzhanul Ulum menuturkan, universitas yang ada di Jawa Barat termasuk Universitas Katolik Parahyangan (Unpar) dan Pemerintah Provinsi Jawa Barat perlu menjalin kerja sama untuk memajukan Jawa Barat. Para ahli di kampus diharapkan mampu memecahkan masalah Jawa Barat, salah satunya ketimpangan ekonomi antardaerah.

“Juga diharapkan mampu membantu meningkatkan budaya baca masyarakat Jawa Barat agar tidak mudah diadu domba,” kata Uu saat menghadiri Dies Natalis ke-65 Unpar, Jumat (17/1/2020) di Kampus Unpar, Jalan Ciumbuleuit, Bandung.

Uu menyinggung kebiasaan masyarakat yang cepat terpengaruhi oleh informasi-informasi yang berseliweran di internet sehingga mudah diadu domba. Oleh karena itu, Uu juga berpesan agar Unpar dapat memanfaatkan dunia digital dengan baik. “Kemajuan teknologi bisa memberikan kebaikan kepada masyarakat apabila dimanfaatkan dengan baik,” ujarnya.

Rektor Unpar Mangadar Situmorang menuturkan pada usia 65 tahun, Unpar membuktikan keberhasilannya untuk terus berkembang, baik dalam segi prestasi, akreditasi, hingga jumlah mahasiswa dan dosen. Ke depan, Unpar mengemban ambisi untuk menjadi universitas rujukan dunia dalam berbagai hal.

Mangadar Situmorang mengatakan, telah banyak prestasi yang dicapai Unpar pada usia 65 tahun. Unpar telah mampu memposisikan diri di peringkat 26 universitas terbaik tingkat nasional pada 2019. Peringkat tersebut naik dibandingkan tahun sebelumnya di posisi ke-35.

Jika dibandingkan dengan universitas swasta di Indonesia, posisi Unpar di peringkat ke-4 pada 2019. Naik satu peringkat dibandingkan pada 2018.

Dari sisi akreditasi, terdapat lima program studi di Unpar yang baru melaksanakan reakreditasi pada 2019. Hasilnya, kelima program studi tersebut mendapat akreditasi A. Selanjutnya pada 2020, ada 10 program studi juga akan melaksanakan reakreditasi, baik pada tingkat sarjana, magister dan doktor. Mangadar menargetkan, 10 prodi itu juga akan mendapat akreditasi A.

Unpar juga terus berkembang dari segi jumlah dosen dan mahasiswa. Saat ini, terdapat 455 dosen dan 38,2% di antaranya bergelar doktor. “Proyeksi kami pada 2023, jumlah dosen bergelar doktor mencapai 50%,” kata Mangadar.

Selain mengejar prestasi dalam bidang akademik, kata dia, Unpar terus menegaskan sebagai universitas yang memegang teguh prinsip Bhinneka Tunggal Ika. Baik dosen, mahasiswa, maupun pekerja lain di Unpar berprinsip saling menghargai satu sama lain. Energi itu yang membuat Unpar tetap eksis hingga saat ini.

Meski banyak capaian yang telah terwujud, menurut Mangadar, satu pekerjaan rumah yang perlu diwujudkan yakni meningkatkan semangat menjaga lingkungan. “Kami menegaskan Unpar juga harus kuat dimensi ekologisnya. Unpar di Bandung Utara harus punya spirit ekologis,” ujar Mangadar.Adapun, capaian jangka panjang yang ingin diwujudkan yakni menjadi universitas rujukan dalam berbagai hal. Sesuai dengan rencana pembangunan jangka panjang Unpar 2040. (Rani Ummi Fadila)***

Sumber: Pikiran Rakyat, Sabtu 18 Januari 2020