Home / Alumni / JWT Disco 2018: Pintu Dunia Karir selain CPNS

JWT Disco 2018: Pintu Dunia Karir selain CPNS

Mendapatkan pekerjaan adalah hal yang menjadi tujuan utama banyak mahasiswa setelah lulus studi nantinya. Satu jalur yang sering ditempuh adalah melalui tes Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS). Hal ini menyebabkan banyak mahasiswa tak mengetahui adanya kesempatan lain.

Lu lihat deh, kalau di toko buku luar negeri, ga ada tuh buku seleksi masuk CPNS! Adanya seleksi masuk perusahaan jasa konsultan kayak McKinsey, Edellman dan lain-lain,” kata Michael Putra, alumnus HI Unpar yang meramaikan acara perekrutan kampus oleh Joseph William Thompson (JWT) Consulting di Ruang Rapat FISIP Unpar, pada Rabu (19/9).

Ivan, alumnus HI angkatan 2014 juga menyampaikan hal yang sama, “Lagi nunggu CPNS Kemenlu. Tapi, lagi nyari alternatif (lain) juga.”

Keduanya bersama 31 mahasiswa lain diundang oleh Dr. Aknolt Kristian Pakpahan untuk mendengarkan presentasi dari tim JWT.

Pingkan Rarumangkay, alumnus HI tahun 1981 yang kini menjadi Executive Creative Director di JWT Consulting, menyampaikan alasannya melakukan rekrutmen kampus di Unpar. “Kan sering lah ya kalau habis dari kampus trus banyak mahasiswa yang ga tahu harus ngapain dan mau kemana. Ujung-ujungnya CPNS lagi dan lagi. Malahan di perusahaan yang kayak kita begini, mahasiswa yang daftar itu kebanyakan dari kampus luar negeri. Nah, sekarang kita mau cari bakat-bakat terpendam di kampus domestik terutama yang swasta,” ujarnya.

JWT sendiri telah menyelenggarakan program Disco yang merupakan kepanjangan dari Discocery. Melalui program ini, JWT ingin memperkenalkan alternatif baru bagi mahasiswa selain CPNS.

Adapun JWT Disco adalah perlombaan gagasan atau lebih popular di kalangan industri disebut sebagai “Pitching”. Dari banyak mahasiswa yang berkompetisi, akan ada pemenang yang direkrut untuk bekerja secara langsung dengan JWT di kantor Thamrin, Jakarta.

Dr. Aknolt Pakpahan ketika berbicara dengan tim Publikasi Unpar menyatakan bahwa ini adalah pintu baru untuk menjejaki karir di dunia kerja yang semakin kompetitif. “Kalau dulu yang diajak Cuma UI dan ITB, sekarang bangga-lah Unpar sebagai kampus swasta turut diajak,” ungkapnya.