Jalin Kerja Sama dengan Pemkab Kepulauan Mentawai, UNPAR Siap Dorong Peningkatan SDM di Bidang Kesehatan

Universitas Katolik Parahyangan (UNPAR) siap mendorong pembangunan sumber daya manusia (SDM) kabupaten Kepulauan Mentawai di bidang kesehatan. Pengembangan kapasitas SDM tersebut menyasar pendampingan terhadap masyarakat, penelitian, maupun pemberian beasiswa bagi mahasiswa yang berasal dari Kepulauan Mentawai.

Hal tersebut yang mengemuka usai UNPAR bersama Pemkab Kepulauan Mentawai meneken Memorandum of Understanding (MoU), pada Kamis (7/10/2021). Jalinan kerja sama tersebut dirajut UNPAR di sela kegiatan pentahbisan Uskup Padang yang juga berlangsung di hari yang sama. 

Penandatanganan MoU dilakukan oleh Rektor UNPAR Mangadar Situmorang, Ph.D bersama Bupati Kepulauan Mentawai Yudas Sabaggalet, SE., MM., secara langsung dengan tetap menerapkan protokol kesehatan dalam penanganan pandemi Covid-19. Turut hadir pula Kepala Kantor Internasional dan Kerjasama (KIK) UNPAR Sylvia Yazid, Ph.D; Kepala Lembaga Pengembangan Institusi dan Inovasi (LPII) UNPAR Catharina Badra Nawangpalupi, Ph.D; dan Kepala Kantor Sekretariat Rektorat (KSR) UNPAR Ella Kosasih. 

Rektor mengungkapkan bahwa dorongan pengembangan SDM Kabupaten Kepulauan Mentawai menjadi concern bersama. Kerja sama tersebut juga menjadi salah satu bentuk implementasi Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM) dimana Perguruan Tinggi perlu bersinergi bersama pemerintah, termasuk pemerintah daerah.

“Sudah ada berbagai inisiatif bagi warga Kabupaten Kepulauan Mentawai dalam penyediaan pendidikan tinggi. Pengembangan kemampuan memang bukanlah hal yang mudah, mahasiswa yang berasal dari Kepulauan Mentawai memerlukan proses adaptasi dan penyesuaian akan budaya karena tantangan situasi hidup dan lingkungan yang berbeda. Namun, saat telah beradaptasi, mahasiswa dari Kepulauan Mentawai mampu menunjukkan kemampuannya untuk bersaing dengan mahasiswa lain,” tutur Rektor, dalam keterangan tertulisnya yang diterima pada Jumat (8/10/2021).

Pengembangan SDM pun tentunya menyasar bidang kesehatan. Hal tersebut sejalan dengan rencana UNPAR mendirikan Fakultas Kedokteran pada 2022 mendatang. Dengan fokus pada kebutuhan dokter khusus ibu dan anak yang menjadi perhatian UNPAR. 

Rektor mengungkapkan, kebutuhan dokter khusus ibu dan anak saat ini masih tinggi. Pemkab Kepulauan Mentawai pun dinilai menjadi mitra strategis dalam pengembangan atas layanan kesehatan. Hal ini sejalan dengan komitmen UNPAR yang secara konkret berkontribusi dalam peningkatan kemampuan SDM Indonesia.

“Kerja sama yang dilakukan juga untuk bidang kesehatan, fokus pada layanan kesehatan bagi ibu dan anak. Pemkab Kepulauan Mentawai pun menjadi mitra strategis dalam pemahaman atas pentingnya layanan kesehatan tersebut,” ujarnya.

Sementara itu, Bupati Kepulauan Mentawai Yudas Sabaggalet, SE., MM., berharap kerja sama yang terjalin dengan UNPAR membawa dampak signifikan bagi pengembangan kapasitas SDM di daerahnya. Menurut dia, perlu dilakukan pendampingan juga oleh UNPAR atas penguatan kapasitas SDM tersebut.

Lebih lanjut, Yudas menuturkan, melalui kerja sama yang sudah terjalin ini, UNPAR turut mendorong dan menjadikan Kepulauan Mentawai sebagai sasaran inovasi, penguatan penelitian, dan kegiatan pengabdian kepada masyarakat. Hal tersebut tentunya sejalan dengan semangat Tri Dharma Perguruan TInggi dan diimplementasikan di Kepulauan Mentawai.

“Dengan kerja sama ini, harapannya Kepulauan Mentawai bisa diperkuat,” ucapnya. (Ira Veratika SN-Humkoler UNPAR)