Home / Berita Terkini / IO Unpar dan Kedubes AS Gelar Forum Komunikasi Beasiswa ke Luar Negeri

IO Unpar dan Kedubes AS Gelar Forum Komunikasi Beasiswa ke Luar Negeri

Beasiswa menjadi hal istimewa bagi pelajar yang ingin bersekolah, atau bahkan melanjutkan pendidikannya ke tingkat yang lebih tinggi. Untuk mendapatkan beasiswa terbilang tidak mudah, tetapi bukan menjadi hal yang tidak mungkin.

Ada sejumlah persyaratan yang harus dipersiapkan dan dipenuhi oleh setiap kandidat dalam pengajuan beasiswa. Hal ini lebih terasa, terutama bagi mereka yang ingin bersekolah di luar negeri.

Salah satu negara maju yang kerap menjadi tujuan para pelajar untuk bersekolah adalah Amerika Serikat. Jenjang pendidikan yang ditempuh mulai dari tingkat diploma, sarjana, magister, doktor, hingga profesor. Bahkan, tidak sedikit yang mengambil pendidikan setara sekolah menengah atas (SMA) di luar negeri.

Melihat hal tersebut, Kedutaan Besar Amerika Serikat (Kedubes AS) bekerjasama dengan Kantor Internasional dan Kerjasama divisi International Office Universitas Katolik Parahyangan (IO Unpar) berkolaborasi mengadakan forum komunikasi di Operation Room Unpar, pada Kamis (25/10). Tim dari Kedubes AS membagikan informasi tentang bagaimana kondisi serta kebutuhan akademik, administrasi dan keuangan bagi para mahasiswa yang berminat bersekolah di AS.

Pada kesempatan tersebut, Kedubes AS diwakili oleh Muhammad Iqbal Zamzami dari sektor Hubungan Masyarakat Kedubes AS di Jakarta. Beliau adalah salah satu penerima beasiswa Fullbright, salah satu beasiswa paling bergengsi untuk melanjutkan pendidikan ke AS.

“Sejujurnya aja ya, kalian itu enggak perlu mikir kalau ah cuma yang IPK-nya 4 aja yang diterima beasiswa. Salah besar!,” ungkapnya. Ia kemudian menerangkan bahwa yang dicari dari penyelenggara beasiswa adalah nilai lebih yang didapat dari luar kelas.

“Jangan sia-siakan pengalaman menjadi tenaga sukarela loh. Justru hal-hal seperti itulah yang bikin kalian lebih dilihat. Ini karena orang yang berpengalaman menjadi tenaga sukarela biasanya punya wawasan praktikal dan teoretis. Berbeda dengan orang yang cuma belajar di kelas saja,” tambahnya.

Dalam forum kali ini, Iqbal menerangkan bahwa ada banyak sekali ragam beasiswa untuk mahasiswa yang ingin melanjutkan pendidikan ke luar negeri (AS), seperti Fullbright, YSEALI dan lainnya.

Selain petunjuk teknis mengenai administraif, dalam forum ini juga dibahas mengenai bagaimana mahasiswa yang tidak pernah tinggal lama di luar negeri terutama di AS beradaptasi dengan mudah. Hal-hal seperti mendapatkan makanan a la Indonesia atau bagaimana bekerja sesuai ketentuan visa yang kita dapatkan.

Ditemui pada kesempatan yang sama, Chris Stephany staf IO Unpar selaku salah satu penyelenggara mengatakan bahwa jumlah peserta forum yang hadir terbilang banyak.

“Forkom (forum komunikasi) kali ini memang paling banyak. Sudah ada sekitar 96 orang yang mendaftar dan 50-an orang yang datang. Biasanya yang begini yang datang cuma belasan orang,” kata Chris.