Home / Alumni / International Office Gelar Farewell Ceremony Mahasiswa Internasional Unpar

International Office Gelar Farewell Ceremony Mahasiswa Internasional Unpar

Kantor Internasional dan Kerjasama Universitas Katolik Parahyangan (KIK Unpar) mengadakan farewell ceremony sebagai momen penutup akhir perjalanan masa studi mahasiswa internasional di Unpar, baik yang mengikuti program Australian Consortium for ‘In-Country’ Indonesian Studies (ACICIS) dan Bilateral Program dengan mitra universitas luar negeri. Acara ini diadakan oleh International Office KIK Unpar bertempat di Hotel Grand Tjokro, Bandung, pada Senin (19/11).

Kegiatan ini menjadi momen untuk mengumpulkan berbagai masukan serta saran terkait proses belajar-mengajar bagi mahasiswa asing yang menempuh studi di Unpar. “It’s been a good thing to be with you here in Unpar, we really wish you will have more than knowledge but also links, and of course friends,” ungkap Ratih Indraswari SIP,MA, Kepala Bagian Kerja Sama KIK Unpar dalam sambutannya.

Dalam kesempatan tersebut, para peserta saling berbagi pengalaman-pengalaman unik mereka selama menempuh perkuliahan di Unpar. Salah satu mahasiswa yang berbagi pengalaman adalah Tamara. Menurutnya, ada banyak hal unik yang berbeda dari pengalamannya di Australia. Ia sangat menyukai komposisi kelas yang memiliki jumlah mahasiswa yang lebih kecil dibandingkan kelas-kelas yang umumnya ditemui di Australia.

Baginya, hal tersebut sangat membantu dirinya untuk berkonsentrasi dan belajar banyak di kelas. Di luar kampus, ia sangat menikmati makanan juga jajanan warung yang menurutnya sangat murah dan memiliki porsi yang pas. “It’s something you can’t find in Australia, cheap foods everywhere just when you like it,” katanya.

Selain Tamara, seorang mahasiswa lain yang bernama Jake juga sangat antusias dalam menjalani studi mereka di Indonesia. “I like it here, even more than when I’m at Jogja. It’s because of the weather! It’s nice…not too cold and not too hot,” ungkap Jake. Ia sebelumnya belajar selama satu semester di UGM dan melanjutkan studinya di Unpar karena rekomendasi positif dari sejumlah temannya yang berasal dari Bandung. Menurutnya, pengajaran di Unpar sangat membantu memahami politik Indonesia secara luas namun mendalam. Ia juga mengatakan bahwa penjelasan dosen-dosen mengenai teori sangat baik.

Secara umum mahasiswa internasional yang berkesempatan untuk belajar di Unpar memberikan kesan yang baik. Tidak hanya dari ilmu dan pandangan baru yang mereka temukan, namun juga dari pengalaman bertemu dengan masyarakat Parahyangan yang ramah dan menjunjung keberagaman.