Home / Berita Terkini / HMPSIHI x BEM Unpar Mengajak Mahasiswa untuk Membangun Profesional Branding

HMPSIHI x BEM Unpar Mengajak Mahasiswa untuk Membangun Profesional Branding

Mengajak mahasiswa untuk membangun professional branding yang lebih baik, Himpunan Mahasiswa Program Studi Ilmu Hubungan Internasional bersama dengan Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas Katolik Parahyangan (HMPSIHI x BEM Unpar) menggelar kelas online untuk donasi yang bertajuk “Making a Good CV and Maximizing Your LinkedIn: Starting Point to Build your Professional Branding” pada Jumat (1/5/2020) pukul 15.00-16.30 dan Sabtu, (2/5/2020) pukul 10.00-11.30. 

Kelas online yang sifatnya terbatas ini juga menggalang dana yang disalurkan untuk mendukung gerakan sosial bantuan sembako di hari buruh 1-3 Mei 2020 oleh 14 organisasi di Indonesia. Bella Aprilia (Hubungan Internasional 2017, Human Resources at StudentsCatalysts) dalam acara ini berkesempatan untuk membagi beragam strategi khusus, tips dan trik untuk membuat CV dan platform LinkedIn menjadi lebih menarik dan berkualitas kepada para peserta. 

Kelas online dibagi ke dalam dua sesi, yakni “Good CV 101 and Its Strategy” untuk mempelajari bagaimana strategi dan membuat CV yang baik dan “Maximizing your LinkedIn”, untuk mempelajari bagaimana memanfaatkan platform LinkedIn sebagai rekam jejak jenjang karir yang ditujukan bagi pengguna dan calon pengguna platform dan ingin mengembangkan profilnya. 

Bella memulai dengan penjelasan mengenai CV, yang merupakan kumpulan dari pengalaman, latar belakang pendidikan, informasi personal dan keahlian suatu individu yang digunakan untuk melamar posisi pekerjaan, program magang, organisasi, ataupun program-program lainnya. Dalam materinya, dijelaskan bahwa CV menjadi penting dalam proses recruitment karena CV menjadi impresi pertama bagi recruiter. CV juga menjadi penentu professional branding suatu individu yang dilihat dari strukturnya dan menentukan kesempatan kandidat recruitment terpilih. 

Bella memperingati peserta untuk memperhatikan hal mendetail seperti tatabahasa, kesalahan tipografis, dan kerapihan dari CV. Bella juga mengingatkan peserta untuk menulis CV yang lebih tepat, fokus, dan terbuka. “Kalian cukup menyebutkan skill yang kalian punya dan relevan dengan pekerjaan atau posisi yang mau di apply dan bisa terukur,” jelas Bella. Dengan demikian, individu dapat menonjolkan keahliannya yang menjadi professional branding tersendiri kepada para recruiter. “Tetapi persepsi yang harus diubah adalah, CV itu bukan list of achievements saja, tetapi apa yang penting dari achievements tersebut,” tegasnya. 

Penulisan CV yang baik dan berkualitas dapat diterapkan dalam mengembangkan platform LinkedIn. LinkedIn merupakan situs jaringan sosial yang berorientasi bisnis, terutama digunakan untuk jaringan professional. LinkedIn marak digunakan oleh mahasiswa atau sarjana yang ingin memperluas koneksi atau mencari kesempatan bekerja di perusahan-perusahaan. Platform ini dapat diisi dengan berbagai rekam jejak pencapaian, pengalaman, dan keahlian individu yang fungsinya sama dengan media sosial lainnya. Dalam kesempatan ini, Bella sangat menyarankan mahasiswa untuk segera beralih dan menggunakan LinkedIn untuk mengembangkan potensi dan professional branding dalam mengawali jenjang karir.

Trik lainnya yang menarik adalah keharusan untuk memiliki mindset “be a purple cow”, atau menonjolkan keunikan individu yang berbeda dari orang lain melalui spesialisasi masing-masing.  Bella juga menganjurkan untuk menggunakan sudut pandang orang ketiga dalam membangun professional branding. Pada dasarnya, individu harus memposisikan diri sebagai pihak yang menjual produk yang merupakan kualifikasi mereka. “Istilahnya, kalian ingin membuktikan bahwa produk ini layak untuk dipilih atau dibeli oleh orang lain,” jelas Bella. Dengan menggunakan sudut pandang orang ketiga, individu dapat men-engage kualifikasi mereka dengan kebutuhan para recruiter.

Di akhir kelas online, para peserta dengan antusias bertukar pendapat dan melontarkan berbagai pertanyaan terkait penulisan CV dan pengembangan platform LinkedIn. “Aku harap dengan mengikuti kelas ini, temen-temen merasakan perkembangan dari bikin CV dan LinkedIn,” tutur Bella. “Percaya, sebenarnya membuat CV dan LinkedIn itu tidak sesimpel yang kalian kira. Akan lebih baik untuk mulai membangun profil kalian dari sekarang,” pungkasnya. (MGI/DAN – Divisi Publikasi)