Home / Berita Terkini / HMPSEP Persatukan Mahasiswa Jadi Keluarga
HMPSEP

HMPSEP Persatukan Mahasiswa Jadi Keluarga

Selain menimba ilmu, mahasiswa memiliki kebutuhan untuk mengembangan kemampuan dan bakat diri. Bila proses pembelajaran dipusatkan dalam kegiatan perkuliahan, maka pengembangan diri disalurkan melalui berbagai organisasi kemahasiswaan. Salah satunya adalah himpunan mahasiswa, yang berada di dalam setiap program studi yang ada dalam sebuah universitas, tidak terkecuali di Universitas Katolik Parahyangan (Unpar).HMPSEP

Hal inilah yang mendasari keberadaan Himpunan Mahasiswa Program Studi Ekonomi Pembangunan (HMPSEP) sebagai satu dari tujuh belas himpunan mahasiswa yang ada di lingkungan Unpar. Wadah pengembangan diri merupakan tujuan utama HMPSEP, seperti yang dikemukakan oleh Sarah Raissa Ketua HMPSEP Unpar. Ia menjelaskan, “Selama kuliah, bukan cuma kemampuan akademik saja yang dikembangkan, tapi kemampuan softskill juga harus dikembangkan.”

Program kerja unggulan

Meski lebih kecil bila dibandingkan dengan berbagai himpunan mahasiswa lain, bukan berarti potensi yang HMPSEP miliki juga kecil. HMPSEP terkenal memiliki berbagai program kerja yang menarik dan khas. Contohnya adalah Development Economics Event (DEE). “(DEE) Awalnya adalah gabungan dari dua event,” kata Sarah. Kegiatan yang dimaksud adalah Bandung Economic Experience (BEE) dan Development Economic Competition Event (DECE), yang sejak 2017 lalu dilebur menjadi satu proker.

Kegiatan DEE akan diisi berbagai perlombaan dan seminar bagi siswa SMA, mahasiswa, serta kalangan umum. Kegiatan ini tidak hanya bertujuan untuk mengasah kemampuan dan meningkatkan wawasan ekonomi para pesertanya, namun juga untuk memperkenalkan keberadaan Ekbang Unpar kepada masyarakat luas.

Tidak hanya dalam bidang ekonomi saja. Di bidang budaya, HMPSEP secara rutin mengadakan Kampoeng Parahyangan (KP). “Kita ingin membangkitkan kebudayaan (Indonesia) di mahasiswa,” kata Sarah, yang mengemukakan kurangnya minat dan pengetahuan kaum muda akan budaya Indonesia. Tahun lalu, kegiatan ini mengangkat tema Budaya Jawa Barat. KP 2018, ungkap Sarah, akan membawa kebudayaan yang lebih beragam, khususnya dari luar Jawa Barat.

Ada beberapa program kerja lain yang juga memiliki daya tarik tersendiri. Antara lain SD Binaan yang merupakan program pengabdian masyarakat HMPSEP, Diskusi Ekonomi, Majalah 911, Liga Ekbang, dan sebagainya. Untuk periode ini, ada satu program kerja yang kembali diadakan, yaitu Kunjungan Instansi yang ditujukan ke salah satu lembaga di Provinsi Jawa Barat.

Kekeluargaan yang erat

Apa yang unik tentang Ekonomi Pembangunan (Ekbang) Unpar? Bagi Sarah, ilmu yang dipelajari di Ekbang jauh berbeda dibandingkan program studi lain di FE. Seperti yang ia katakan, “Justru ekonomi sesungguhnya ada di Ekbang.” Di saat bidang ilmu lain lebih berkonsentrasi pada kegiatan spesifik, seperti akuntansi dan manajemen, mahasiswa Ekbang mendalami lebih lanjut tentang teori dan konsep dalam ilmu ekonomi. Hal ini memungkinkan mereka untuk menjelaskan fenomena dan kebijakan perekonomian, baik secara mikro maupun makro.

Di sisi lain, ia merasakan betapa eratnya rasa kekeluargaan diantara sivitas akademika Ekbang Unpar. Hal ini tertuang pada visi dan misi yang dirangkum lewat sebuah slogan: “Bersatu, Berjanji, IESP di Hati”. “Kita ingin menunjukkan kalau ekonomi pembangunan itu meskipun sedikit, namun kekeluargaan kita yang paling kuat,” jelasnya. Inilah aset penting yang dimiliki oleh HMPSEP untuk membangun suatu wadah yang mampu mengembangkan mahasiswa baik secara akademik, juga minat, bakat, dan kemampuan lainnya.