Home / Berita Terkini / G(irls) 20 Summit: dari Perempuan untuk Dunia
G(irls) 20 Summit: dari Perempuan untuk Dunia

G(irls) 20 Summit: dari Perempuan untuk Dunia

Baru-baru ini, Beijing menjadi tuan rumah dari the 7th Annual G(irls) 20 Summit. Acara ini digelar di Four Seasons Hotel, tanggal 9 Agustus 2016. G(irls) 20 sendiri adalah sebuah organisasi nirlaba yang berbasis di Kanada. Tujuan utamanya adalah mendorong dan meningkatkan partisipasi perempuan, terutama dalam pembuatan kebijakan ekonomi, politik, dan inovasi-inovasi sosial. Salah satu kegiatan G(irls) 20 adalah pelaksanaan G(irls) 20 Summit, yang saat ini memasuki tahun ketujuh. G(irls) 20 juga didukung oleh pemerintah Kanada, meskipun berdiri secara independen dan bukan merupakan anak organisasi resmi dari G20.

G(irls) 20 Summit mempertemukan delegasi dari seluruh dunia, termasuk Indonesia. Giasinta Livia, mahasiswa program studi HI UNPAR angkatan 2014, berkesempatan mewakili Indonesia dalam pertemuan tahun ini.

Awalnya, Livia bercerita bila keikutsertaannya dalam G(irls) 20 ini agak spontan. Dimulai dari mencari informasi mengenai kegiatan internasional secara online, Livia menemukan kesempatan untuk mengikuti G(irls) 20 Summit. Setelah melalui proses seleksi dan wawancara, Livia berhasil terpilih sebagai perwakilan Indonesia dalam konferensi ini. Sangat membanggakan, mengingat Indonesia juga menjadi satu-satunya negara dari Asia Tenggara dalam konferensi tersebut.

Fokus utama dari G(irls) 20 Summit tahun ini adalah menindaklanjuti hasil KTT G20 yang diadakan di Tiongkok pada 2014 lalu. Salah satu hasil KTT tersebut adalah penciptaan lapangan kerja untuk seratus juta perempuan pada tahun 2025. Untuk menanggapi hal tersebut, G(irls) 20 mencari solusi dan menawarkan rekomendasi untuk membantu tercapainya komitmen tersebut.

Kegiatan yang diikuti oleh Livia tidak hanya berupa konferensi saja, tetapi juga workshop yang diadakan menjelang konferensi. Workshop  ini didukung oleh partner-partner G(irls) 20, baik lokal maupun internasional. Puncaknya, delegasi-delegasi memberikan rekomendasi dalam bentuk communiqué atau rekomendasi, yang diberikan kepada perwakilan organisasi G20.

Livia menambahkan, communiqué kepada pemimpin G20 bukan hanya hasil akhir yang diharapkan dari G(irls) 20 Summit ini. Semua delegasi diharapkan untuk melakukan kontribusi yang secara langsung terasa manfaatnya bagi masyarakat di sekitarnya. Livia mencontohkan, saat ini ia dan beberapa dosen di UNPAR sedang melakukan pengembangan small and medium entreprise (SME) dengan melibatkan ibu-ibu di wilayah Bukit Jarian. Ia juga menambahkan, teman-teman delegasinya juga memiliki project masing-masing. Contohnya, mencari solusi bagi kaum imigran, peningkatan kesehatan bagi perempuan petani dan lain-lain.

Bagi Livia, momen paling menarik selama mengikuti kegiatan G(irls) 20 Summit adalah ketika mereka diundang secara resmi oleh Duta Besar Kanada untuk Tiongkok. Baginya, merupakan kebanggaan dan kehormatan tersendiri untuk menjadi tamu resmi dari seorang duta besar.

Lewat keikutsertaannya dalam G(irls) 20 dan project-nya saat ini, Livia berharap agar apa yang telah ia dan kawan-kawannya lakukan dapat membawa perubahan, khususnya di lingkungan sekitar UNPAR. Ia juga berharap, agar rekomendasi yang dihasilkan oleh pertemuan ini dapat diterima oleh pemangku kebijakan, terutama dalam negara-negara yang tergabung dalam G20.

Giasinta Livia membuktikan bahwa menjadi pembawa perubahan itu tidak mustahil. Lewat keikutsertaannya dalam G(irls) 20 Summit, ia dan kawan-kawannya membuktikan kalau perempuan dapat menjadi penggerak untuk menciptakan dunia yang lebih baik.