Gali Passion Diri, UNPAR Kenalkan Tiga Program Pilihan ke Pelajar SMA Santa Theresia Jakarta

Menentukan pilihan, apalagi jurusan perkuliahan tentunya tak mudah bagi sebagian besar orang. Apalagi jika pilihan tersebut berimplikasi pada prospek karier di masa mendatang dan dikaitkan dengan passion dalam bekerja, seringkali menjadi sebuah dilema terutama bagi generasi muda. Melalui workshop bertajuk “Find Your Passion”, Universitas Katolik Parahyangan memberi gambaran atas tiga program sarjana pilihan yang bisa membuka mata dan pikiran pelajar kelas 10 dan 11 SMA Santa Theresia Jakarta.

Ketiga program itu ialah Program Studi (Prodi) Hubungan Internasional (HI), Prodi Arsitektur, dan Fakultas Hukum (FH) UNPAR. Workshop yang dibagi dalam tiga sesi itu menjelaskan seluk beluk ketiga program kepada setidaknya 93 pelajar secara daring, pada Rabu (2/6/2021). Mulai dari cakupan ketiganya dalam dimensi kehidupan hingga opsi karier yang relevan dengan perkembangan zaman.

Pengenalan Prodi HI disampaikan Wakil Dekan Bidang Akademik FISIP UNPAR Dr. Aknolt Kristian Pakpahan. Dia menuturkan, dalam konteks mahasiswa HI, fokusnya adalah mengedukasi masyarakat akan isu-isu yang sifatnya internasional. Misalnya masalah pandemi Covid-19, kerusakan lingkungan, pemanasan global, masalah perang, dan segala hal yang berkaitan dengan berbagai persoalan internasional.

Tak hanya itu, teknik-teknik diplomasi dan negosiasi pun dipelajari di HI UNPAR. Pengetahuan diplomasi diperlukan karena berkaitan dengan kepentingan yang ingin dicapai. Contohnya, jika berbicara kepentingan nasional, dalam hal ini pemerintah Indonesia dalam konteks ekonomi ingin agar produk dalam negeri bisa memasuki pasar Amerika Serikat dan Eropa. Maka diperlukan diplomasi untuk mewujudkan hal itu.

“Dalam studi HI, salah satu topik yang sering dibicarakan adalah topik diplomasi. Diplomasi dilakukan untuk biasanya meng-goal-kan kepentingan kita. Kita melakukan negosiasi, diplomasi. Teknik-teknik diplomasi, negosiasi dipelajari dalam studi HI,” tuturnya.

Dia pun menuturkan, opsi pekerjaan lulusan HI tak hanya menjadi diplomat. Pilihan pekerjaan sangat bervariasi, mulai dari jurnalis, anchor, lembaga internasional, organisasi migrasi internasional, lembaga pemerintahan selain Kementerian Luar Negeri (Kemenlu), dan perusahaan multinasional.

“Opsinya sangat bervariasi sekarang, agak sulit kalau orang hanya menggunakan ‘kacamata kuda’ melihat bahwa lulusan HI hanya akan menjadi diplomat. Pekerjaan di luar sana banyak, lulusan HI UNPAR tersebar dimana-mana dan sebagian kecil menjadi diplomat. Kemenlu hanya membuka posisi tiap tahunnya itu 180-200 posisi, bayangkan ada 72 Prodi HI di Indonesia,” ucapnya.

Menurut dia, segala peluang terbuka bagi lulusan HI. Tak wajar rasanya jika mengkotakkan diri bahwa HI hanya berkutat soal diplomat. Seiring dengan perkembangan zaman dan kebutuhan akan sumber daya manusia (SDM) yang adaptif sekaligus kompetitif, lulusan HI pun bisa memenuhi hal itu.

“HI UNPAR hanya memberikan kunci, pintu mana yang dibuka itu ada di masing-masing lulusan. Karena pekerjaan di luar dengan globalisasi kini semakin luas, orang-orang sudah harus memupuk dirinya dengan soft skill, kemampuan diri,” ujarnya.

Sementara dari Prodi Arsitektur, Dr. Bachtiar Fauzy, Ir., M.T., menjabarkan program baru yang akan diselenggarakan dalam waktu dekat, yaitu PPAr (Program Profesi Arsitek) yang dapat memberikan kesempatan yang luas bagi lulusan Arsitektur UNPAR guna melengkapi pendidikan 4+1 tahun (5 tahun) sesuai dengan yang telah diamanatkan dalam UU Arsitek Nomor 6 Tahun 2017.

“UNPAR akan membuka PPAr ini,” kata Bachtiar.

Peluang karier bagi lulusan Arsitektur sendiri, lanjut dia, yaitu menjadi arsitek perencana, arsitek pelaksana, desainer, desain interior/furniture, desain lansekap, desain perkotaan, desain web, dosen, hingga bekerja di pemerintahan.

“Prospek karier arsitektur UNPAR ini memberikan satu proses pembelajaran yang bisa menjadikan alumni bisa bekerja dimana saja, karena pembelajarannya secara integral dan komprehensif. Seluruh aspek kehidupan itu dipelajari,” tuturnya.

Selain mengenalkan Prodi HI dan Arsitektur, dalam kesempatan itu pelajar Santa Theresia pun diberi gambaran tentang Fakultas Hukum UNPAR. Dalam hal ini, John Lumbantobing, S.H., LL.M., MCIArb., mengungkapkan bahwa apapun bidang dalam kehidupan ini, ada hukum yang mengaturnya. Otomatis, perlu orang-orang yang ahli di bidang hukum terkait.

“Saya yakin banyak dari kita aware dengan perkembangan terbaru terkait SpaceX kembali meluncurkan satelit. Space travel makin dekat menjadi kenyataan buat masyarakat secara umum. Dan begitu peradaban manusia itu menyentuh suatu bidang, dalam hal ini luar angkasa, maka hukum akan mengikuti. Sekarang ini mulai berkembang juga bidang hukum antariksa yang mengatur bagaimana kegiatan di antariksa itu,” ujar dia. (Ira Veratika SN-Humkoler UNPAR)