Tangkapan Layar https://brandstorm.loreal.com/, Kamis (28/4/2022).

Gagas Inovasi Revamping pada Produk Kecantikan, Mahasiswa UNPAR Sabet Juara Favorit L’Oréal Brandstorm 2022

UNPAR.AC.ID, Bandung – Mahasiswa Universitas Katolik Parahyangan (UNPAR) kembali torehkan prestasi membanggakan. Mewakili UNPAR, Daphne Andrea mahasiswa Hubungan Internasional (HI) UNPAR bersama timnya berhasil masuk jajaran finalis 4 besar dan rengkuh juara favorit dalam ajang  L’Oréal Brandstorm 2022 pada Kamis (7/4/2022) lalu.

L’Oréal Brandstorm sendiri merupakan kompetisi inovasi di industri kecantikan atau Beauty and Personal Care Product (BPC) di bawah L’oreal, global beauty Fast Moving Consumer Good (FMCG) yang dilakukan secara global setiap tahunnya. Kompetisi inovasi skala internasional tersebut diikuti oleh lebih dari 65 negara di dunia. 

Pada perhelatannya kali ini, sejumlah 1500 lebih peserta dari seluruh Indonesia ikut dalam ajang berskala internasional tersebut. Di tingkat final, tiap tim diminta untuk melakukan pitching dari 10 pager yang telah disiapkan di hadapan C-level dan Board of Directors L’oreal Indonesia.

Mengusung inovasi L’Oréal Revamp di bawah payung sustainability track, Daphne bersama dua rekan setimnya yaitu Adinda Savitri Indiraswari dari Universitas Indonesia (UI) dan Jessica Herris Wang dari Universitas Multimedia Nusantara (UMN) yang tergabung dalam tim Knightingale, berhasil menjawab tantangan “Disrupt the Beauty 2030” yang diberikan ajang tersebut.

Inovasi ‘revamping’ yang digagas oleh timnya tersebut merupakan sistem refill yang menggunakan modular pods, refill station, dan refill mobile dengan menonjolkan keberlanjutan yang sirkular, melibatkan production, consumption, dan post-consumption.

Daphne berharap jika inovasinya ini dapat menjadi inspirasi bagi perusahaan lainnya di berbagai industri khususnya kecantikan untuk dapat diimplementasikan sebagai bentuk keberlanjutan.

“Membuat L’Oréal jadi first market mover yang bisa trace waste-nya, terutama chemical waste yang jarang banget menerima perhatian dibanding plastik padahal sangat berbahaya. Ide ini juga mematahkan stigma kalau sustainable itu tidak luxurious, in fact it can,” katanya saat dikonfirmasi Rabu (27/4/2022).

Melalui kompetisi ini, Daphne menyampaikan banyak belajar dari proses riset dan diskusi yang dilakukan untuk mencapai inovasinya tersebut.

“Belajar people management on top of other skills, seperti effective communication, time management, business acumen, slide making, empathy, dan lain-lain,” tutur Daphne.

Kedepannya dia berkata ingin membawa perubahan dan dampak baik bagi masyarakat luas dengan ilmu yang didapatnya di bangku kuliah.

“Jadi salah satu jalan untuk membuat perubahan dan dampak yang signifikan dengan masuk ke industri ini. Pengetahuan, daya analisis, dan semua bekal dari ilmu HI jujur terpakai banget. Sekarang juga lebih ada kepercayaan diri dan tau rasanya membawa nama Unpar ke berbagai ajang. Jadi fix akan lebih banyak explore lagi, semakin random lagi di dunia bisnis ataupun di jurusan aku, HI,” ucapnya. (RAM-Humkoler UNPAR)