FTI UNPAR-BIOPS Agrotekno Teken MoU, Sektor Pertanian jadi Perhatian

UNPAR.AC.ID, Bandung – Fakultas Teknologi Industri Universitas Katolik Parahyangan (FTI UNPAR) meneken Memorandum of Understanding (MoU) dengan PT BIOPS Agrotekno Indonesia, secara daring, pada Kamis (23/9/2021). Kerja sama tersebut menjadi salah satu bentuk implementasi Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM) sekaligus kolaborasi kedua belah pihak untuk memanfaatkan teknologi dan sains guna membantu sektor pertanian di Indonesia.

Penandatanganan MoU dilakukan Dekan FTI Dr. Thedy Yogasara, S.T., M.Eng.Sc. dan CEO PT BIOPS Agrotekno Indonesia Dally Shaffar. Turut disaksikan oleh Wakil Dekan FTI Bidang Akademik Ratna Frida Susanti, Ph.D.; Wakil Dekan FTI Bidang Sumber Daya Dedy Suryadi, Ph.D.; Ketua Jurusan Teknik Elektro: Dr. Bagus Arthaya, Ir., M.Eng.; dan Kepala Kantor Internasional dan Kerjasama (KIK) UNPAR Sylvia Yazid, Ph.D. Kemudian CTO PT. BIOPS Agrotekno Nugroho Hari Wibowo dan COO PT. BIOPS Agrotekno Gendipatih.

Kerja sama antara FTI UNPAR dan PT BIOPS merupakan salah satu bentuk implementasi program MBKM. Dalam hal ini, mahasiswa dapat melaksanakan kegiatan magang/praktik kerja, penelitian, dan proyek/studi independen. Sekadar informasi, Program peminatan Mekatronika pada Jurusan Elektro UNPAR telah bekerja sama dengan PT BIOPS dalam mengembangkan dan menerapkan teknologi image processing untuk mendeteksi hama. 

Dekan FTI UNPAR Dr. Thedy Yogasara, S.T., M.Eng.Sc. dalam sambutannya menyambut baik kerja sama antara FTI dan BIOPS, khususnya dalam hal implementasi kebijakan MBKM. Dia menuturkan, saat ini Perguruan Tinggi tentunya membutuhkan partner bagi para mahasiswa bisa melakukan serangkaian program yang termasuk dalam Kampus Merdeka.

“Terima kasih kepada PT. BIOPS Agrotekno yang telah bersedia menyediakan tempat, tentunya akan sangat membantu para mahasiswa kami didalam melakukan kegiatan MBKM ini. Mungkin dengan PT. BIOPS ini ada beberapa hal yang bisa kita lakukan terutama tadi tentang magang dan penelitian. Kami tentunya mengharapkan kita bisa saling menguntungkan, kita bisa saling memberikan kontribusi,” tuturnya.

Sementara itu, CEO PT BIOPS Agrotekno Indonesia Dally Shaffar pun meyakini kerja sama pihaknya bersama UNPAR akan membawa dampak signifikan bagi sektor pertanian. Menurut dia, implementasi dari teknologi dan sains terutama digital teknologi merupakan kunci dari pengembangan dari sektor-sektor nondigital, salah satunya pertanian.

“Kami selalu percaya bekerja sama dengan pihak Universitas menjadi hal yang paling penting bagi kami. Karena kami selalu mendapatkan sudut pandang yang segar dari teman-teman peneliti dan mahasiswa. Kami sangat terbuka dengan adanya kerja sama apalagi bisa saling bersinergi melalui kebijakan MBKM melalui berbagai program turunannya. Agar kita bisa memiliki impact bersama khususnya untuk sektor pertanian,” ujarnya. (Ira Veratika SN-Humkoler UNPAR)

Berita Terkini

Menilik Ihwal Ekonomi Kesejahteraan dari Perspektif Amartya Sen

Menilik Ihwal Ekonomi Kesejahteraan dari Perspektif Amartya Sen

UNPAR.AC.ID, Bandung – Dewasa ini, kesejahteraan ekonomi merupakan hal yang masih sulit untuk dicapai. Faktor utama dari kesejahteraan bukan lagi berbicara mengenai ekonomi semata, lebih jauh lagi berbicara mengenai kemanusiaan dan hal tersebut harus dapat diukur. ...

Panitia Seleksi Umumkan 6 Bakal Calon Rektor UNPAR Masa Bakti 2023-2027

Panitia Seleksi Umumkan 6 Bakal Calon Rektor UNPAR Masa Bakti 2023-2027

UNPAR.AC.ID, Bandung – Panitia Proses Seleksi Rektor Universitas Katolik Parahyangan mengumumkan 6 nama Bakal Calon Rektor UNPAR masa bakti 2023-2027 di Selasar Multifungsi Pusat Pembelajaran Arntz-Geise UNPAR, Kamis (26/1/2023). Dari 10 Pelamar Bakal Calon Rektor, 6...

Kontak Media

Divisi Humas & Protokoler

Kantor Pemasaran dan Admisi, Universitas Katolik Parahyangan

Jln. Ciumbuleuit No. 94 Bandung
40141 Jawa Barat

Sep 24, 2021

X