Home / Berita Terkini / FGD PACIS Unpar Bersama PPPK Kemlu RI Bahas Kerja Sama Kawasan Amerika Latin

FGD PACIS Unpar Bersama PPPK Kemlu RI Bahas Kerja Sama Kawasan Amerika Latin

Pada Kamis (13/2/2020), PACIS UNPAR menyelenggarakan diskusi kelompok terfokus (focus group discussion – FGD) terkait Diplomasi Ekonomi Indonesia di Kawasan Amerika Latin. Sebagai pembicara utama adalah Kepala Pusat Pengkajian dan Pengembangan Kebijakan (PPPK) Kawasan Amerika-Eropa (Amerop) Kementerian Luar Negeri RI, Dr. Ben Perkasa Drajat. Acara diikuti oleh Dosen-dosen HI Unpar, para pejabat Kemenlu, mahasiswa, alumni serta dosen HI dari berbagai Universitas di Bandung.    

Dalam paparannya, Dr. Ben menjelaskan salah satu sasaran diplomasi Indonesia adalah penguatan diplomasi Ekonomi. Kerjasama ekonomi menjadi penting untuk meningkatkan nilai perdagangan dengan berbagai negara. Salah satu langkah diplomasi adalah memperkuat kerja sama dengan berbagai “pasar baru” atau pasar “non-tradisional”, termasuk negara-negara di Afrika dan Amerika Latin. 

Langkah ini sudah dilakukan melalui terbentuknya Indonesia Africa Forum pada tahun 2018 dan Forum “Indonesia-Latin America and The Caribbean” (InaLatamCar) pada tahun 2019. Perluasan bertujuan meningkatkan peluang bisnis dan investasi di luar negara-negara yang sudah lama menjadi mitra dagang Indonesia, seperti Jepang, Korea Selatan, Amerika Serikat, dan negara anggota Uni Eropa. Diplomasi Indonesia juga bertujuan memperkuat infrastruktur kerjasama  ekonomi secara bilateral baik dalam organisasi-organisasi regional maupun pembentukan pasar-pasar bebas (Free Trade Area – FTA) di berbagai Kawasan.  

Untuk kawasan Amerika Latin, Indonesia memfokuskan pada kerjasama ekonomi dengan negara-negara yang tergabung dalam Aliansi Pasifik (Pacific Alliance) untuk melanjutkan kerjasama yang sudah terjalin dengan Mercado Comun del Sur (MERCOSUR) dan Caribbean Community (CARICOM). Sejak thn 2015 Indonesia telah menjadi negara pengamat Aliansi Pasifik dan saat ini tengah menjajaki untuk  menjadi associate member.  

Sebagai pembahas dalam presentasi tersebut adalah Kepala Parahyangan Center of International Studies (PACIS), Dr. Sukawarsini Djelantik. Dalam paparannya Kepala PACIS membahas posisi Amerika Latin yang kurang memiliki kedekatan psikologis dan geografis, sehingga menyebabkan kurangnya jumlah penelitian terkait Kawasan Amerika Latin. 

Pemakaian Bahasa Spanyol dan Portugal di negara-negara Amerika Latin juga menjadi kendala lain dalam berkomunikasi dan pertukaran budaya. Konektivitas dengan negara-negara di Amerika Latin juga menyebabkan minimnya kontak antar individu dan belum berkembangnya jumlah  wisatawan asing asal negara-negara Amerika Latin ke Indonesia. Salah satu rekomendasi yang muncul dalam diskusi adalah agar pada level mahasiswa dibentuk aktivitas pembelajaran Bahasa Spanyol serta pekan budaya Latin. Aktivitas dapat dilakukan dengan mengundang dan melibatkan pihak Kedutaan Besar salah satu atau beberapa negara berbahasa Latin.

Acara FGD diawali kuliah tamu yg diikuti para mahasiswa yang tengah mengambil mata kuliah “Diplomasi”. Bpk Ben Perkasa Drajat juga berkeinginan agar kerjasama antara PACIS dengan PPPK-Kemenlu RI dapat terus dilanjutkan. Kedua belah pihak bersepakat untuk mengadakan aktivitas-aktivitas pengkajian dan penelitian terkait isu-isu global. (/DAN)