Home / Berita Terkini / Eksplorasi Matematika dalam Komat 2017
Komat

Eksplorasi Matematika dalam Komat 2017

Program Studi (Prodi) Matematika dan Himpunan Mahasiswa Program Studi Matematika Universitas Katolik Parahyangan (HMPSMa Unpar) kembali mengadakan ajang Kompetisi Matematika (Komat) bagi siswa-siswi Sekolah Menengah Pertama dan Atas (SMP dan SMA) dari seluruh Indonesia. Sekitar 35 tim SMP yang terdiri dari dua orang per timnya serta 67 orang siswa dan siswi SMA berkesempatan memasuki babak semifinal dan final yang berlangsung pada hari Jumat dan Sabtu, 3 dan 4 November 2017, setelah sebelumnya melalui proses seleksi secara daring.

Di tingkat SMA, tiga orang peserta asal SMAK BPK Penabur 1 Jakarta meraih peringkat pertama hingga ketiga. Sedangkan peserta dari SMA Santa Laurensia dan SMA Santo Aloysius 1 Bandung masing-masing meraih peringkat empat dan lima. Dalam kategori SMP, tim dari SMP Santa Maria Cirebon meraih peringkat pertama, disusul oleh tim SMP Santa Laurensia, SMP Harapan Kasih Bandung, SMP Bintang Mulia Bandung, dan SMP Darul Hikam Bandung.

Pembukaan Komat 2017 pada Jumat (3/11) lalu diawali dengan penampilan tarian oleh Lingkung Seni Tradisional (Listra) Unpar.

Acara yang berlangsung di Aula Fakultas Ekonomi ini dihadiri oleh Rektor Unpar Mangadar Situmorang Ph.D., Wakil Dekan bidang Kemahasiswaan dan Alumni Fakultas Teknologi Informasi dan Sains (FTIS) Unpar Flaviana Catherine, S.Si, M.T, Ketua Program Studi Matematika Dr. J. Dharma Lesmono dan Ketua HMPSMa Livia Belinda Sugiarto, juga diikuti oleh para peserta Komat beserta guru pendamping.

Dalam sambutannya, Rektor Unpar Mangadar Situmorang menegaskan bahwa Komat bukan hanya ajang mencari pemenang semata, namun menumbuhkan kecintaan dan semangat menggeluti matematika. Sejalan dengan pengembangan kaum muda, Unpar akan terus menjalin kerja sama dengan berbagai pihak, khususnya sekolah menengah. “Kolaborasi antara perguruan tinggi dengan sekolah menengah sangat penting,” jelasnya. Di akhir sambutan ia berpesan, “Teruslah semangat belajar dan berkompetisi (dengan) sehat.”

Tema Komat 2017, Explore, merupakan wujud keinginan penyelenggara dalam mengenalkan kembali matematika sebagai hal yang menyenangkan kepada masyarakat umum, salah satunya lewat siswa-siswi SMP dan SMA. “Kita ingin masyarakat mengeksplorasi lebih lanjut tentang matematika,” ungkap Thomas Agung Ketua Pelaksana Komat 2017. Apalagi, tambahnya, matematika adalah hal yang tidak bisa lepas dari kehidupan sehari-hari.

Memecahkan olimpiade matematika

Selain menyelenggarakan kompetisi, Komat 2017 menghadirkan lokakarya penyelesaian soal-soal olimpiade matematika. Dalam lokakarya bertajuk “The Pearl of Mathematics Olympiad” ini, Anton Wardaya alumnus Matematika Unpar yang juga pendiri Wardaya College, mengajak para peserta untuk mencari solusi bagi permasalahan matematika yang sering keluar baik dalam olimpiade matematika di dalam maupun luar negeri.

Sekitar 40 orang peserta yang mayoritas merupakan guru pendamping peserta Komat dan mahasiswa, mengikuti lokakarya yang berlangsung selama dua jam tersebut. Para peserta mendapatkan modul berbagai soal khas olimpiade matematika, yang dibahas secara langsung dan sistematis sehingga mudah dipahami. “Intinya pembahasan soal-soal olimpiade matematika dengan cara-cara yang efektif dan menarik,” jelas Thomas terkait penyelenggaraan lokakarya.

Kegiatan Komat juga diisi oleh pengenalan Prodi Matematika oleh para tenaga pengajar, serta pengenalan profesi Aktuaris oleh READI dan University of Waterloo Kanada, yang telah menjalin kerja sama dengan Prodi Matematika Unpar beberapa waktu lalu. Pelaksanaan Komat Unpar 2017 diharapkan mampu menarik minat masyarakat, terlebih kaum muda akan matematika. “Kita ingin mengubah paradigma masyarakat melalui hal-hal kecil seperti ini,” ujar Thomas di akhir wawancara.