Home / Berita Terkini / Dosen HI Unpar sebagai pembicara pada Konferensi WAPOR 2019

Dosen HI Unpar sebagai pembicara pada Konferensi WAPOR 2019

Pada tanggal 19-21 Mei, World Association of Public Opinion Research (WAPOR) menyelenggarakan pertemuan tahunan yang ke 72 di Toronto, Canada. Tema yang diangkat pada pertemuan tersebut adalah: ‘Public Opinion and Democracy”, yang memfokuskan pada  Prinsip-prinsip demokrasi dikaitkan dengan penelitian survey. Konferensi ini melibatkan berbagai pemangku kepentingan dalam demokrasi, seperti akademisi serta pelaku survey. Peserta terlibat dalam diskusi untuk membuktikan apakah sudah terjadi kemunduran demokrasi, serta berbagai implikasinya di berbagai negara.  

Topik mengenai Opini Publik dan demokrasi ini sangat relevan dalam kondisi saat ini. Setelah 800 tahun Magna Carta diperkenalkan, berbagai hasil penelitian oleh lembaga-lembaga survey internasional menunjukkan bahwa nilai-nilai demokrasi, yang menitikberatkan pada suara rakyat, hak asasi manusia, kesetaraan hukum, dan penegakan aturan hukum, telah diterapkan secara luas di seluruh dunia. 

Dengan pertimbangan pentingnya penerapan nilai-nilai demokrasi, termasuk keberadaan lembaga-lembaga survei dalam era demokrasi, maka diperlukan dukungan dari berbagai penelitian akademik. Pembentukan opini publik merupakan hal paling signifikan bagi negara demokratis, sehingga perlu didukung oleh hasil-hasil kajian dan penelitian ilmu-ilmu sosial untuk menguji hubungan antara opini publik dan demokrasi secara lebih mendalam. 

Konferensi dibagi atas beberapa sesi yang menjawab pertanyaan-pertanyaan seperti, bagaimana kemunduran tingkat kepercayaan terhadap institusi-institusi politik yang dibentuk untuk mendukung demokrasi telah terjadi di beberapa negara. Sesi lainnya membahas berbagai upaya untuk meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap hasil polling dalam pemilihan umum. 

Melalui berbagai studi kasus di berbagai negara dan kawasan, juga dibahas berbagai upaya untuk mempertahankan tingkat kepercayaan publik, menjaga legitimasi pemilihan umum, dan bagaimana seharusnya penelitian opini publik dioperasionalisasikan dalam survey yang lebih baik. Berbagai presentasi dan hasil-hasil penelitian memberikan jawaban dan membuka wawasan mengenai perbedaan kondisi di berbagai negara. Situasi dan kondisi negara-negara yang demokrasinya sudah mapan dan sedang berkembang sangat menarik untuk dipelajari.   

WAPOR ke 72 tahun ini diikuti oleh 200 orang delegasi dari 38 negara, termasuk Dosen Ilmu Hubungan Internasional Universitas Katolik Parahyangan (Unpar), Dr. Sukawarsini Djelantik, sebagai satu-satunya anggota dan presenter dari Indonesia bahkan Asia Tenggara. Dalam program studi Ilmu Hubungan Internasional, terdapat kelompok bidang ilmu (KBI) yang secara khusus mendalami isu terkait komunikasi, jurnalisme, dan masyarakat transnasional.  

Dr. Sukawarsini mempresentasikan makalah berjudul: “Public Opinion and Democracy in Indonesia”, yang sangat relevan dibahas pada tahun 2019 ketika Indonesia tengah menyelenggarakan pemilihan umum yang paling dinamis dalam sejarah Indonesia modern. Situasi dan kondisi di Indonesia sebagai negara demokrasi terbesar ketiga di dunia, yang memiliki tingkat kebebasan berpendapat yang tinggi. Indonesia juga memiliki media massa yang paling bebas dibandingkan negara-negara tetangganya di kawasan Asia Tenggara. Sayangnya fakta-fakta tersebut tidak banyak diketahui oleh para peserta konferensi. Bahkan banyak peserta yang baru pertama kalinya mendengar nama Presiden Joko-Widodo/Jokowi dalam forum ini.    

Keikutsertaan Indonesia dalam menyampaikan hasil-hasil penelitian dan kajian mengenai demokrasi maupun topik-topik lainnya yang relevan sangat perlu terus didukung. Penting bagi para peneliti untuk mendiseminasikan hasil-hasilnya melalui forum-forum ilmiah internasional. Konferensi WAPOR berikutnya akan diadakan di Salamanca, Spanyol, pada Bulan September/Oktober 2020.