Home / Berita Terkini / Diskusi Pembelajaran Bahas Proses Belajar di Era Digital

Diskusi Pembelajaran Bahas Proses Belajar di Era Digital

Menutup akhir tahun 2019, Pusat Inovasi dan Pembelajaran Universitas Katolik Parahyangan (PIP Unpar) menyelenggarakan Diskusi Pembelajaran yang Inovatif dan Inspiratif yang ke-24. Kegiatan ini sekaligus menandai peluncuran tampilan baru laman PIP Unpar serta video pembelajaran hasil produksi tim PIP Unpar.

Dalam diskusi yang diselenggarakan pada Jumat (13/12) ini, PIP Unpar tidak hanya mengundang satu atau dua narasumber saja, namun delapan orang narasumber sekaligus. Diskusi dikemas dalam bentuk talkshow yang dibagi dalam tiga sesi acara. Acara dipandu oleh Hendrikus Endar Suhendar dari PIP dan Dosen Administrasi Bisnis Unpar Daniel Hermawan.

Dalam sambutannya, Kepala PIP Unpar Agus Sukmana mengungkapkan keinginan lembaga tersebut dalam meningkatkan akses pada materi pembelajaran serta ilmu yang dimiliki oleh Unpar, termasuk bagi masyarakat di luar universitas. Mimpi ini, menurut Agus, adalah agar, “Kita (Unpar) bisa berbagi dengan lebih banyak orang.” 

Ia juga tidak menampik tantangan bagi pembelajaran berbasis digital. Padahal, saat ini infrastruktur penunjang yaitu Palapa Ring atau ‘tol langit’ dalam meningkatkan konektivitas masyarakat. “Apakah kita akan ambil (peluang) itu, ataukah kita akan menunggu orang lain,” ujarnya.

Berbagi Ilmu

Acara diskusi dibuka dengan perbincangan mengenai pentingnya knowledge sharing di era global saat ini. Melalui sesi pertama, Prof. Judy Retti Witono, Dr. Erwinna Chendra, dan Onesius Otenieli Daeli, Ph.D. memberikan pandangan mereka akan pentingnya berbagi ilmu melalui sistem pembelajaran berbasis digital. Dunia digital membantu proses berbagi informasi dan ilmu, sehingga dapat memberikan dampak positif bagi proses belajar manusia.

Reinald Primulando, Ph.D. dan Haryanto Siahaan, Ph.D. dalam sesi kedua memberikan pengalaman mereka selama terlibat dalam produksi video pembelajaran bersama Tim PIP Unpar. Ternyata, ada saja tantangan yang perlu diatasi dalam menciptakan video yang menarik sekaligus informatif. Selain dari aspek materi, baik tim produksi maupun pemateri video perlu mempersiapkan diri, peralatan, serta materi sebaik mungkin untuk memberi hasil yang optimal.

Pada sesi terakhir, masa depan pembelajaran digital dibahas secara mendalam. Dalam sesi yang mengundang Prof. Bambang Sugiharto, Prof. Wahyudi Triweko dan Dr. Hadrianus Tedjoworo, OSC ini, para pembicara menjelaskan arah perkembangan dunia pembelajaran memanfaatkan teknologi digital, khususnya bertolak dari pengalaman perkuliahan yang mereka alami sebagai dosen.

Era digital membawa tantangan bagi bagi dunia pembelajaran. Namun dengan langkah yang tepat, perguruan tinggi seperti Unpar dapat memanfaatkan peluang tersebut untuk menciptakan metode dan sarana belajar yang dapat diakses oleh kalangan yang lebih luas. (DAN)