Home / Berita Terkini / Dies Natalis ke-63 Unpar, Pererat Tali Kekeluargaan

Dies Natalis ke-63 Unpar, Pererat Tali Kekeluargaan

Pada tahun ini, Universitas Katolik Parahyangan (Unpar) genap berusia 63 tahun. Melalui visi dan misinya untuk menjadi great university, Unpar senantiasa berupaya dan berkontribusi aktif dalam mewujudkan cita-cita pendidikan tinggi Indonesia.

Jargon go-great menjadi semangat kolektif sivitas akademika Unpar untuk terus berkarya, bersama mewujudkan “The Great Unpar” sebagai tempat pilihan dalam pengembangan diri dengan pengakuan akan kualitas dan reputasinya, baik skala nasional maupun internasional.

Kali ini, Unpar mengangkat tema “Sabanda Sariksa” (saling melindungi, saling peduli) dalam rangkaian acara Dies Natalis ke-63 Unpar; suatu pekan “Helar” (festival) yang terdiri dari berbagai kegiatan. Unpar merayakan hari jadinya dengan mengungkapkan rasa syukur dan kepeduliannya terhadap masyarakat sekeliling, terhadap budaya tanah Parahyangan, maupun terhadap bangsa dan negara.

Rangkaian perayaan hari jadi ke-63 Unpar ini meliputi misa syukur yang dipimpin oleh Uskup Bandung Mgr. Antonius Subianto Bunjamin, OSC dan Mgr. Paskalis Bruno Syukur, OFM, laporan Rektor Unpar Mangadar Situmorang Ph.D, serta acara kekeluargaan. Ketiga rangkaian acara tersebut diadakan pada Rabu (17/1) di Gedung PPAG. Adapun, Orasio Dies berlangsung pada Jumat, (19/1) di aula Sekolah Pascasarjana Unpar.

Dalam perayaan Dies Unpar, akan digelar festival keragaman budaya Indonesia bertajuk Bhinnekaraya selama sepekan, pada 22-26 Januari 2018. Festival tersebut akan dimeriahkan dengan seni budaya, fashion, dan sajian kuliner dari berbagai budaya di Indonesia.

Kemeriahan “Sabanda Sariksa”

Dalam sambutannya pada acara dies kekeluargaan, Mangadar mengucapkan terima kasih atas kebersamaan, antusiasme masyarakat Unpar, baik dalam Dies Kekeluargaan maupun seluruh rangkaian acara yang akan digelar selama perayaan Dies Natalis ke-63 Unpar.

Ia juga berharap agar seluruh rangkaian kegiatan mengundang keceriaan dan kebahagiaan bagi seluruh sivitas akademika Unpar. “Semoga semuanya happy, gembira, ceria, semangat, bahagia,” tuturnya.

Sebelumnya, panitia menggelar ragam perlombaan seperti pertandingan fun futsal dan fun pingpong, Lomba fun walk, Lomba video kreatif dan video jingle Unpar. Lomba tersebut diikuti oleh segenap warga Unpar dari mulai dosen dan karyawan serta mahasiswa.

Panitia menyuguhkan berbagai games seru dan penampilan dari sejumlah karyawan yang semakin menghangatkan suasana selama rangkaian acara kekeluargaan. Selain itu, kegiatan diisi oleh pengumuman pemenang perlombaan serta penayangan video kreatif dan video jingle Unpar yang mengundang gelak tawa dan keceriaan warga Unpar yang hadir. Senyum sumringah juga terpancar dari para karyawan yang beruntung mendapatkan undian door prize dan grand prize.

Orasio ilmiah Menristekdikti

Orasio Ilmiah Dies Unpar tahun ini dibawakan oleh Menteri Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi Prof. H. Mohamad Nasir, Ph. D., Ak. dengan topik “Solusi Kritis-Kreatif Pendidikan Tinggi dalam Pengembangan Iptek dan Peningkatan Daya Saing Bangsa”.

Dalam orasi ilmiahnya, Nasir menjelaskan berbagai tantangan yang dihadapi oleh perguruan tinggi Indonesia. Salah satunya adalah semakin tingginya daya saing perguruan tinggi, baik secara nasional maupun internasional. Ia mengacu pada beberapa indikator, di antaranya masih kurangnya riset dan publikasi yang dilakukan, baik oleh mahasiswa maupun tenaga pendidik di tingkat perguruan tinggi. Hal ini serupa dengan kondisi perekonomian dan tingkat daya saing Indonesia di dunia internasional yang masih tertinggal bila dibandingkan dengan negara Asia.

Selain orasio, diselenggarakan pula acara penyerahan piagam penghargaan dengan ragam kategori seperti pengguna Interactive Digital learning Environment (IDE) dan prodi dengan akreditasi internasional, peneliti/pengabdian tingkat universitas,  peneliti/pengabdian tingkat fakultas, presenter terbaik, poster terbaik, fakultas penyerah nilai tepat waktu, dan pegawai dengan masa bakti. Penghargaan tersebut diberikan kepada sejumlah pegawai Unpar.

 

Sumber: KOMPAS – Griya Ilmu (Selasa, 23 Januari 2018)