Dewan Sertifikasi Paparkan Hubungan Akuntan dengan Isu Global

UNPAR.AC.ID, Bandung – Isu perubahan global tidak terlepas dari globalisasi, teknologi, serta perubahan iklim yang terjadi akibat meningkatnya jumlah populasi manusia dan konsumsi yang digunakan, energi yang dipakai, penggunaan lahan, polusi, serta teknologi yang mendorong terjadinya perubahan .

Hal tersebut disampaikan Dewan Sertifikasi Akuntan Profesional Ikatan Akuntan Indonesia Agung Nugroho Soedibyo, S.E., M.Ak., dalam Kuliah Tamu Audit Keuangan yang diselenggarakan oleh Program Studi Akuntansi Universitas Katolik Parahyangan (UNPAR) dengan tajuk “Audit Evaluation & Completion: Penentuan Opini Key Audit Matter: Penerapan SA 701” pada Senin (13/6/2022).

Agung mengatakan, faktor perubahan global yang terjadi dapat berkenaan dengan dunia akuntan pada saat ini. Menurutnya, saat ini merupakan masa yang mengikuti standarisasi secara global dengan tidak adanya batasan antara apapun.

“Misalnya pajak, currency. Nah, teknologi pada umumnya bekerja untuk menyeimbangkan perubahan itu,” tutur Agung.

Dia juga berkata, teknologi yang digunakan tersebut hanya sebatas sebagai suatu alat bantu untuk memudahkan saja.

“Alat semuanya. Bukan dia yang mikir. Sehingga enggak usah khawatir mengenai orang bilang akuntansi dan auditing sebentar lagi sudah tidak dibutuhkan,” katanya.

Lebih lanjut, dengan majunya teknologi dan adanya alat yang memadai, dia berharap cara untuk mengaudit dapat berbeda. Sehingga cara lama dengan mencari data secara manual tidak digunakan kembali.

“Contohnya sudah ada di pasar saat ini, namanya data analytic. Kalau itu menyatu dengan sempurna, itu merubah cara kita mengaudit,” kata Agung. 

Sementara itu, dalam kaitannya dengan keberlanjutan, pengimplementasian laporan berkelanjutan di Indonesia masih belum ada yang mengatur kata Agung.

Sustainability berbicara mengenai profit, people, dan planet. Tapi dilaporkannya semuanya dengan mempergunakan materi currency pengukurannya. Padahal masing-masing itu punya pengukuran tersendiri,” kata Agung. 

Selain itu, dia juga menyinggung terkait transparansi dari suatu laporan keuangan. Dia mengatakan jika perbedaan standar untuk mengukur suatu informasi menimbulkan tidak adanya transparansi.

“Jika laporan keuangan disusun di perusahaan Indonesia, investornya dari Rusia, pengukuran profitnya di sini harus menggunakan suatu standar yang dipakai oleh investor,”

Untuk mengatasi timbulnya ketidak transparansian hal tersebut, perlu adanya kesepakatan standar yang digunakan, ungkap Agung.

“Maka Indonesia mempergunakan standar yang disepakati di dunia. Transparansi dalam auditor report, juga harus sama dengan cetak uang di dunia. Karena saham-saham yang ada di pasar modal di Indonesia kan orang asing,” ucapnya. (RBF-Humkoler UNPAR)

Berita Terkini

Prestasi Gemilang UKM Badminton UNPAR di Liga Pelajar Nusantara 2024

Prestasi Gemilang UKM Badminton UNPAR di Liga Pelajar Nusantara 2024

UNPAR.AC.ID, Bandung – Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Badminton Universitas Parahyangan (UNPAR) telah menorehkan tinta emas dalam sejarah olahraga kampus dengan meraih prestasi membanggakan pada Liga Pelajar Nusantara 2024, yang diselenggarakan di Bogor. Dengan...

Sistem Penghubung Layanan dan SSO untuk Transformasi Digital Indonesia

Sistem Penghubung Layanan dan SSO untuk Transformasi Digital Indonesia

UNPAR.AC.ID, Bandung - Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik atau yang dikenal dengan sebutan SPBE merupakan salah satu upaya transformasi digital di Indonesia. Fokus utama dari SPBE ialah meningkatkan layanan publik agar masyarakat bisa mendapatkan kemudahan dan...

Kontak Media

Humas UNPAR

Kantor Sekretariat Rektorat (KSR), Universitas Katolik Parahyangan

Jln. Ciumbuleuit No. 94 Bandung 40141 Jawa Barat

Jun 14, 2022

X