Gunakan Pendekatan Quadruple Helix, IN2FOOD Hadir Atasi Limbah Pangan

Menghadapi tantangan yang membutuhkan respons bersama dalam penanganan limbah pangan, proyek IN2FOOD hadir untuk menjawab permasalahan yang dihadapi oleh masyarakat. Inovasi melalui kolaborasi lintas disiplin dan merangkul berbagai pemangku kepentingan dengan menggunakan pendekatan Quadruple Helix menjadi strategi yang ingin dikedepankan melalui proyek yang akan berlangsung selama 3 tahun ini. 

Nama proyek IN2FOOD merupakan abreviasi dari “Resolving A Societal Challenge: INterdisciplinary Approach Towards Fostering Collaborative INnovation in FOOD Waste Management”. Proyek ini berangkat dari sebuah ide untuk berkontribusi terhadap penanganan permasalahan limbah pangan. 

Fakta menunjukkan bahwa limbah makanan merupakan salah satu tantangan yang dihadapi masyarakat saat ini. Organisasi Pangan dan Pertanian (FAO) pada tahun 2011 misalnya mengeluarkan sebuah laporan penelitian yang hingga saat ini menjadi patokan baik itu untuk negara-negara di dunia maupun organisasi internasional lainnya yang menyatakan  bahwa 1/3 dari makanan yang diproduksi di seluruh dunia, sekitar 1,3 miliar ton, hilang atau terbuang percuma. Laporan ini mengejutkan karena apabila makanan yang hilang dan terbuang tersebut ‘diselamatkan’ dapat memberikan makan bagi ratusan juta orang. 

Lebih lanjut, Indonesia juga masuk sebagai salah satu negara yang menghasilkan limbah makan terbesar di dunia menurut laporan yang dikeluarkan oleh The Economist Intelligence Unit. Tergerak dari fakta-fakta tersebut, IN2FOOD lahir untuk menjadi salah satu bagian upaya kolektif dalam penanganan limbah pangan. 

Proyek 3 tahun ini didanai oleh Uni Eropa dalam skema hibah Erasmus+ Capacity Building in Higher Education sebagai sebuah kolaborasi transnasional yang bekerja sama dengan 3 universitas mitra Eropa yaitu Ghent University (Belgia), Tampere University (Finlandia), Hotelschool The Hague (Belanda), bersama 5 universitas mitra Indonesia yaitu Universitas Katolik Parahyangan sebagai koordinator utama, Universitas Bina Nusantara, Universitas Prasetiya Mulya, Universitas Ma Chung, dan Universitas Pembangunan Jaya. 

Adapun tujuan yang ingin dicapai yakni agar universitas mitra Indonesia memiliki kemampuan untuk menghadapi tantangan yang ada di masyarakat melalui pendidikan dan penelitian yang mempromosikan inovasi interdisipliner dan kolaboratif dalam pengelolaan limbah makanan, khususnya dengan mengembangkan dan melaksanakan mata kuliah lintas disiplin, menyelenggarakan kegiatan ko-kurikuler lintas disiplin dan lintas universitas, membangun pusat studi interdisipliner, dan menyediakan rancangan kurikulum interdisipliner untuk tingkat pascasarjana atau master. 

Dibuka dengan kegiatan Kick-Off Meeting dan Konferensi Internasional yang dilakukan pada 15 Februari 2021 lalu dan diselenggarakan secara daring, kegiatan ini menghadirkan sambutan dari Rektor Universitas Katolik Parahyangan, Bapak Mangadar Situmorang, Ph.D, Duta Besar Luar Biasa dan Berkuasa Penuh Uni Eropa untuk Indonesia dan Brunei Darussalam Yang Mulia Vincent Piket, dan Wakil Rektor Ghent University, Prof. Dr. Mieke Van Herreweghe. Dalam kegiatan ini pula, koordinator utama proyek ini yang dipercayakan kepada Ibu Dr. Johanna Renny Octavia Hariandja, menjelaskan lebih lanjut tujuan dan rangkaian program yang akan dilaksanakan selama tiga tahun ke depan. 

Tidak lupa, kegiatan ini juga menghadirkan sejumlah pembicara kunci penting, yaitu Wakil Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Republik Indonesia, Bapak Dr. Alue Dohong, Prof. Jelle Saldien dari Ghent University, Assoc. Prof. Elina Närvänen dari Tampere University, Anna De Visser-Amundson, M.Sc., PhD cand. dari Hotelschool The Hague, dan Nonie Kaban sebagai perwakilan dari Rikolto Indonesia yang membawa topik-topik khusus berkaitan dengan permasalahan limbah pangan dan kontribusi pendidikan untuk mengatasi isu sosial seperti limbah makanan. 

Beberapa kegiatan lainnya pun sudah diselenggarakan seperti Diskusi Kelompok Terarah dan Studi Eksplorasi dengan dosen-dosen, perwakilan mahasiswa, pemerintah, dan pelaku bisnis yang bertujuan untuk melakukan pemetaan pemangku kepentingan dan kondisi kurikulum terkini sebagai bagian dari pengembangan kurikulum interdisipliner agar penyelenggaraan mata kuliah di universitas mitra Indonesia dapat berkontribusi secara nyata dalam permasalahan limbah pangan. Total terdapat 30 mata kuliah yang telah terdaftar untuk dikembangkan lebih lanjut melalui proyek ini. 

Sebagai bagian dari implementasi proyek ini terutama yang berkaitan dengan pengembangan kurikulum, kegiatan benchmarking bersama dengan ketiga universitas mitra di Eropa pun telah dilaksanakan secara daring selama dua hari pada 12-13 April 2021. Masing-masing mitra membawa topik khusus seperti Design Education and Entrepreneurship, Sustainable Design, Multidisciplinary Learning,  Food Waste in Sustainability Education-Pedagogical Insights, Building 21st Century Skills, dan lain-lain. Kelanjutan dari kegiatan ini adalah training of trainers bagi para dosen untuk pengembangan kurikulum dan mata kuliah yang akan dilaksanakan pada Juni mendatang di Universitas Ma Chung, Malang.

Proyek ini percaya bahwa setiap orang dapat berkontribusi untuk memecahkan masalah yang ada dalam masyarakat. Ini adalah satu dari setiap banyak langkah yang dapat diambil untuk mengatasi isu sampah makanan yang masih menjadi polemik hingga saat ini. Untuk itu, proyek ini menerapkan pendekatan quadruple helix dengan mengajak tidak hanya akademisi, tetapi juga pelaku sektor industri dan bisnis, pemerintah atau otoritas publik dan masyarakat untuk bersama-sama mengatasi permasalahan limbah makanan.

Tim interdisipliner dari Unpar yang terbentuk untuk mendukung kesuksesan proyek Erasmus+ IN2FOOD ini terdiri dari dua dosen Fakultas Teknologi Industri yaitu Dr. Johanna Renny Octavia Hariandja dan Dr. Carles Sitompul dari Jurusan Teknik Industri, dan tiga dosen Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik yaitu Ratih Indraswari, S.IP., MA dan Vrameswari Omega Wati, S.IP., M.SiHan dari Jurusan Ilmu Hubungan Internasional serta Dr. Theresia Gunawan dari Jurusan Ilmu Administrasi Bisnis.

Informasi lebih lanjut mengenai IN2FOOD dapat diperoleh pada laman https://in2food-project.net (/Divisi Publikasi. Sumber: Rilis IN2FOOD Unpar)