Home / Berita Terkini / Delegasi HMPSIAP Unpar Raih Best Presenter dalam SIAP Jabar 2020

Delegasi HMPSIAP Unpar Raih Best Presenter dalam SIAP Jabar 2020

Dalam penyelenggaraan kedua Silaturahmi Administrasi Publik Jawa Barat atau SIAP Jabar di UIN Sunan Gunung Djati pada 10-12 Maret 2020, Perwakilan Himpunan Mahasiswa Program Studi Ilmu Administrasi Publik Universitas Katolik Parahyangan (HMPSIAP Unpar) berhasil meraih predikat Best Presentation. Prestasi ini diraih setelah berkompetisi bersama 12 universitas lain dari seluruh Jawa Barat.

Tim yang terdiri dari Viky Aldin Hulu, Lidya Tri Adistia, Deva Puspasari, Tistri Rahmatiwani, dan Nandy Junianto ini membawakan karya ilmiah mereka dengan tajuk “Menggagas Konsep Revolusi Mental Birokrasi dengan Konsep Competitive Agility.” Penelitian selaras subtema informasi administrasi dan best practice government ini mengangkat objek penelitian Desa Majasari

Temuan dari Delegasi HMPSIAP, jelas Viky, adalah, ”Jika kita ingin mereformasi birokrasi, kita harus merevolusi mental pimpinan,” jelas Viky. Hal ini didasarkan pada amatan tim akan pemerintahan Indonesia secara umum yang bersifat patriarkis dan sangat mengikuti arahan pemimpin, dalam konteks penelitian ini di tingkat desa.

Dua bulan persiapan matang dibawah bimbingan dosen administrasi publik Unpar Trisno Sakti Herwanto, S.IP, MPA. dilakukan dengan tim, mulai dari diskusi hingga studi lapangan. Tentu mempersiapkan diri menghadapi pertemuan provinsi ini mengudang tantangan tersendiri. “Mungkin membagi waktu sih ya,” ungkap Tistri. Apalagi, tiap anggota delegasi memiliki kesibukannya masing-masing.

Berkesan

SIAP Jabar menjadi forum ilmiah dan ruang belajar bagi mahasiswa administrasi publik di Jawa Barat. Dengan tema “Internalisasi Revolusi Mental dalam Penyelenggaraan Pemerintahan untuk menghadapi Bonus Demografi di Jawa Barat”, SIAP Jabar 2020 mendorong mahasiswa berkontribusi secara keilmuan dalam dinamika pemerintahan nyata. Semangat ini tentu akan dibawa tahun depan saat HMPSIAP Unpar menjadi tuan rumah SIAP Jabar 2021. 

Melalui acara tersebut, kemampuan keempat mahasiswa kembali diasah dan dihadapi dengan berbagai tantangan baik secara akademis maupun sosialnya. Menghabiskan waktu bersama dengan kompetitor lain yang memiliki latar belakang yang berbeda membutuhkan proses adaptasi yang cukup lama. 

Selain itu, keadaan kompetensi yang dimiliki kompetitor lainnya semakin mendorong keempatnya untuk melakukan persiapan yang lebih. Proses yang dijalani pun membuahkan hasil. “Ini di luar ekspektasi, melihat kompetensi kandidat lainnya yang juga sangat bagus. Tetapi ternyata kami bisa menang dan presentasi kami mudah diterima,” jawab Viky.

Keempatnya mengaku bahwa proses yang dijalani telah memberikan banyak pelajaran dan pengalaman yang berkesan saat diwawancara oleh Tim Publikasi Unpar. “Sangat senang bisa dapat teman dari kampus yang berbeda. Awalnya memang tidak dekat karena jarang berkomunikasi. Tetapi setelah menghabiskan waktu bersama kita bisa nyambung karena ternyata kita punya jalan pemikiran yang sama,” jelas Tistri.

Mereka berpesan bahwa perlu untuk rekan mahasiswa berani mencoba hal-hal baru. “Jangan sampai takut untuk mencoba. Kita tidak akan tahu apa yang bisa kita dapatkan kalau sudah takut dari awal,” pesan Deva. Selain itu, mereka juga ingin memotivasi mahasiswa lain untuk tetap semangat melakukan yang terbaik dalam menghadapi segala tantangan, terlebih dalam hal akademis. 

“Terbukti dengan kami yang melakukan persiapan setiap minggu hingga malam hari, dan dihadapi dengan kompetitor unggul lainnya, dan ketika kita melakukan usaha yang all out dan berkomitmen tinggi, proses itu tidak membohongi hasilnya,” tutur Nandy. (MGI/DAN – Bagian Publikasi)