Home / Berita Terkini / Community Service HMPSTK dan Prodi Teknik Kimia Kembangkan Energi Terbarukan

Community Service HMPSTK dan Prodi Teknik Kimia Kembangkan Energi Terbarukan

Himpunan Mahasiswa Program Studi Teknik Kimia (HMPSTK) bekerja sama dengan  Program Studi Teknik Kimia Universitas Katolik Parahyangan (Prodi TK Unpar) dengan dukungan dari pemerintah Australia melalui Australia Grant Scheme dan the Lodge Foundation mengadakan program bertajuk Community Service. Program ini berfokus pada pengembangan biodigester dan sudah berjalan selama hampir 4 tahun. 

Saat ini HMPSTK tengah membantu daerah Batu Loceng di Desa Suntenjaya, bagian atas Desa Cibodas yang telah menerapkan pengolahan kotoran sapi menjadi kascing (pupuk dari kotoran cacing) dan menggunakan black soldier fly. Para warga membutuhkan bantuan untuk mengintegrasikan pengolahan yang ada dengan biogas sehingga cacing yang dihasilkan dapat dikeringkan untuk digunakan sebagai obat tifus. 

“Di akhir bulan Maret seharusnya kami melakukan kunjungan untuk membantu instalasi pipa dari kandang ke biodigester, konsep MoU juga sudah disusun oleh Asosiasi Hutan Tanaman Rakyat Mandiri Indonesia (AHTRMI) dengan Fakultas Teknologi Industri Universitas Katolik Parahyangan (FTI Unpar) namun terpaksa ditunda terkait berkembangnya kasus COVID-19 sehingga mewajibkan kami mengikuti anjuran pemerintah yakni lockdown kampus dan menunda seluruh kegiatan mahasiswa yang melibatkan jumlah orang banyak,” terang Dr. Jenny Novianti M Soetedjo, S.T., M.Sc selaku Ketua Prodi TK.

Projek biodigester dipilih sebagai kelanjutan program ini karena dilihatnya peluang menghasilkan biogas dari kotoran sapi dan berdasarkan pertimbangan bahwa di wilayah Bandung Barat terdapat 22.000 ekor sapi yang menyumbangkan sekitar 180 ton kotoran sapi per hari sehingga mencemari Sungai Cikapundung. Pihaknya berupaya untuk mengurangi pencemaran kotoran sapi dengan mengolahnya menjadi energi. Selain menciptakan energi alternatif bagi masyarakat, projek ini  turut membantu program Citarum Harum yang digalakkan pemerintah.

Dampak Virus COVID-19 

Bu Jenny juga mengungkapkan, dengan adanya pandemi COVID-19,, berbagai program besutan HMPSTK salah satunya Community Service sangat terkendala karena program ini sebenarnya melibatkan cukup banyak mahasiswa Teknik Kimia sebagai bentuk pengabdian kepada masyarakat. Program ini juga merupakan aplikasi sederhana yang nyata dari ilmu-ilmu Teknik Kimia  untuk memberikan solusi nyata kepada masyarakat yang membutuhkan. Pihaknya hanya bisa berharap agar pandemi COVID-19 segera berakhir sehingga program ini dapat berjalan seperti sedia kala. 

Harapannya setelah program Community Service selesai dapat membantu pengurangan jumlah limbah kotoran sapi yg dibuang ke Sungai Cikapundung dan anak-anak sungai lain yang bermuara ke sungai Citarum serta peningkatan pemasukan masyarakat melalui pembuatan dan penjualan kascing sebagai pupuk organik maupun black soldier fly sebagai pakan ternak. (JNS/DAN – Divisi Publikasi)