Cerita Bryan Heryanto, Raih Beasiswa UNPAR Saat SMA hingga Jadi Wisudawan Terbaik Informatika

UNPAR.AC.ID, Bandung – Wisuda menjadi penanda bahwa mahasiswa telah menyelesaikan studinya dan siap melanjutkan kehidupannya ke jenjang selanjutnya.  Wisuda II Tahun Akademik 2021/2022 sendiri telah diselenggarakan di Auditorium Gedung Pusat Pembelajaran Arntz-Geise (PPAG) Universitas Katolik Parahyangan (UNPAR). Para mahasiswa pun berbahagia dan terharu pada hari tersebut, tidak terkecuali Bryan Heryanto yang merupakan wisudawan terbaik Program Studi Informatika.

Lulus dengan IPK 3.99, Bryan menceritakan awal mula perjalanannya hingga bisa lulus sebagai salah seorang wisudawan terbaik UNPAR. Semuanya diawali saat dirinya menduduki kelas 12 SMA dan tengah mengikuti perlombaan CHIPS (Competition for High School in Informatics and Problem Solving) yang diselenggarakan oleh Program Studi Informatika UNPAR pada tahun 2017. Berakhir sebagai juara, dirinya mendapatkan beasiswa untuk melanjutkan studinya di Informatika UNPAR. 

“Singkat cerita, di lomba tersebut saya bersama dengan tim pada akhirnya menjadi juara,” tuturnya dalam wawancara tertulis sebagaimana dikutip pada Kamis (24/11/2022).

Setelah mempertimbangkan banyak hal, Bryan kemudian yakin untuk menjadi bagian komunitas akademik UNPAR. Keputusan tersebut hingga saat ini tidak ia sesali karena ia merasa bahwa UNPAR merupakan salah satu perguruan tinggi terbaik untuk pengembangan diri. 

“Pada akhirnya, saya memantapkan hati saya untuk menerima tawaran tersebut dan ikut menjadi bagian dari mahasiswa UNPAR,” ujar Bryan.

Di tengah proses pembelajaran di UNPAR, pandemi Covid-19 yang datang secara tiba-tiba membuatnya kesulitan untuk bisa beradaptasi dengan perubahan yang cepat. Dengan dukungan dari para dosen dan teman-temannya, ia pun berhasil mengatasinya. 

“Caranya adalah dengan terus beradaptasi dengan apapun kondisi yang dihadapi,” ucapnya. 

Tidak hanya itu, Bryan juga dikenal aktif mengikuti lomba seputar informatika selama berkuliah. Menurutnya, membagi waktu kuliah merupakan tantangan tersendiri. Ia berpendapat bahwa kuliah bukanlah sekadar mendapat ilmu dan mengerjakan tugas, namun juga mencari dan memikirkan relasi kita dengan orang lain.

Ketika ditanya metode belajar, Bryan sendiri mengungkap bahwa ia tidak memiliki metode belajar secara khusus. Namun, yang ia lakukan adalah mendengar dengan sungguh-sungguh dosen di kelas, melakukan review tentang materi yang telah disampaikan, serta mengerjakan tugas sebaik mungkin. Hasilnya, ia secara otomatis akan mengikuti perkembangan materi yang ada. Meskipun demikian, dirinya berpendapat bahwa faktor yang paling besar berpengaruh saat belajar adalah rasa keingintahuan. 

“Dengan adanya keingintahuan yang besar, terkadang saya merasa bahwa saya dapat meraih hasil lebih daripada yang diinginkan,” katanya. 

Di sisi lain, Bryan menyatakan bahwa ia akan memanfaatkan waktu dengan menyempatkan diri untuk belajar secara akademik dengan mengerjakan soal ataupun projek meskipun dalam kondisi liburan. Namun, sebagai manusia ia juga memiliki kapasitas. Ketika ia telah mencapai kapasitas, ia akan memakai waktu untuk bersosialisasi atau melakukan hobi yang bersifat non-akademik. 

“Pada dasarnya, apa yang saya lakukan mengikuti prinsip dari ‘work hard, play hard’,” ujarnya. 

Menurutnya, kuliah merupakan satu pilihan yang harus dipertanggungjawabkan. Ia mengajak para mahasiswa secara cermat memilih mata kuliah yang menurutnya cocok untuk dirinya masing- masing. Salah satu caranya adalah dengan mengetahui kelebihan dan kekurangan diri. Tak lupa, bagilah waktu dengan baik, ikuti passion, dan jadilah diri sendiri.

Tidak hanya itu, ia juga menyampaikan pesan khusus untuk mahasiswa Informatika. Ia berpesan untuk tidak takut dalam mempelajari hal yang baru. 

“Terkhusus mahasiswa Informatika, kita berada di era di mana teknologi cepat berubah. Untuk itu, janganlah pernah takut untuk mempelajari suatu hal baru,” ucapnya.

Bryan berharap, Informatika UNPAR dapat terus maju dan berkontribusi secara nasional maupun internasional. Ia juga berharap para dosen dapat tetap menjadi pribadi yang peduli dan menjadi panutan seluruh mahasiswa. 

“Saya harap Informatika UNPAR dengan program spesialisasi Computing Science dan Data Science dapat berkontribusi baik kepada negara maupun secara internasional. Sukses selalu untuk dosen Informatika UNPAR. Tetaplah jadi dosen yang selalu peduli dan menjadi panutan seluruh mahasiswa,” tuturnya. (KTH-Humkoler UNPAR)

Berita Terkini

UNPAR Launching Pusat Studi STEM, Menjadi yang Kesembilan di Indonesia

UNPAR Launching Pusat Studi STEM, Menjadi yang Kesembilan di Indonesia

UNPAR.AC.ID, Bandung – Universitas Katolik Parahyangan (UNPAR) resmi me-launching Pusat Studi Kajian Pembelajaran STEM (Science, Technology, Engineering, and Mathematics), pada Sabtu (26/11/2022) lalu di Mgr. Geisse Lecture Theatre. UNPAR menjadi kampus kesembilan di...

Kontak Media

Divisi Humas & Protokoler

Kantor Pemasaran dan Admisi, Universitas Katolik Parahyangan

Jln. Ciumbuleuit No. 94 Bandung
40141 Jawa Barat

Nov 24, 2022

X