Home / Berita Terkini / Cahaya untuk Boti
Cahaya untuk Boti

Cahaya untuk Boti

Nutrifood Leadership Award (NLA) 2016 adalah sebuah acara tahunan yang diselenggarakan oleh Nutrifood dalam rangka mencari Inspiring Leader muda di Indonesia. NLA sendiri sudah diselenggarakan selama 11 kali dan tahun ini NLA membawa konsep yang berbeda yaitu dengan melatih kepemimpinan melalui traveling ke daerah-daerah di Indonesia.

Perjalanan untuk menjadi 10 besar finalis NLA bukan perjalanan yang mudah, saya harus melalui serangkaian seleksi, dimulai dengan seleksi administrasi, audisi regional, hingga semi-final yang diikuti oleh 35 mahasiswa dari seluruh Indonesia. Tidak menyangka bahwa ‘hanya coba-coba’ saya menjadi berbuah manis dan membawa kesempatan yang luar biasa untuk dapat bertemu dengan orang-orang hebat, salah satunya adalah CEO Nutrifood – Mardi Wu, serta memberikan kesempatan bagi saya untuk mengunjungi sebuah suku pedalaman di Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT), yaitu Suku Boti.

Pada 3 November 2016 lalu, saya memulai perjalanan ke Kupang. Perjalanan tersebut tidak saya lalui sendiri. Saya adalah satu-satunya perempuan dalam tim yang terdiri dari lima orang yang datang dari berbagai universitas di Indonesia. Setelah melalui diskusi panjang, akhirnya kami menentukan destinasi perjalanan dan sebuah proyek yang kami beri nama “Cahaya untuk Boti”. Proyek ini pada dasarnya memiliki tiga proyek utama. Pertama adalah penanaman solar panel untuk dapat menjadi sumber tenaga penerangan di Suku Boti yang hingga saat ini tidak memiliki akses listrik dan penerangan. Proyek yang kedua adalah Imagination Project dimana tujuannya adalah memberikan harapan bagi anak-anak suku Boti yang selama ini belum memiliki mimpi dan untuk mengajak mereka melihat dunia yang lebih luas lagi. Proyek terakhir kami adalah Glowing Forest sebagai salah satu upaya untuk memberikan sebuah ciri khas kepada Suku Boti yang diharapkan dapat memberikan kesan tersendiri kepada para wisatawan dengan membuat lampu glow in the dark yang terbuat dari cairan fosfor dan digantung pada pohon-pohon di suku Boti. Lampu-lampu ini pun akan menyerap matahari pada siang hari dan berpendar pada saat malam datang.

Perjalanan selama tiga hari dua malam membuat saya belajar arti dari sebuah kesederhanaan. Di tengah jaman modern ini, suku Boti masih berpegang teguh pada adat istiadatnya, bagaimana mereka percaya bahwa bumi akan selalu mencukupkan kebutuhan mereka selama mereka berbuat baik kepada bumi. Di sisi lain, suku Boti sangat teguh memegang prinsipnya namun masih terbuka pada perubahan. Hal ini terlihat bagaimana mereka masih mau menerima teknologi solar panel yang kami bawa. Semangat belajar yang mereka perlihatkan pun sungguh besar, membuat kami tidak perlu mengeluarkan banyak keringat untuk menjelaskan penggunaan solar panel kepada mereka.

Proyek yang sebelumnya sempat disangsikan oleh para jajaran kepala Nutrifood karena dianggap kurang realistis pada akhirnya berbuah manis. Kami dapat membuktikan bahwa tidak mungkin adalah mungkin! Suatu kebanggaan bagi  kami, tim dari Cahaya untuk Boti dapat meraih kemenangan menjadi The Most Inspiring Group NLA 2016 dan dinobatkan sebagai Inspiring Leader.

Namun, perjalanan saya di NLA 2016 lebih dari sekadar hanya untuk dapat meraih kemenangan. NLA 2016 mengajarkan saya arti dari menjadi seorang pemimpin yang bukan datang untuk berkompetisi, namun seorang pemimpin yang mau berkolaborasi. Berjuang bersama dengan para mahasiswa-mahasiswa berprestasi lainnya dari seluruh Indonesia mengajarkan saya untuk selalu rendah hati dan terus berusaha untuk memberikan dampak kepada negeri tercinta, Indonesia.

Sarah Lucia

Wakil Presiden Mahasiswa Unpar (2016-2017)