Borong Juara di Ajang Indonesia Sales Competition (ISAC) II 2021, Mahasiswa UNPAR Torehkan Prestasi Skala Nasional

Tiga mahasiswa Unversitas Katolik Parahyangan (UNPAR) kembali menorehkan prestasi pada Indonesia Sales Competition (ISAC) II yang diselenggarakan pada tanggal 3, 8-9 Desember 2021. Di bawah binaan Dr. M. Banowati Talim dan Fernando Mulia, S.E., M.Kom. sebagai dosen pendamping, dari 5 peserta yang dikirimkan, 3 mahasiswa berhasil masuk ke babak final dan pulang dengan membawa piala kemenangan.

Cerry Marlencia dari Program Studi Sarjana Ilmu Manajemen berhasil meraih juara ke-3. Callista Grace Hagny dari Program Studi Sarjana Ilmu Administrasi Bisnis meraih juara ke-4 dan Jesyca Greslin Aurellya dari Program Studi Sarjana Ilmu Manajemen meraih juara ke-6.

ISAC merupakan kompetisi sales B2B tahunan berskala nasional yang diinisiasi oleh anggota konsorsium SEASAC (South-East Asian Sales Competition) dari Indonesia yaitu, Universitas Bina Nusantara, UNPAR, Universitas Sebelas Maret, Universitas Putra Indonesia – YPTK Padang, Politeknik Negeri Batam, dan South-East Asian Open Learning Center (SEAMOLEC). Melalui ISAC, mahasiswa ditantang untuk menunjukkan keterampilan dan perilaku sebagai seorang profesional B2B sales berdasarkan kasus yang diberikan pada tiap sesi. Di setiap sales meeting session, peserta akan berhadapan dengan buyer dari praktisi industri dan beraksi di depan juri independen yang merupakan praktisi industri di Batam dan dosen yang berkompeten di bidang sales & marketing.

Tahun ini merupakan penyelenggaraan ISAC yang kedua kalinya. Politeknik Negeri Batam menjadi tuan rumah untuk ISAC tahun 2021. Disponsori oleh Himpunan Kawasan Industri Kepulauan Riau (HKI Kepri), kasus yang diangkat kali ini adalah tentang B2B sales untuk kawasan industri. Kompetisi ini dilaksanakan secara hybrid, dimana babak penyisihan dilakukan secara daring melalui zoom dan babak semi-final serta final dilaksanakan secara luring di Batam dengan beberapa juri hadir secara daring. ISAC II diikuti oleh 51 mahasiswa dari 16 perguruan tinggi di Indonesia. Kompetisi dibagi menjadi 3 babak yaitu babak kualifikasi, babak semi-final dan babak final. Dian Sadeli, S.E., M.Ak. menjadi perwakilan panitia dari UNPAR untuk ISAC 2021 dan bertugas sebagai head judges and buyer serta bertanggung jawab terhadap proses penilaian peserta lomba.

Finalis ISAC 2021 mendapatkan feedback yang tidak terduga dari pelaku industri di Batam, khususnya dari pemeran buyer pada sesi final, Wahyu Galih Saputro dari PT. Servotech Indonesia. Dia mengatakan performa para finalis sebagai tenaga penjual sangat baik dan penguasaan produk dari kawasan industri juga sangat baik mengingat seluruh peserta masih berstatus mahasiswa. Hal tersebut membuat dia tertarik untuk merekrut para finalis untuk dapat bekerja di perusahaannya Minarni Anita Gultom dan Hilda Herasmus dari HKI Kepri juga menyatakan hal yang senada dengan Wahyu. Meskipun Minarni dan Hilda hadir secara daring sebagai juri pada ketiga babak yang ada, pengalaman ini dianggap baru dan menarik. Didukung dengan penggunaan teknologi digital oleh panitia yang dirasakan sangat memudahkan dalam proses penjurian meskipun secara hybrid.

Pusat Prestasi Nasional (Puspresnas), Sekretariat Jenderal, Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi turut mendukung kompetisi ISAC serta hadir untuk mengobservasi proses kompetisi. Hal ini dilakukan dengan pertimbangan ISAC memiliki kompatibilitas yang tinggi dengan Kompetisi Bisnis Manajemen dan Keuangan (KBMK) yang telah berlangsung sejak 2018. Observasi ini juga dilakukan dalam rangka mengakomodir kompetisi ISAC pada pelaksanaan KBMK tahun depan, termasuk di antaranya bagaimana memasukkan hal teknis terkait kompetisi dalam pedoman kompetisi Puspresnas yang akan dibagikan kepada berbagai perguruan tinggi baik negeri maupun swasta.

Di UNPAR sendiri, terdapat mata kuliah Penjualan B2B yang merupakan mata kuliah MBKM (Merdeka Belajar Kampus Merdeka). Mata kuliah ini dapat dipilih sebagai mata kuliah pilihan bagi seluruh mahasiswa UNPAR yang tertarik untuk memperdalam kompetensi di bidang penjualan B2B. Bagi mahasiswa yang berminat, dapat mengikutinya melalui prodi Ilmu Administrasi Bisnis UNPAR.

Pada tanggal 27 Januari 2022 mendatang, UNPAR akan menyelenggarakan kompetisi lokal bertajuk 2nd Parahyangan Sales Competition (PSC). Pertandingan ini dibuat sebagai seleksi awal untuk mendapatkan sales person terbaik yang akan menjadi wakil UNPAR di ajang B2B sales tingkat internasional (SEASAC) yang akan diselenggarakan di trimester 1 tahun 2022. (Ira Veratika SN-Humkoler UNPAR/Sumber: Rilis FE UNPAR)