Home / Berita Terkini / Berbagi Bersama SD Binaan
SD Binaan

Berbagi Bersama SD Binaan

Mendengar kata “abdimas”, mengingatkan kita untuk kembali ke masyarakat. Abdimas yang berarti pengabdian kepada masyarakat menjadi bentuk kontribusi aktif dari masyarakat untuk masyarakat. Mahasiswa sebagai salah satu aktor akademik muda senantiasa menyelami semangat silih asah, silih asih, dan silih asuh. Membawa semangat menuntut ilmu untuk dibaktikan kepada masyarakat.SD Binaan

Himpunan Mahasiswa Program Studi Ekonomi Pembangunan Universitas Katolik Parahyangan (HMPSEP Unpar) turut serta mengabdikan diri dalam salah satu dharma perguruan tinggi, yaitu abdimas. SD Binaan merupakan program pengabdian kepada masyarakat HMPSEP yang berfokus pada pengembangan pendidikan siswa dan siswi  tingkat sekolah dasar (SD).

Sarah Raissa Ketua HMPSEP mengatakan, masih banyak sekali SD yang memiliki fasilitas sekolah yang kurang memadai. Tim HMPSEP ingin mencoba membantu untuk mengembangkan fasilitas di SD tersebut. Selain itu, teman-teman mahasiswa ingin berbagi pengalaman kepada adik-adik SD. “Kita pengen sharing pengalaman ke anak-anak SD-nya,” ungkap Sarah yang ditemui tim Publikasi Unpar.

Pendidikan sejak dini

Ketika ditanya kenapa memilih siswa/i SD, Sarah memaparkan bahwa hal tersebut dilatarbelakangi adanya keyakinan akan kebutuhan pendidikan yang seyogyanya diterapkan sejak dini. “Dasarnya tuh di SD menurut kita (tim penyelenggara). Jadi kita targetnya ke SD,” jelasnya. Kalo anak SD, ia menambahkan, mereka mencontoh apa yang mereka lihat. Hal tersebut sangat penting.

Adapun, agenda selama kegiatan SD Binaan beragam. Mulai dari sesi sharing, membuat proyek kecil bersama, seperti membuat tempat pensil dengan memanfaatkan botol-botol bekas, hingga kegiatan senam pagi serta gamesgames seru.

Sarah merasa terkesan selama mengikuti program SD Binaan. Baginya, kegiatan tersebut memiliki keseruan tersendiri. Katanya, “Seru banget. Seneng banget ngeliat mereka (siswa/i SD) antusias. Kita juga selain ada program dengan tema terkait, ada juga senam, ada games-games seru.”

Setiap tahunnya, penyelenggaraan SD Binaan mengangkat tema tertentu. Di tahun 2017, tim panitia mengambil tema “Cinta Lingkungan”. Kegiatan SD Binaan dilakukan di SDN 5 Cikidang, Lembang dengan memberikan pengajaran dan pembinaan kepada siswa dan siswi tingkat SD mengenai bahaya sampah plastik. Pengajaran dan pembinaan kepada siswa/i SD diharapkan dapat menimbulkan kesadaran akan pentingnya menjaga lingkungan hidup melalui pengurangan sampah plastik. Melalui tema tersebut, diberikan pemahaman mengenai pentingnya untuk menjaga lingkungan, misalnya dengan membiasakan budaya membuang sampah pada tempatnya.

“Contoh kecil, kayak kemaren waktu itu kita bikin tempat sampah. Karena mereka kan di sana ga ada tempat sampah, jadinya buang sampah (ga pada tempatnya). (Itu dari) hal-hal kecil,” Sarah menjelaskan.

Sesi sharing diberikan ke masing-masing kelas. “Itu per kelas karena anak kelas 1 ga bisa disamain sama anak kelas 6. Treatment-nya beda kan,” ungkap Sarah tersenyum. Adapun, jumlah rata-rata seluruh siswa/i SD tersebut mencapai 60 orang.

Peserta kegiatan tersebut tidak hanya anggota himpunan, tetapi juga teman-teman mahasiswa Prodi Ekonomi Pembangunan. “Siapapun anak Ekbang (Prodi Ekonomi Pembangunan) yang ingin ikut, bisa dateng,” terangnya antusias.

Keberlanjutan

Dalam beberapa tahun terakhir, tim HMPSEP secara rutin menjalankan program SD Binaan di Ciwidey. Sarah menyebutkan, “Di Ciwidey udah sekitar 3 atau 4 periode. Dari awal bener-bener SD itu kondisinya masih kurang layak, sampe sekarang. Jadi rutin, tiap taun ke sana. Kita bikin (program) tahunan.”

Setelah kurang lebih 3-4 tahun dirasa sudah cukup mumpuni baik dari fasilitas, kualitas, juga sarana dan prasarana, tim panitia mencari SD lainnya. “Kita cari SD lain buat SD selanjutnya. Sekarang kita ada di SD di Cikidang, Lembang,” dengan penuh semangat Sarah bercerita.

Puncak kegiatan SD Binaan diadakan selama satu hari penuh. Secara rutin setiap satu bulan sekali, tim himpunan mengunjungi SD tersebut. Hal ini dilakukan untuk mengetahui perkembangan dari terlaksananya program SD Binaan. “Nanya kondisi anak-anaknya di sana kayak gimana, yang dibutuhin sekolah itu apa,” ungkapnya.

Perihal waktu penyelenggaraan, biasanya diadakan di bulan Januari. Tetapi, kata Sarah, untuk periode tahun 2018 ini jadwalnya berubah, menjadi bulan ke-empat, tepatnya pada 21 April mendatang.

Program SD Binaan selanjutnya tengah dipersiapkan tim HMPSEP. Rencananya, tahun ini akan ada agenda baru bagi orang tua siswa yang mengantar dan menemani putra/i mereka ke sekolah. Pemeriksaan kesehatan gratis bagi orang tua siswa, itulah ide yang terlintas tim penyelenggara. Terkait hal tersebut, panitia bekerja sama dengan Politeknik Kesehatan Bandung.

“Kita liat dari tahun kemarin, orang tuanya cuma sebatas nganterin aja kan. Mungkin taun sekarang, kita bisa sambil gabungin antara pengabdian masyarakat sama cek kesehatan gratis juga,” terang Sarah yang kini tengah menempuh studi di semester 6.

Selama persiapan, tim HMPSEP berkoordinasi langsung dengan Kepala Sekolah di SD yang bersangkutan. Dari setiap program kerja himpunan, lanjut Sarah, tim juga berkolaborasi dengan program studi Ekonomi Pembangunan dan dosen-dosen terkait. “Keterlibatan prodi cukup. Kadang-kadang dari prodi, dari dosen ikut (ke lapangan),” ungkapnya.

Di masa mendatang, Sarah berharap program SD Binaan dapat semakin berkembang. Kerja sama dengan berbagai pihak, baik internal maupun eksternal pun, menjadi harapan tim pelaksana.

“Mungkin bisa kerja sama dengan pihak-pihak lain di luar. Terus, mungkin juga bisa kerja sama sama TOSAYA (Salah satu program kerja LKM Unpar),” ungkap Sarah. Terlebih, lanjutnya, kerja sama dengan program studi lainnya di Unpar.

Sarah berharap, “Supaya SD Binaan ini bukan cuma (program untuk) 1 SD nantinya. Mungkin di satu wilayah bisa ada beberapa SD yang sekaligus dikembangin. Itu (akan jadi) luar biasa,” pungkasnya.