Home / Berita Terkini / Wujudkan Semangat Mengajar, Meneliti, dan Mengabdi
Wujudkan Semangat Mengajar, Meneliti, dan Mengabdi

Wujudkan Semangat Mengajar, Meneliti, dan Mengabdi

Setiap perguruan tinggi mengemban tugas mulia Tri Dharma Perguruan Tinggi yang terdiri dari pengajaran, penelitian, dan pengabdian. Sebagai bagian dari perguruan tinggi di Indonesia, Universitas Katolik Parahyangan (Unpar) juga mengemban Tri Dharma yang bukan hanya menjadi tugas mulia melainkan lebih dari itu menjadi bagian dari jiwa dan semangat dasar Unpar. Hal ini dapat dipahami dalam sesanti (semboyan) universitas, yaitu Bakuning Hyang Mrih Guna Santyaya Bhakti, yang artinya “Berdasarkan Ketuhanan Menuntut Ilmu untuk Dibaktikan kepada Masyarakat”.

Sesanti Unpar memiliki tiga bagian utama. Bagian pertama adalah Bakuning Hyang (Berdasarkan Ketuhanan). Artinya setiap insan akademis Unpar memiliki kedalaman spiritual, kedalaman relasi dengan Tuhan, Sang Khalik, Sang Kebenaran Sejati, Sang Pencipta alam semesta sebab hanya Tuhan yang mengerti dan memahami maksud dan tujuan keberadaan seluruh alam semesta dan segala isinya.

Bagian kedua adalah Mrih Guna (Menuntut Ilmu). Artinya setiap insan akademis Unpar memiliki semangat untuk terus-menerus mengembangkan ilmu sesuai dengan bidang keilmuan masing-masing dalam proses pengajaran dan penelitian. Bagian ketiga adalah Santyaya Bhakti (Dibaktikan kepada Masyarakat). Artinya setiap insan akademis Unpar mengarahkan kedalaman relasi dengan Tuhan dan seluruh proses pengajaran dan penelitian sebagai pengabdian kepada masyarakat.

P3M yang merupakan Program Pendidikan Pengabdian kepada Masyarakat menjadi salah satu mata kuliah yang disediakan Unpar. Mata kuliah umum ini diselenggarakan oleh Lembaga Pengembangan Humaniora (LPH) dan Fakultas Filsafat (FF) Unpar, dengan tujuan untuk mewujudkan secara konkret semangat Unpar untuk mengajar, meneliti, dan mengabdi dalam diri para mahasiswa serta dosen.

Mata kuliah P3M menggunakan metode live-in di pedesaan. Para mahasiswa P3M yang didampingi para Dosen Pendamping Lapangan (DPL) hidup bersama dengan masyarakat desa selama kurang lebih 20-30 hari. Proses pengajaran, penelitian dan pengabdian terjadi pada saat mahasiswa P3M hidup bersama dengan masyarakat. Dalam proses ini, tahapan yang dilalui oleh mahasiswa adalah observasi, pengumpulan data dan informasi, perumusan masalah-masalah yang ada, penentuan prioritas masalah, pencarian solusi, penentuan proyek, pelaksanaan proyek serta penyelesaian proyek dan evaluasi bersama.

Tahapan-tahapan tersebut merupakan tahapan penelitian secara umum. Dalam setiap tahapan, mahasiswa harus selalu melibatkan masyarakat karena dalam proses ini terjadi proses pengajaran kepada masyarakat bagaimana mereka dapat menyelesaikan masalah di desa mereka.

Proses perkuliahan P3M yang baru saja diselenggarakan pada 3-21 Januari 2017 berlangsung di dua desa, yaitu Desa Rawabogo, Kecamatan Ciwidey, Kabupaten Bandung; dan di Desa Sindulang, Kecamatan Cimanggung, Kabupaten Sumedang. Tim penyelenggara memilih desa-desa di sekitar Jawa Barat sebagai perwujudan tanggung jawab Unpar untuk terlibat dalam mendidik dan mencerdaskan masyarakat Jawa Barat.

Tiap desa terdiri dari 4 dusun dan tiap dusun terdiri dari 2-4 RW (Rukun Warga). Setiap kelompok mahasiswa yang terdiri dari 4-5 orang yang didampingi oleh satu atau dua DPL ditempatkan di tiap dusun. Di dusun-dusun inilah, mereka semua melakukan proses pengajaran, penelitian dan pengabdian.

Ada dua hal penting yang harus dijaga dalam proses pelaksanaan mata kuliah P3M ini. Pertama, keseimbangan antara keterlibatan mahasiswa dan keterlibatan masyarakat. Kedua, keseimbangan antara proses pendidikan mahasiswa dan proyek yang dilakukan untuk masyarakat. Hal pertama perlu dijaga agar rasa memiliki, menjaga, dan memelihara proyek yang telah dilakukan tumbuh dalam hati masyarakat. Hal kedua juga perlu dijaga agar dalam pelaksanaan proyek tidak melupakan atau mengabaikan dimensi pendidikan mahasiswa. Sebaliknya, dalam proses pendidikan tidak melupakan karya konkret yang bisa bermanfaat bagi masyarakat.

Adapun proyek yang sudah dilakukan di Desa Rawabogo adalah proses penyaringan air bersih secara sederhana di dusun 1, penyaluran air bersih dari sumber air ke rumah warga di dusun 2, perbaikan jalan gang di dusun 3, dan pengelolaan sampah plastik di dusun 4. Proyek yang sudah dilakukan di Desa Sindulang adalah pemasangan pipa air bersih di dusun 1, perbaikan jalan gang di dusun 2, renovasi mushala secara total di dusun 3, pembangunan bak pelindung mata air di dusun 4.

Selain proyek dusun, ada juga proyek yang secara pribadi dilakukan mahasiswa sesuai dengan kebutuhan masyarakat di dusun masing-masing. Misalnya, pendampingan PAUD, sosialisasi tentang gosok gigi dan cuci tangan yang baik, pengajaran matematika untuk ibu-ibu, dan pengajaran pengelolaan keuangan untuk para pemilik warung.

Mata kuliah P3M menjadi salah satu kegiatan akademis Unpar yang mengintegrasikan Tri Dharma Perguruan Tinggi ke dalam kegiatan perkuliahan. Dengan program ini diharapkan Unpar dapat secara kontinu membantu penyejahteraan masyarakat desa. [UNPAR/B. Ario Tejo Sugiarto SS Mhum-Koordinator Mata Kuliah P3M]

 

Sumber: KOMPAS – Griya Ilmu (Selasa, 31 Januari 2017)