Home / Berita Terkini / PIP Selenggarakan Workshop Asesmen Otentik
asesmen otentik

PIP Selenggarakan Workshop Asesmen Otentik

Secara garis besar, kegiatan pembelajaran terdiri dari tiga bagian yang saling terkait, yaitu perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi pembelajaran. Asesmen merupakan bagian dari tahapan evaluasi yang bertujuan untuk mengukur hasil belajar atau sejauh mana ketercapaian kompetensi mahasiswa. Rancangan asesmen yang disusun oleh dosen harus valid mengukur kompetensi. Hal ini menjadi sangat penting dalam penerapan kurikulum berbasis kompetensi.asesmen otentik

Mengingat pentingnya pengetahuan dan keterampilan merancang asesmen bagi para dosen, Pusat Inovasi Pembelajaran Universitas Katolik Parahyangan (PIP Unpar) menyelenggarakan Workshop Asesmen Otentik yang diperuntukkan bagi para dosen Unpar. Kegiatan tersebut berlangsung selama dua hari, pada Senin-Selasa, 12-13 Maret 2018 bertempat di Operation Room Rektorat Unpar.

Kali ini, PIP Unpar bekerjasama dengan dua orang fasilitator dari Universitas Sanata Dharma, Yogyakarta. Kedua fasilitator, yakni Veronica Tri Prihatmini, MA dan Dr. B. Widharyanta, M.Pd memperkenalkan kepada para peserta, bahasan mengenai Taksonomi Pembelajaran dan Penilaian (Review); Penilaian Pembelajaran (Pengetahuan, Sikap, Keterampilan); Traditional vs Authentic Assessment; Jenis-jenis Penilaian Otentik; dan Penyusunan Instrumen Penilaian Otentik.

Melalui kegiatan ini peserta diperkenalkan dengan taksonomi kompetensi, bagaimana memilih cara dan instrumen yang tepat untuk mengukur ketercapaian kompetensi mahasiswa, dan bagaimana merancang pembelajaran (metode dan starategi) untuk mencapai kompetensi yang disasar.

Di hari kedua, dosen-dosen Unpar yang berasal dari berbagai program studi melakukan presentasi dan diskusi mengenai pembahasan topik selama lokakarya. Tentunya, ada beragam pandangan inspiratif yang beragam dari masing-masing disiplin ilmu.

Antuasiasme

Ditemui di sela kegiatan, peserta workshop Dr. Banowati Talim mengungkapkan kesannya selama mengikuti workshop PIP. “Wah, luar biasa! Saya tadinya juga bingung, apa sih metode otentik ini? Kemudian, setelah diberikan penjelasan, ternyata beberapa metode itu memang sudah kami (dosen-dosen) praktekan. Hanya belum ngeh kalo itu merupakan metode-metode otentik. Seperti misalnya, pengerjaan proyek-proyek yang ditugaskan kepada mahasiswa,” ujar beliau antusias.

Baginya, kegiatan yang berlangsung selama dua hari tersebut seakan memberikan kesadaran bagi para dosen. “Bahwa evaluasi, keberhasilan studi mahasiswa itu menjadi satu poin yang luar biasa penting,” terang Banowati yang sudah 30 tahun berkarya di Unpar. Ia menambahkan, “Kita tidak bisa asal-asalan menilai. Tapi, kita juga perlu memastikan apakah penilaian kita itu sudah valid, mengukur apa yang harus diukur, menilai apa yang harus dinilai, dan juga punya standard.”

Tentunya, ungkap Banowati Kepala Program Studi Ilmu Administrasi Bisnis, ia akan berupaya mendorong teman-teman dosen di Prodi Administrasi Bisnis Unpar untuk mencoba mengaplikasikan metode asesmen otentik tersebut.

Banowati menilai PIP secara berkesinambungan rutin menggelar kegiatan serupa untuk menunjang kompetensi pengajaran dan pembelajaran dosen Unpar. “Kalo buat PIP yang sudah luar biasa programnya, tidak pernah berhenti selama tahun ke tahun. Jadi, saya sangat berharap program seperti ini secara rutin sudah diagendakan barangkali dalam satu tahun,” pungkasnya.

Manfaat dan keberlanjutan

Hal serupa disampaikan Charvin Lim S.E.,M.Sc Dosen Program Studi Ilmu Ekonomi Pembangunan. “Kalo menurut saya pelatihan workshop asesmen otentik ini sangat berguna untuk seluruh dosen, tapi terkhusus untuk dosen-dosen muda yang masih membutuhkan panduan untuk bagaimana menilai kinerja mahasiswa.”

“Yang akan saya terapkan di kelas, terkhususnya adalah dengan membuat rubrik untuk beberapa capaian yang perlu dicapai oleh mahasiswa. Karena dengan membuat rubrik ini, nantinya hasil penilaian saya akan lebih objektif dan lebih konsisten,” kata Charvin.

Selain itu juga, ia menambahkan, beberapa hal seperti penilaian kinerja dan penilaian portfolio juga akan digunakan sebagai jenis penilaian otentik yang melengkapi jenis penilaian yang konvensional.

Lain halnya dengan Mahdohar Batu Bornok Simanjuntak, S.S.,M.Si yang turut mengikuti workshop PIP. Dosen Fakultas Filsafat tersebut menyampaikan bahwa workshop kali ini memberikan gambaran mengenai perubahan paradigma dalam memberikan asesmen yang mendasar. “Jadi, seengganya kita tidak mereka-reka, ini standardnya seperti apa ya. Ini sangat penting menurut saya,” katanya.

“Dan, yang menurut saya sangat progresif dari penyelenggaraan ini adalah ada pengembangan dari konsep yang diajarkan sebelumnya, jadi bukan pengulangan. Artinya, saya harapkan ke depan kalo bisa ini ada lanjutannya,” ungkap beliau.