Home / Berita Terkini / Wirausahawan Muda, Pahlawan Ekonomi – Wawancara dengan Nina Septina, S.P., M.M.

Wirausahawan Muda, Pahlawan Ekonomi – Wawancara dengan Nina Septina, S.P., M.M.

Pandemi Covid-19 terasa jelas dampaknya khususnya di bidang ekonomi. Menurunnya daya beli masyarakat menguji daya saing dan ketahanan usaha. Di tengah kondisi ekonomi lokal dan global yang tidak menentu, anak muda didorong untuk berkontribusi dalam bidang ekonomi. Salah satunya melalui kewirausahaan, dengan mengimplementasikan ide-ide bisnis baru yang dapat membuka lapangan kerja dan mendorong roda ekonomi masyarakat

Tim Publikasi Universitas Katolik Parahyangan (Unpar) berkesempatan untuk mewawancarai Kepala Program Studi DIII Manajemen Perusahaan Ibu Nina Septina, S.P., M.M. Selain terlibat aktif sebagai dosen di Unpar, beliau merupakan pengurus Forum Pendidikan Tinggi Vokasi Indonesia (FPTVI), Akademisi Profesi Dosen Vokasi Indonesia (APDOVI), dan Sinergisitas ABCGM. Selain itu, ia juga merupakan Trainer Financial Life Skills pada program YEP USAID, serta coach pendamping UKM pada kegiatan SCORE+ UNPAR-ILO.

Mengapa anak muda harus belajar menjadi wirausahawan?

Generasi muda perlu menanamkan mindset bahwa setelah menuntaskan studi bukan menambah antrian di barisan para pencari kerja, akan tetapi berperan sebagai penyerap tenaga kerja atau penyedia lapangan kerja. Dengan bertambahnya jumlah wirausahawan akan mengurangi jumlah pengangguran. Dengan terserapnya tenaga produktif di suatu lokasi usaha, maka daya beli dan perekonomian setempat akan meningkat. 

Untuk menjadi wirausahawan tentunya tidak semudah membalikkan telapak tangan. Ada proses perjalanan panjang yang perlu dilalui, yang penuh dengan lika liku, penuh dengan pengalaman belajar yang mengasah keterampilan berpikir kritis dalam setiap kendala yang perlu dihadapi dan ditaklukan. Proses belajar dapat dimulai sejak dini di ruang pendidikan secara komprehensif untuk membentuk pola pikir yang kreatif inovatif produktif. Proses belajar ini akan mengantarkan generasi muda menjadi sosok tangguh yang mampu membaca peluang dan cerdas memperhitungkan resiko dengan cermat.

Apa saja kemampuan dan pengetahuan yang wajib dimiliki oleh wirausahawan muda?

Menyesuaikan dengan perkembangan saat ini, tentu saja tidak mungkin menjalankan usaha tanpa melibatkan teknologi. Pengetahuan dan kemampuan yang memadai dalam memanfaatkan teknologi yang sesuai dengan kebutuhan perkembangan usaha menjadi prioritas bersama dengan keterampilan soft skill seperti kemampuan dalam berpikir kritis (critical thinking), memecahkan masalah yang komplek (complex problem solving), kemampuan menggali ide kreatif dan inovatif (creativity and innovation), kemampuan mengelola anggota tim kerja (people management), kemampuan berkoordinasi dengan orang lain atau team-work (coordinating with others), memiliki kecerdasan emosional (emotional intelligence), kemampuan menilai dan mengambil keputusan (judgment and decision making), memiliki kecerdasan emosional (emotional intelligence), berorientasi pelayanan atau mengedepankan pelayanan (service orientation), kemampuan negosiasi (negotiation), serta memiliki fleksibilitas kognitif (cognitive flexibility). Membiasakan diri untuk berpikir out of the box dapat mendukung proses menuju solusi inovatif.

Dengan kondisi dunia global saat ini, apa tantangan dan peluang yang dimiliki oleh Anak Muda, baik yang ingin memulai atau tengah mengembangkan bisnis mereka? 

Masa pandemi dan AKB bukan masa yang mudah. Tantangan saat ini adalah adanya kebijakan #dirumahaja dan kebijakan WFH, serta protokol kesehatan baru yang menyebabkan kelangkaan beberapa bahan baku, juga kesulitan logistik dan ekspedisi.

Tapi jika kita dituntut untuk memecahkan suatu masalah dan tantangan di bawah tekanan pada masa sulit, ini akan mengasah kita untuk mengerahkan segala daya upaya hingga akhirnya tuntas ditemukan solusi yang kreatif. Dalam kondisi kepepet biasanya memaksa kita untuk mencapai sesuatu hal yang awalnya tidak kita yakini akan mampu diraih. 

Ada banyak peluang baru dalam masa pandemi dan AKB ini karena banyak kebiasaan baru di masyarakat yang terbentuk di masa ini. Semua aktivitas perlu mematuhi protokol kesehatan dan sikap konsumen pun saat ini lebih mengutamakan kesehatan. Berbagai perubahan perilaku konsumen di masyarakat merupakan peluang bisnis baru yang layak untuk dijajaki dan dikembangkan. Peluang bisnis daring semakin berkembang dengan kebutuhan pokok yang bergeser akibat adanya penyesuaian kebijakan yang diterapkan.

Bagaimana Strategi Bisnis yang bisa digunakan oleh wirausahawan muda? 

Dengan kemampuan membaca peluang secara kreatif maka setiap kesulitan yang terjadi dapat diterjemahkan sebagai tantangan yang perlu dicari solusinya secara inovatif. Dalam berbisnis, bukan hanya memikirkan produk apa yang kita miliki untuk ditawarkan, akan tetapi perlu lebih fokus pada customer driven dimana wirausahalah yang perlu secara kritis mampu menemukan akar masalah apa yang dialami konsumen dan bagaimana produk yang kita tawarkan akan menjadi solusi bagi masalah yang dihadapinya. 

Komunikasi positif yang dikemas dengan cara yang unik dan sesuai dengan karakter target market akan menjadi kunci dalam mengemas branding yang tepat. Promosi yang tepat akan mendatangkan konsumen, akan tetapi kualitas produk dan standar pelayanan  yang memenuhi ekspektasi target pasarlah yang akan membuat konsumen tersebut datang kembali bahkan berkenan merekomendasikan kepada lingkungan terdekatnya. 

Karena itu wirausaha muda perlu secara kritis dan kreatif  memastikan produknya memiliki keunikan yang sesuai dengan citra yang dicari oleh target pasarnya. Penggunaan tagline yang simple serta nama varian produk yang unik dan mudah diingat dapat menjadi salah satu langkah awal. 

Mengapa Unpar bisa jadi tempat terbaik bagi Anak Muda untuk belajar berwirausaha?

Setiap program studi melalui serangkaian mata kuliah telah memuat konsep kewirausahaan dengan praktek yang memadai, termasuk di dalamnya yang berbentuk pameran dan kompetisi bisnis. Selain itu Unpar memiliki fasilitas inkubator bisnis yang akan mampu mewadahi proses belajar yang aktual dan kontekstual secara lebih terintegrasi.

Unpar merupakan kampus yang mencerminkan miniatur Indonesia dengan keragaman yang kental di dalamnya. Di lingkungan yang demikian proses belajar menjadi lebih komprehensif dalam proses belajar menyikapi konsumen yang heterogen. 

Pesan untuk Wirausahawan Muda

Di masa lalu, pahlawan adalah mereka yang berangkat ke medan perang dan memperjuangkan kemerdekaan bangsa Indonesia. Di masa kini, setelah kita merdeka, pahlawan yang dibutuhkan adalah para wirausahawan muda. Pahlawan yang menurunkan angka pengangguran, memberdayakan lingkungan sekitar dan  meningkatkan perekonomian masyarakat. Pahlawan yang bertempur di medan persaingan bisnis dengan senjata berupa beragam produk inovatif. Pahlawan yang bersama tim kreatifnya akan terus produktif menghasilkan karya berupa produk dan layanan yang jeli menjawab kebutuhan konsumen.

Jadilah wirausahawan muda yang Unggul – Ulet, Tangguh dan Luwes. Ulet dan tekun menjalani setiap lika liku perjalanan usaha. Tangguh menghadapi setiap kendala dan tantangan, Luwes dalam mengadaptasi setiap perubahan di lingkungan usaha. (/DAN – Divisi Publikasi. Sumber: Wawancara Daring dengan Ibu Nina Septina, S.P., M.M.)