Home / Berita Terkini / What Traveling In “The New Normal” Will Look Like

What Traveling In “The New Normal” Will Look Like

Alumni prodi Ilmu Hubungan Internasional Universitas Katolik Parahyangan (HI UNPAR) angkatan 1992 kembali menggelar Webinar Unpar Talk Series yang ketiga pada Sabtu (21/6/2020) bertajuk “What Traveling In “The New Normal” Will Look Like”. Kegiatan dimoderatori oleh Rini Stoltz, Hospitality Consultant di Illinois, Amerika Serikat. Hadir pula Rinny Ayu (Senior Purser Cathay Pacific Airways Hongkong), Johnny Darmawan (Assistant Hotel Manager Combo HARRIS POP! Hotel  Festival Citylink Bandung), dan Adiguna W (International Traveller) sebagai narasumber pada Webinar kali ini.

Travelling akan kembali normal dimulai dari domestik dalam bentuk staycation sebelum akhirnya lintas wilayah dan lintas benua. Pelancong yang berusia 18-25 tahun dimana kurang rentan terhadap COVID-19 yang dirasa akan bepergian terlebih dahulu.

Dalam webinar dibahas mengenai kesiapan industri perjalanan dan penginapan termasuk maskapai penerbangan dalam kaitannya dengan travelling  di masa new normal. 

Keeping Up With the New Normal

Rinny menuturkan, 6 bulan yang lalu industri penerbangan secara global sudah mencapai 4,54 miliar penumpang. Bandara Internasional Hongkong sudah melayani 71,5 juta penumpang dan 419,730 penerbangan di 2019. Keinginan para traveller untuk bepergian menjadi menurun karena resiko terpapar COVID-19 dan banyak prosedur yang harus dijalani seperti karantina selama 14 hari di tempat tujuan. Kesibukan di industri penerbangan hanya 1-3% dari biasanya, sangat sedikit dikarenakan lockdown di berbagai negara dan kebijakan pemerintah. 

Industri penerbangan untuk menjalankan new normal melakukan sanitasi ekstra di setiap penerbangan untuk memastikan penumpang tetap terlindungi. Check-in juga dilakukan secara individu oleh penumpang agar meminimalisir kontak dengan ground staff. Di dalam pesawat pun terdapat HEPA filters yang membuat udara di pesawat tetap bersih. Pada intinya berbagai protokol kesehatan dijalankan untuk melindungi traveller dari COVID-19 di masa new normal.

The Impact of COVID-19 to Hotel Industry

Banyak sekali akibat negatif dari COVID-19 terhadap industri hotel. Diantaranya adalah pemotongan gaji, kontrak karyawan yang tidak diperpanjang, dan PHK. Namun sisi lain dari pandemi ini menjadi momen untuk meningkatkan kinerja dan fasilitas hotel. 

Johnny mengungkapkan, di masa new normal industri hotel melakukan berbagai perubahan seperti mengurangi karyawan, melakukan perbaikan di berbagai departemen, investasi dalam hal kesehatan (APD, masker, dan alat pendukung lainnya), diversifikasi pendapatan, dan cara penjualan karena 55% tamu berasal dari Online Travel Agent (OTA).

Hotel pun melakukan strategi marketing yaitu diskon, program spesial/ paket kamar, dine-in dengan harga rendah, dan souvenir kesehatan seperti masker untuk tamu. Dari industri hotel pun tetap berkomitmen untuk menjaga para tamu agar tetap sehat, terlindungi, dan merasa nyaman selama berada di hotel.

Perjalanan Jaman Now

Adiguna membagikan 11 tips perjalanan bagi traveller di tengah masa new normal pandemi COVID-19. Pertama, lakukan hanya perjalan penting. Kedua, rencanakan perjalanan secara matang, termasuk konsekuensi jika terpapar COVID-19. Ketiga, cari informasi dan referensi yang valid dan kredibel. Keempat, kontak awal moda transportasi dan akomodasi. Kelima, siapkan dokumen dan persyaratan perjalanan. Keenam, asuransi perjalanan mencakup perawatan global COVID-19. Ketujuh, alokasikan tambahan waktu perjalanan (2-14 hari). Kedelapan, alokasikan dana cadangan untuk berjaga apabila terlantar di destinasi. Kesembilan, tibalah lebih awal saat keberangkatan. Kesepuluh, tetap taati peraturan protokol kesehatan. Terakhir, catat alamat perwakilan RI di destinasi tujuan. (JNS/DAN – Divisi Publikasi)