Potensi Bencana Di Balik Pesona Sesar Lembang

Sebagai wujud kepedulian dalam upaya mengedukasi dan mengkampanyekan kesiapsiagaan Gempa Sesar Lembang, pada Jumat (19/2/2021) Universitas Katolik Parahyangan (UNPAR) menyelenggarakan webinar dengan tema “Sesar Lembang, Potensi Bencana di Balik Pesona Panorama: Kenali Ancaman Bahayanya, Kurangi Risiko Bencananya, Siap dan Siaga untuk Selamat”. Pius Suratman Kartasasmita, Ph.D. (Dosen FISIP UNPAR) menjadi pemandu dalam acara.

Webinar mengundang Prof. Paulus Pramono Rahardjo, Ph.D. (Guru Besar Teknik Sipil UNPAR), Dr. H. Dani Ramdan (Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah Jawa Barat), Teguh Rahayu, M.Si. (Kepala BMKG Stasiun Geofisika Jawa Barat), dan Dr. Akhmad Solikhin (Peneliti Ahli Muda Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi Badan Geologi – KESDM) sebagai pembicara. Selain itu Mangadar Situmorang, Ph.D. (Rektor Universitas Katolik Parahyangan) turut hadir memberi sambutan.

Kegiatan ini bertujuan untuk memberikan informasi tentang potensi bencana Sesar Lembang dan persiapan serta antisipasi yang harus dilakukan oleh masyarakat dalam menghadapi bencana khususnya gempa. Dengan semangat kolaboratif, diharapkan kita bersama-sama peduli dan tanggap akan setiap ancaman kebencanaan.

Mangadar dalam sambutannya mengungkapkan dibalik seluruh pesona dan daya tarik dari Lembang terdapat hal yang harus sama-sama dicermati yakni sesar Lembang. Beliau berharap webinar ini bisa menjadi edukasi publik agar rahmat Tuhan yang berada di Lembang tersebut menjadi sumber kebahagiaan bagi banyak orang dan bukan menjadi bencana. 

Budaya Tangguh Bencana

Dani Ramdan mewakili M. Ridwan Kamil (Gubernur Jawa Barat) mengungkapkan apresiasinya kepada UNPAR dan segala pihak yang terlibat mengadakan webinar yang edukatif bagi masyarakat. Jawa Barat adalah provinsi dengan jumlah penduduk terbesar di Indonesia. Dibalik kesuburan dan keindahan alamnya terdapat banyak potensi bencana alam yang dialami. Jika dirata-rata ada 4 sampai 5 kejadian bencana alam setiap harinya. 

Melalui PP No. 1 Tahun 2020 Jawa Barat ingin mewujudkan ketangguhan baik dari warga negara, infrastruktur, ilmu pengetahuan dan teknologi, lingkungan, serta institusi. Semua ini dapat terjadi ketika akademisi, komunitas, swasta, dan pemerintah berkolaborasi untuk mewujudkan budaya tangguh bencana.

Saat ini, Sesar Lembang memiliki kecepatan pergerakan yang bertambah sekitar 3-5,5 mm per tahun. Kegiatan ini dianggap sebagai ancaman yang dapat membahayakan sewaktu-waktu. Ancaman akan menjadi bencana ketika masyarakat belum siap menghadapinya. Mengacu kepada UU No. 24 Tahun 2007, dalam menanggulangi bencana hal yang paling penting adalah mempersiapkan diri. Edukasi dan sosialisasi merupakan bagian dari mitigasi bencana. 

Besar harapan setelah adanya edukasi melalui webinar ini, masyarakat Lembang tidak panik dengan adanya Sesar Lembang. Jika terjadi kemungkinan terburuk yakni gempa yang besar, masyarakat siap sehingga kerugian materil bahkan kematian dapat diminimalisasi. Dibalik semua bencana alam yang terjadi, kita harus tetap bersyukur dengan pesona alam yang telah dihanturkan Yang Maha Kuasa dan menerima hakekat alam dari pada-Nya. (JNS/DAN – Divisi Publikasi)

Materi webinar dapat diakses melalui tautan berikut: