Home / Berita Terkini / WEBINAR: BERBAGI ILMU TANPA MENGENAL JARAK

WEBINAR: BERBAGI ILMU TANPA MENGENAL JARAK

Situasi saat ini memaksa kita untuk menjaga jarak fisik dengan sesama. Dengan begitu, aktivitas yang dijalankan dengan mengumpulkan massa dalam satu ruang secara fisik pun sulit untuk dilakukan dan tidak dianjurkan. Hal ini termasuk kegiatan perkuliahan, seminar dan konferensi, acara diskusi dan aktivitas ilmiah lain yang bersifat tatap muka langsung.

Namun, dengan kemajuan teknologi yang terjadi saat ini, aktivitas tersebut dapat dipindahkan ke dalam ruang virtual. Dengan begitu, orang-orang tetap dapat berinteraksi satu sama lain tanpa perlu bertemu secara fisik. Khususnya dengan perkembangan internet yang sangat pesat dan aplikasi teknologi canggih seperti video conference yang dapat dijangkau oleh masyarakat luas membuat hal tersebut tak lagi hanya dapat dipergunakan oleh kalangan tertentu, namun bagi kalangan umum.

Fenomena

Akses pada teknologi ini bisa jadi menjelaskan kemunculan fenomena seminar dan diskusi daring atau yang dikenal sebagai Webinar. Serupa dengan seminar pada umumnya, kegiatan ini diikuti oleh sekelompok peserta yang dapat berinteraksi dengan narasumber sebagai presenter materi dengan difasilitasi oleh moderator. Tetapi, semua aktivitas ini, mulai dari presentasi materi hingga diskusi dan tanya jawab, dilakukan di ruang daring melalui sarana video conference.

Webinar sebagai ruang diskusi ilmiah kini makin dilirik oleh berbagai institusi pendidikan. Termasuk di antaranya Universitas Katolik Parahyangan (Unpar). Dengan peniadaan kegiatan tatap muka langsung di kampus Unpar selama masa tanggap darurat pandemi ini, maka komunitas akademik Unpar menggunakan metode daring dalam menjalankan fungsi dan aktivitasnya. Hal ini mencakup pula kegiatan-kegiatan diskusi ilmiah, baik yang diselenggarakan oleh dosen, mahasiswa maupun alumni, seperti webinar, diskusi daring, juga kuliah umum secara daring.

Dalam beberapa minggu terakhir, berbagai program studi di Unpar telah sukses menggelar webinar dan diskusi daring. Kegiatan ini mengangkat berbagai tema menarik dari beragam bidang ilmu mulai dari hukum, bisnis, diplomasi, hingga sains. Ada pula webinar pun dibuat berseri dengan maksud membahas tema umum dari berbagai perspektif maupun dalam isu yang spesifik. Webinar dan diskusi daring akan terus diselenggarakan, di mana saat ini telah dijadwalkan lebih dari 15 acara yang akan diselenggarakan hingga satu minggu mendatang.

Aplikasi

Merebaknya webinar dan diskusi ilmiah daring saat ini tentu didukung oleh berbagai perangkat penunjang, baik gawai (gadget) dan komputer serta aplikasi yang dipergunakan. Aplikasi yang lazim dipakai di Unpar seperti Google Hangouts Meet terintegrasi dengan G-Suite sebagai fasilitas bagi seluruh komunitas akademik Unpar, termasuk mahasiswa. Aplikasi lain yang populer seperti Zoom juga dipergunakan khususnya dalam webinar yang mudah diakses oleh publik sebagai peserta. Aplikasi-aplikasi ini dapat digunakan baik melalui komputer dan laptop atau smartphone, memperluas jangkauan webinar untuk peserta dengan beragam jenis perangkat. 

Dalam pelaksanaannya, ‘ruang’ virtual ini tentu memiliki keterbatasan khususnya dalam jumlah peserta yang dapat ditampung dalam satu sesi. Seringkali, banyak calon peserta yang tidak dapat mengikuti webinar karena keterbatasan tersebut. Untuk itu, Unpar menyediakan alternatif berupa live streaming webinar melalui media sosial resmi Unpar seperti Youtube. Dengan begitu, masyarakat yang tidak berkesempatan menjadi peserta webinar tetap dapat mengikuti paparan dan mendapatkan ilmu dari webinar yang diinginkan.

Keuntungan

Dari pelaksanaan webinar di Unpar, terlihat beberapa keuntungan yang tidak dimiliki dalam seminar biasa. Yang pertama tentu terkait jangkauan, baik bagi peserta juga narasumber. Melalui aplikasi daring, webinar yang dilaksanakan oleh Unpar dapat menghadirkan narasumber berkualitas tidak hanya dari Kota Bandung dan sekitarnya, namun dari luar kota, luar pulau, bahkan luar negeri. Wawasan serta perspektif ilmu yang disajikan pun menjadi lebih luas.

Sisi lain yang tidak kalah penting adalah fleksibilitas baik ruang juga waktu. Dengan pertimbangan yang baik, webinar dapat diselenggarakan kapanpun dengan menyesuaikan waktu narasumber serta target peserta. Peserta webinar juga dapat mengikuti kegiatan dari mana saja, seperti dari rumah sesuai dengan himbauan pemerintah. Fleksibilitas ini juga memberikan kesempatan bagi peserta untuk mengikuti beragam webinar dalam satu hari, karena yang diperlukan hanya berpindah ruang secara virtual tanpa perlu beranjak dari komputer maupun gawainya.

Webinar telah memberikan ruang diskusi yang penting bagi masyarakat akademik selama situasi sulit ini. Dengan berbagai fitur dan kemudahan yang dimiliki, baik akademisi maupun masyarakat umum dapat mengembangkan ilmu pengetahuan mereka meski tidak bertemu secara fisik. Bisa jadi, hal ini akan memberikan jalan bagi webinar dan rupa-rupa diskusi daring lainnya untuk menjadi bagian tak terpisahkan dari ‘new normal’ di masa mendatang. (*)

Artikel ini telah dipublikasikan dalam Pikiran Rakyat pada Kamis, 14 Mei 2020