Home / Berita Terkini / Visitasi Kemendikbud, Jajaki Kerja Sama ‘Darmasiswa’ di Unpar

Visitasi Kemendikbud, Jajaki Kerja Sama ‘Darmasiswa’ di Unpar

Sebagai bagian dari upaya perwujudan internasionalisasi, Universitas Katolik Parahyangan (Unpar) tengah mengajukan kerja sama sebagai universitas penyelenggara program Darmasiswa dengan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) Republik Indonesia. Hal ini ditandai dengan visitasi dari pihak Kemendikbud ke Unpar pada Jumat (20/10) lalu. Kunjungan tersebut dihadiri oleh Wakil Rektor Bidang III, Kepala Pusat Pengembangan Karir (PPK), Kepala Bagian Bahasa, Instruktur BIPA, Kepala Kantor Internasional dan Kerjasama (KIK), dan Penanggung Jawab Sosiopreneur.

Ada beberapa kriteria yang dinilai Kemendikbud berkaitan dengan penyelenggaraan program Darmasiswa. Kriteria tersebut antara lain kesiapan program BIPA, keberadaan  dan kualitas kantor urusan internasional serta program budaya, kualitas fasilitas pembelajaran, termasuk bahan ajar dan ketersediaan akomodasi bagi mahasiswa.

“Dari semua kriteria tersebut, Unpar mendapat penilaian sembilan puluh persen efektif,” ungkap Kristining Seva S.S., M.Pd., instruktur BIPA Unpar.

Seva menjelaskan, Unpar memiliki berbagai keunggulan dalam penyelenggaraan perkuliahan Bahasa Indonesia bagi penutur asing, di antaranya memiliki materi dan modul ajar yang merujuk pada standard Kemendikbud. Kemudian, metode pembelajaran yang digunakan menuntut mahasiswa untuk lebih aktif di kelas, misalnya dengan menggunakan metode pembelajaran visual melalui alat peraga dan kartu percakapan.

“Yang ketiga adalah program budaya, yang mana tidak setiap universitas punya,” ujar beliau.

Kegiatan tradisional, seperti program budaya, permainan dan olahraga tradisional menjadi keunggulan lain. Terakhir, keberadaan sociopreneur class, yang mana mahasiswa masuk ke dalam komunitas yang membutuhkan bantuan dalam pengembangan dan pemasaran produk bisnis hasil kreasi mereka.

Selain menerima pemaparan mengenai kegiatan pembelajaran BIPA Unpar, perwakilan kementerian juga mendapat kesempatan untuk mengunjungi kelas Bahasa Indonesia bagi mahasiswa asing yang belajar di Unpar.

Nantinya, BIPA Unpar akan memberikan kuliah Bahasa Indonesia serta lokakarya budaya bagi peserta Darmasiswa. Mereka juga berkesempatan untuk mempelajari budaya Indonesia melalui salah satu unit kegiatan mahasiswa (UKM) Unpar, Lingkung Seni Tradisional (Listra), serta homestay bersama keluarga sivitas akademika Unpar.

Adapun, program Darmasiswa adalah program yang diselenggarakan oleh Kemendikbud  bekerjasama dengan Kementerian Luar Negeri. Beasiswa Darmasiswa ini ditawarkan ke lebih dari 111 negara di seluruh dunia, yang mana difasilitasi oleh lebih dari 70 universitas di Indonesia.

Program tersebut ditawarkan kepada mahasiswa asing dari negara-negara yang mempunyai hubungan diplomatik dengan Indonesia. Mereka diwajibkan untuk belajar Bahasa Indonesia, seni, dan budaya di universitas yang mereka pilih.

Program BIPA di Unpar dinilai efektif pada saat penilaian visitasi tersebut. Diharapkan tahun ajaran 2018/2019 Unpar sudah dapat menerima mahasiswa asing melalui penyelenggaraan program Darmasiswa.