Vaksinasi Bagi Tenaga Kependidikan dan Dosen Unpar

Program vaksinasi yang tengah dilakukan di tengah masyarakat kini menjangkau lingkungan Universitas Katolik Parahyangan. Dengan dukungan dari Dinas Kesehatan Kota Bandung selaku penyedia vaksin, Rumah Sakit Borromeus melalui tenaga vaksinator, serta Ikatan Alumni Unpar (IKA Unpar) dan relawan mahasiswa, Unpar telah memulai vaksinasi tahap pertama bagi tenaga kependidikan (tendik) dan dosen.

Program vaksinasi dilakukan selama tiga hari berturut, antara Rabu hingga Jumat (24-26/3/2021). Saat ini, program vaksinasi hanya tersedia bagi para tenaga kependidikan dan dosen secara individu, tanpa membawa anggota keluarga masing-masing. Para dosen yang berusia lanjut dan belum menerima vaksin pun diperbolehkan untuk mengikuti vaksinasi.

Pelaksanaan vaksinasi yang lancar dan sesuai protokol kesehatan mendapat sambutan positif dari para peserta. Animo peserta menunjukkan ketidak raguan Komunitas Akademik Unpar dalam mengikuti program vaksinasi guna mempercepat terbentuknya kekebalan kelompok. Di akhir kegiatan, sebanyak 736 orang dari 754 pendaftar berhasil menerima dosis vaksin Sinovac pertamanya, sedangkan 18 orang mengalami penundaan vaksinasi karena alasan kesehatan.

Peran Penting

Ditemui dalam kesempatan terpisah, Rektor Unpar Mangadar Situmorang, Ph.D. menegaskan kembali peran penting vaksinasi bagi masyarakat, khususnya di dalam Komunitas Unpar. Terlebih, program ini memberikan kepastian bagi para dosen dan tenaga kependidikan untuk menerima vaksin. “Orang merasa, paling tidak di komunitas Unpar, melihat vaksinasi sebagai jawaban akan kekhawatiran terpapar (virus Covid-19),” ungkap Rektor. 

Meskipun ketaatan protokol kesehatan di rumah, kantor, dalam perjalanan serta menjaga kesehatan dan daya tubuh penting, namun tak dapat dimungkiri muncul kekhawatiran terutama seiring meningkatnya mobilitas dan interaksi dengan masyarakat. Vaksin, lanjut Rektor, memiliki dampak positif mengurangi kekhawatiran tersebut. “Satu, secara psikologis membantu rasa percaya diri menambah imunitas, tetapi juga secara medis bisa memperkuat imunitas fisik kita,” jelasnya. “Vaksinasi, bagi Unpar, sangat penting.”

Keterlibatan pegawai dalam vaksinasi patut diapresiasi, mengingat saat ini keterjangkauan program vaksinasi yang terbatas. “Kita tahu, vaksin yang tersedia jumlahnya terbatas, apalagi vaksin pemerintah.” Di sisi lain, Unpar tidak menutup kolaborasi dengan pihak lain dalam mempercepat vaksinasi, khususnya bagi anggota komunitas Unpar seperti pensiunan, dosen luar biasa, mahasiswa, pegawai outsourcing, keluarga pegawai, serta anggota komunitas di sekitar Kampus.

“Kami mendengarkan aspirasi, kebutuhan ingin kepastian mendapatkan vaksinasi itu,” ungkap Rektor. Tetapi, baik jumlah vaksin yang disediakan oleh dinas kesehatan, berbagai instansi, maupun yang dapat disediakan mandiri oleh Unpar sangat terbatas. Lebih lanjut, Unpar tetap perlu berkolaborasi dengan pihak eksternal khususnya dalam menyediakan tenaga vaksinator. “Yang lain (tempat dan relawan) mudah kita sediakan.” 

Langkah Kedepan

Vaksinasi merupakan langkah awal membangun herd immunity di dalam komunitas Unpar. Harapannya, dengan adanya kekebalan kolektif, aktivitas esensial seperti manajerial institusi dapat dilakukan konvensional, kemudian dilanjutkan dengan aktivitas akademik dan pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi.  Tentunya, hal ini perlu persiapan matang. “Pasti akan kita kalkulasi secara cermat,” tegas Rektor. 

Hal ini tidak lepas dari interaksi komunitas Unpar di tengah masyarakat. Herd Immunity perlu diperhitungkan dalam lingkungan komunitas, kalangan mahasiswa, kota Bandung, hingga ke tingkatan yang lebih tinggi. “Itu yang kita proyeksikan dengan syarat kondisional,” jelas Rektor menambahkan, “Bukan hanya oleh komunitas Unpar, tapi juga komunitas publik yang lebih luas.” 

“Kita sangat berkepentingan menjaga kesehatan,” imbuhnya, baik bagi mahasiswa, dosen, tendik, maupun komunitas sekitar. Vaksin menjadi kekuatan bersama menghadapi pandemi guna menjalankan berbagai aktivitas yang bersifat onsite, physical, dan offline serta tertunda akibat pandemi.

Dukung Suksesnya Program Vaksinasi

“Kesuksesan vaksin artinya ada inisiatif lain yang dilakukan Unpar untuk menyukseskan,” jelas Rektor Unpar. Untuk itu, selain mengikuti program vaksinasi, Komunitas Unpar perlu aktif mengajak masyarakat untuk menerima vaksin melalui sosialisasi. “Benefitnya jauh lebih besar dari negative impact yang ditakutkan,” lanjutnya. 

Unpar dapat pula berkolaborasi membantu pelaksanaan vaksinasi melalui distribusi vaksin, penyediaan lokasi dan SDM, seperti yang dilakukan oleh IKA Unpar di tingkat Jawa Barat. “Kita akan mencoba mengajak pihak lain yang bisa melakukan vaksinasi dengan tepat,” ujar Rektor. Contohnya, Unpar dapat menjadi wadah dan menyediakan relawan yang terampil dan berpengalaman. Intinya, kata Rektor, adalah, “Bagaimana kita membantu pemerintah supaya target vaksinasi yang cepat bisa tercapai dalam rangka mewujudkan herd immunity.”

Di luar program vaksinasi bagi pegawai dan dosen, Unpar akan terus berupaya menjembatani program vaksinasi sebagai bagian dari langkah penanggulangan dampak pandemi.  Peran komunitas Unpar yang telah mendapatkan vaksin tidak hanya berhenti di hari vaksinasi saja. Justru, inilah saatnya untuk mendukung program vaksinasi dengan tetap menjalankan protokol kesehatan, serta aktif mengedukasi masyarakat akan pentingnya vaksin. (DAN – Divisi Publikasi)